Monday, 13 May 2013

Tumbuhan yang Menginspirasi Nama Kota di Jakarta : Jakarta Pusat

Cinta
Kata orang ku jatuh cinta
Kepada dirimu
Cinta sampai tergila-gila
Ooh rindu
Rindu ku memikirkan kamu
Hanyalah dirimu
Yang membuatku mabuk kepayang
__UNGU - Mabuk Kepayang__

Tulisan di atas adalah sepenggal lirik dari lagu Mabuk Kepayang yang dinyanyikan oleh grup band Ungu. Mabuk kepayang merupakan ungkapan untuk seseorang yang sedang mengalami perasaan senang berlebihan atau jatuh cinta berlebihan terhadap orang lain. Dan biasanya sebuah ungkapan atau makna konotasi itu berasal dari makna denotasi atau kenyataan sesungguhnya. Bagaimana jika memang "kepayang" itu memabukkan? Hehe... anda berpikir saya sedang mabuk saat ini?

Pada kenyataannya, kepayang bukan hanya sebuah ungkapan, melainkan satu jenis tumbuhan asli Indonesia yang terkenal. Dia mempunyai nama ilmiah Pangium edule Reinw. ex Blume, dalam bahasa Inggris bernama Football fruit, di Sunda dia dikenal dengan nama Picung atau Pucung, di tanah Toraja dia disebut Pamarrasan, dan di Jawa dia akrab dengan panggilan Keluwak. Nah.. sudah kenal kan sekarang dengan "kepayang", kepayang merupakan sebutan orang-orang Melayu untuknya. Lantas, apanya yang memabukkan dari kepayang ini, kan kita sudah sering memakannya sebagai salah satu bahan dalam rawon, brongkos, dan sop konro?

Yang digunakan dalam rawon, brongkos, dan sop konro adalah isi dari bijinya yang sudah diperam, sedangkan yang memabukkan adalah bijin dan daging buahnya (yang sebenarnya adalah salut bijinya) yang belum diperam/direndam. Berikut penampakkan dari buah kepayang.

Pohon Kepayang
Daging buah dan biji Kepayang

Biji kepayang (keluwak/pucung/pamarrasan)
Daging buah kepayang ini memabukkan hingga bisa menimbulkan halusinasi bila cara pengolahannya tidak benar. Kenapa? Hal tersebut disebabkan oleh racun sianida yang terkandung di dalam daging buahnya. Racun sianida ini juga bisa ditemukan dalam umbi singkong yang ada warna birunya. Tenang.. racun sianida dalam biji kepayang berada dalam konsentrasi yang sangat rendah, sehingga kita bisa memakan isi dalam bijinya dengan aman, tentunya tidak dalam kondisi mentah, tetapi sudah diperam dan dimasak dengan bahan lain (rawon, brongkos, sop konro). Selain racun sianida, daging buah kepayang juga mengandung beberapa zat lain yaitu vitamin C, ion besi, betakaroten, asam hidnokarpat, asam khaulmograt, asam glorat, dan tanin.

Cara menghilangkan kandungan racun sianida dalam buah kepayang adalah dengan cara, memilih buah yang sudah matang dan jatuh dari pohon, kemudian dikumpulkan dalam satu karung dan dibiarkan basah oleh air hujan atau direndam dalam air dalam waktu 10-14 hari. Dengan begitu, selain kulit atau sabutnya lebih mudah dikupas juga dapat menghilangkan racun asam sianida yang terdapat dalam daging buah dan bijinya.
Buah kepayang yang diperam/direndam
Setelah racun sianidanya hilang, maka daging buah dan biji kepayang dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, seperti bahan campuran makanan, atau dibuat minyak. Seluruh bagian dari pohon kepayang ini dapat dimanfaatkan, mulai dari batang, daun, buah dan bijinya. Contoh manfaatnya yaitu: sebagai bahan batang korek api (batang), obat cacing (daun), antiseptik, penghilang kutu, bahan pengawet, dan bahan pembuat minyak (biji). Silahkan klik link-link di bawah untuk mengetahui lebih lanut tentang kepayang.

Bagaimana? Masih mau mabuk "kepayang"?? ^_^


Rindu ku memikirkan kamu
Hanyalah dirimu
Yang membuatku mabuk kepayang
Bagaikan racun yang terus membiusku
Menawarkan aroma ke dalam seluruh tubuhku
Detak jantungpun berhenti
Di saat aku bertemu denganmu
Tak kuasa ku menolak

Sumber :
http://gudanglagu.com/u/ungu/ungu-mabuk-kepayang/

Sumber gambar :
 

8 comments:

  1. Banyak juga ya nama-anama tumbuhan yang dijadikan nama kota, ada lagi contohnya gandaria dll

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mama Cal-Vin... anda benaar.. hehe.. Ada beberapa sih baru saya tau namanya padahal sudah sering liat pohonnya.. hehehe

      Delete
  2. saya baru tau ada tumbuhan namanya menteng. hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, saya juga baru tau beberapa bulan yg lalu, tapi dulu sudah pernah makan, saya kira itu kokosan, cuma katanya menteng itu sama dengan kokosan mbak.. :)

      Delete
  3. walah, info baru nih, baru tau juga itu. sempat kepikiran sih dulu, tapi ga diseriusin nyari infonya. hihih
    nice sharing, mbak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk mba cari info lg, sy kan br jakpus.. yg lain belum, palagi yg dluar daerah... salam kenal :)

      Delete
  4. wkt kecil sy suka makan menteng, tp kl skrg kayaknya udah jarang, ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. jarang banget Mak, paling banyak di kebun raya Bogor, itu juga klo musim dan biasanya mentengnya bukan menteng yang manis.

      Delete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...