Thursday, 21 July 2016

Saya Enggak Cocok Dasteran, Cocoknya Celana Pendekan

Selamat pagi..! ^_^

Teman ReeNgan pasti bertanya-tanya nih, maksudnya Riski enggak cocok dasteran itu apa? Trus ngapain pakai diposting di blog segala. Hehehehe... yaaa saya kan juga pingin cerita keseharian saya di rumah itu pakainya apa gitu lho. Masalahnya daster itu sudah seperti "baju wajib"nya wanita kalau lagi di rumah. Banyak yang nulis status lagi dasteran atau ada kata-kata dasternya. Bahkan, Emak dan dua adik saya pun pecinta daster sebagai pakaian ternyaman versi mereka saat di rumah. Saya pun pernah coba pakai daster karena saya pingin merasakan efek "kenyamanan"nya. Kan saya orangnya kepo binti penasaranan, hehehe. Hasilnya bagaimana?
Saya hanya bisa bertahan selama 5 atau 6 bulan memakai daster waktu di rumah, habis itu balik lagi ke model baju rumah yang lama ala saya, yaitu celana pendek wanita dan kaus oblong.

Saya enggak lagi kampanye anti daster kok, justru saya kagum dengan para wanita yang nyaman memakai daster saat melakukan berbagai aktivitas di rumah. Cuma sayanya sendiri saja yang merasa enggak cocok memakai daster, terutama saat cuci baju. Posisi duduknya jadi enggak leluasa gitu, trus basahnya banyak hampir separuh daster. Saya merasanya lebih nyaman dan leluasa melakukan semua aktivitas rumah tangga dengan memakai celana, terutama celana 3/4 atau celana pendek wanita. Saya jadi lebih leluasa bergerak, mau split juga ayo saja asal sayanya bisa, hehehe. Selain itu, untuk meminimalisir celananya basah, kalau celananya 3/4 bakal saya gulung. Saya kayaknya mirip dengan Emak saya yang kalau dasternya basah sedikit saja langsung ganti daster baru, deh. Entah ya, rasanya gimana gitu kalau bajunya basah tapi basahnya lokal atau regional saja.

Untuk celana pendek, saya paling suka yang bahan kaus atau katun, dan yang enggak terlalu ketat. Alasannya? Ya bahan kaus dan katun kan mudah menyerap keringat. Jangan dikira pekerjaan rumah tangga itu enggak berkeringat lho? Seringnya malah keringatnya bisa sebanyak pemain bulu tangkis yang lagi tanding 3 ronde. Trus suka yang longgar karena apa? Sederhana saja, yaitu agar kalau saya tiba-tiba harus split, itu celana masih utuh, sudah itu saja.

Soal warna sebenarnya saya suka warna apa saja, tapi kalau untuk pakaian yang dipakai di rumah, saya lebih suka warna-warna cerah. Kan katanya warna cerah itu bisa menambah semangat. Trus model pinggangnya, saya sukanya yang pakai karet, jadi gampang kalau mau dipakai dan dilepas. Contohnya seperti ini :

celana pendek, MatahariMall
Atau yang ini :
celana pendek wanita, mataharimall

Persediaan celana pendek saya lumayan lah di lemari, mungkin lebih banyak daripada kemeja, hehehe *enggak lagi sombong kok*. Sebabnya, kalau beli kemeja itu saya mesti ngukur di badan, tapi kalau beli celana yang modelnya seperti gambar di atas enggak ribet, biasanya sudah all size atau ukuran XLnya juga besar. Muatlah di pinggang saya yang cukup lang(sung)sing ini. Saya biasa beli celana pendek wanita itu di dua tempat, di pasar dan atau di online shop macam MatahariMall. Kalau di pasar biasanya saya nawar harga walau enggak sampai nyekek leher penjual, ya paling turun seribu dua ribu per celana. Nah, kalau di online shop seperti MatahariMall, saya biasanya cari yang diskonnya gede atau dari harga terendah, hehehe.

Kalau Teman ReeNgan (khususnya yang wanita) lebih nyaman memakai apa saat di rumah? Daster atau celana pendek & kaus? [] Riski Ringan

4 comments:

  1. Kalo aku sih, suka pake daster, mbak. Adem sih hehe. Kalopun pakai celana, ya panjang 7/8 atau selutut deh. Tapi di rumah lo hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dasteran memang adem Mba.. ^_^, tapi sayangnya saya kurang nyaman pakainya..

      Delete
  2. dater mbakk...tapi kemarin pas mudik,dibeliin ibuk daster celana pendek^^

    ReplyDelete
  3. Aku pake dua2nya daster iya celana pendek juga iya

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...