Sunday, 23 March 2014

Malam Minggu

Malam minggu tadi malam, saya dan suami kembali pacaran... :). Sepulang kerja dan memberikan PM ke murid, kami dinner bareng lalu nonton film di bioskop sampai jam 11 malam, barulah kami pulang. Pulang berdua berboncengan motor, karena sudah mulai larut malam, kami tidak nyanyi-nyanyi seperti biasa, mengatup bibir, diam menikmati semilir angin malam.

Sepanjang jalan, saya melihat orang-orang dengan berbagai raut muka.
Muda mudi berboncengan motor baru pulang entah dari mana, si pemudi tampak kelelahan menyandarkan dagunya di bahu si pemuda.

6 anak ABeGe berboncengan motor (1 motor 3 anak) tanpa helm, mereka tampang bahagia. Salah satu anak ABeGe ceweknya tampaknya salah memakai celana pendek adiknya.

Deretan motor vespa terparkir rapi, dengan beberapa pemiliknya sedang berdiskusi entah apa.

Beberapa anak ABeGe laki-laki tampak semangat dan riangnya menggenjot sepeda-sepeda mereka.

Seorang pemuda yang tampak canggung berbicara dengan 2 orang teman perempuannya di sebuah toko kelontong tempat nongkrong yang tampaknya sangat ramai padahal  sudah mau tengah malam.

Seorang muda yang tampak serius mengaduk-aduk nasi goreng pesanan pelanggannya.

Seorang ibu pemilik warung penyet yang duduk termangu menunggu pelanggannya.

Bapak satpam yang tampak sibuk mondar-mandir menjaga bangunan yang sudah sepi dari kegiatan, tapi ada juga Bapak Satpam yang melek teknologi sedang asyik dengan gadgetnya.

Seorang wanita setengah baya, menggendong tas punggungnya berdiri di tepi jalan menunggu kopaja datang, berkali-kali melihat jam tangannya.

Seorang bapak pemulung yang tampak kuyu dengan kaos yang lusuh sedang menarik gerobaknya.

Kerumunan orang yang hiruk pikuk di sebuah kedai kopi, entah sedang berbicara apa.

Seorang wanita cantik dengan baju gemerlap yang membalut tubuhnya, sedang bercanda dengan para lelaki di sebuah kedai kecil di pinggir jalan.

Seorang bapak tua yang tampaknya sudah lelap tidur berbalut sarung lusuh, tersungging senyum di bibirnya mungkin bermimpi tentang perubahan nasib hidupnya.

Sebuah perempatan jalan yang sangat ramai dengan kendaraan, sayang tidak terlihat ekspresi wajah pengendaranya.

Semua terjadi di sepanjang jalan yang saya lewati malam minggu tadi. Setiap manusia dengan ekspresinya masing-masing, kehidupan mereka masing-masing melewati malam minggu ini bersama. Kita punya masalah sendiri, kehidupan sendiri yang terkadang kita ingin menyendiri walaupun tidak sering karena pada dasarnya kita adalah makhluk sosial yang harus bergaul dan berempati dengan sesamanya. Namun, tetap, terkadang kita butuh menyendiri, berkutat dalam dunia kita sendiri, walau hanya semenit.

Jadi... please deh ya, tolong ibu-ibu yang tadi malam duduk di samping saya ketika saya dinner dengan suami di sebuah warung sunda di daerah Cikini, jangan memandang jijik kepada saya karena saya menghabiskan sendiri 2 papan petai dengan sambal dan sepiring nasi putih, ITU DUNIA SAYA, yang tidak bisa saya nikmati setiap hari. :)

Petai (kredit)

12 comments:

  1. Ikh Ibu - ibu itu tidak tahu betapa nikmatnya petai :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk... ada yg doyan ada yg enggak memang Mba Sary, tapi bagi yg ga doyan ya mohon permaklumannya kalo yg doyan itu terlihat sangat menikmati makan petainya.. :) :)
      Mbak Sary kita sama doyan petai ya.. #toss

      Delete
  2. kalo saya emang gak terlalu suka makan pete atau jengkol. dirumah yang paling doyan itu emak saya, kalo udah musim jengkol, dirumah udah kayak rumah makan versi jengkol dah, dari sambal, gulai, lalap mpe kerupuk jengkol lengkap........, kalo udah gitu saya lebih pilih masak mie instan..........hehehee....

    setiap orang emang beda-beda sich ya....:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap betul.. beda2 mbak.. saya juga tdk terlalu suka sirsak.. tapi saya selalu amazed kalo liat orang lahap makan sirsak.. hehehe..

      Delete
  3. maka nikmat Tuhan yg manakah yg kamu dustakan
    petai oh petai =9

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul.. di tengah kebauannya, si petai itu benar2 nikmat.. :)

      Delete
  4. Seumur hidup belum pernah ngrasain rasa petai kayak gimana hehe.. asyiknya yang malmingan ;) uhuyyyy

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekali-kali Mbak, malmingan kyk anak muda bareng suami... :)

      Delete
  5. Petai bakar mantap Mak, apalagi kalau dibuat sambel goreng... :D

    ReplyDelete
  6. aku gak terlalu suka mbak kalau petai tapi aku gak memandang jijik loh, soalnya suamiku juga suka :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... ga masalah kan ya Mak.. walo bau kan masih ada kopi buat ngilangin baunya. Mungkin si ibu2 yg malam minggu itu duduk di samping saya tertegun kali ya, ini cewek cantik kok makan petai ga kira2... Dia ga tau sih, saya sudah 3 bulan ga makan petai... hiks... :(

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...