Saturday, 23 January 2016

Kabhi Alvida Naa Kehna Mempermainkan Perasaan Saya

Selamat pagi.. :)

(cover dari https://en.wikipedia.org/wiki/Kabhi_Alvida_Naa_Kehna)
Saya suka nonton film apalagi film drama romantis, darimana pun asal film itu seperti film asal India ini, Kabhi Alvida Naa Kehna (Don't Say Goodbye). Awalnya (sekitar tahun 2007) saya begitu bersemangat menonton film ini karena saya suka pemerannya, yaitu Shahrukh Khan, Abhishek Bachchan, Rani Mukerji, Preity Zinta, Amitabh Bachchan, dan Kirron Kher. Sudah terbukti di beberapa film yang mereka bintangi, aktingnya luar biasa. Namun, setelah menonton sampai akhir, saya sangat-sangat tidak ingin menontonnya lagi. Bukan karena akting mereka tidak bagus, bukan karena jalan ceritanya mengada-ada, bukan pula karena sutradaranya jelek. Tapi, karena saya mungkin terlalu terbawa dengan akting, dan jalan cerita film ini. Sampai akhirnya pertengahan Januari 2016 ini saya kembali menontonnya. Saya berharap pandangan saya terhadap film ini berubah, karena dulu saya masih single dan sekarang sudah bersuami. Apa hubungannya status perkawinan dengan film ini? Pikir saya, karena film ini tentang kehidupan rumah tangga. Tapi jangan khawatir, yang masih jomblo juga boleh nonton, diambil pelajaran yang baik dari film ini.

Oh iya, sutradara dan penulis cerita Kabhi Alvida Naa Kehna (KANK) ini adalah Karan Johar yang juga menyutradarai film Kuch-Kuch Hotahai dan Kabhi Khushi Kabhi Gham, serta memroduseri film Kal Ho Na Hoo. Saya tambah yakin kalau film ini akan bagus dan menguras emosi. Bagi yang baru pertama kali nonton film India, apalagi yang setipe dengan 4 film itu, mungkin akan merasa agak cheesy ceritanya, mewah dan terlalu banyak lagu ya, itulah Bolywood. Tapi sekarang banyak kok bermunculan film India yang minim lagu. Saya akan bercerita dengan detail alur film ini, karena sudah diputar dari 2006, enggak apa ya.. ^_^.

Cerita KANK bermula dari pernikahan Maya (Rani Mukerji) dan Rishi (Abhishek Bachchan), dimana Maya adalah seorang yatim piatu yang diasuh oleh Samarjeet (Amitabh Bachchan) dan Rishi jatuh cinta padanya. Maya berfikir apakah dia pantas untuk Rishi, sedang sifat mereka jauh bertolak belakang (Maya yang serius dan keibuan, Rishi yang cenderung santai, dan humoris). Di saat Maya sedang menyendiri karena galau inilah, Dev (Shahrukh Khan) datang (sebetulnya mau jemput ibunya). Mereka ngobrol tentang pernikahan dan cinta yang akan datang setelah pernikahan. Setelah obrolan itu, Maya akhirnya mau menikah dengan Rishi, dan Dev mengalami kecelakaan yang menghentikan karirnya sebagai pemain sepak bola.

Alurnya maju, mungkin beberapa tahun kemudian, Dev berubah menjadi orang yang selalu mengeluh dan menyalahkan orang lain. Yang paling kentara yaitu dia selalu menganggap apa yang dilakukan oleh Rhea (Preity Zinta) istrinya, salah dan hanya untuk merendahkan harga dirinya sebagai suami. Apa pasal? Setelah kecelakaan itu, Rhea yang baru saja diterima bekerja di sebuah majalah mengalami perkembangan karir yang maju amat pesat. Disinilah Dev merasa bahwa dirinya tidak mampu sehebat Rhea. Perasaan Dev memang tidak diungkapkan secara eksplisit/terbuka oleh Karan Johar, tapi dari jalan cerita dan akting Shahrukh Khan, saya bisa melihatnya. 

Pada suatu waktu, Dev kembali bertemu dengan Maya karena situasi yang lucu. Keluarga mereka pun bertemu. Anehnya, setelah pertemuan itu, Dev dan Maya terlihat jadi sering bertemu. Apalagi setelah mereka memergoki Samarjeet dan Kamaljeet ibunya Dev (Kirron Kher) berduaan di florist. Saat Dev dan Maya menginterogasi Sam dan Kamal, mereka mendapat inspirasi dari Kamal. Kamal bilang "Saya dan Sam punya situasi yang sama, kami masing-masing ditinggalkan oleh pasangan kami. Ada pembicaraan yang hanya cocok bila dibicarakan oleh orang yang punya situasi yang sama". Dev dan Maya pun merasa punya situasi yang sama, iya mereka "merasa" rumah tangga masing-masing sedang berada diambang kehancuran. 

Oh iya, saya belum cerita tentang rumah tangga Maya dan Rishi. Rishi adalah pemilik perusahaan event organizer (EO) yang sukses, dan Maya adalah istri yang sangat suka kebersihan (semacam OCD). Maya tidak bisa memberikan keturunan untuk Rishi, karena itulah dia selalu dingin tiap kali Rishi minta berhubungan intim. Maya pun selalu menganggap Rishi masih seperti anak kecil, dimana Rishi mulai bosan dianggap sebagai anak kecil terus menerus.

Lanjut lagi ya, Dev dan Maya memutuskan untuk curhat masalah rumah tangga mereka dan mencari solusinya bersama-sama. Dari scene-nya, mereka curhat cukup lama, dari hari ke hari selalu berdua hingga akhirnya merasa memahami karakter masing-masing. Di sesi curhat inilah Karan Johar menyelipkan unsur humornya. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan malam dengan pasangan masing-masing, tapi kenapa di restoran yang sama ya?. Dari makan malam itulah (mejanya terpisah lho antar pasangan), masing-masing dari mereka mulai merasakan benih-benih cinta. (Disinilah, dulu timbul pertanyaan dari saya, apakah bisa? Bukannya itu tidak benar?). Setelah makan malam itu, hubungan rumah tangga masing-masing bukannya membaik malah memburuk, mereka bertengkar dengan pasangan masing-masing dan sama-sama pergi ke stasiun (ya settingnya banyak di stasiun). Di stasiun ini lah, Dev mengutarakan cintanya pada Maya, dan Maya juga tidak mengingkari kalau dia mencintai Dev.

Seuasi pertengkaran antara Maya dengan Rishi, Rishi langsung pergi ke kota lain karena ada proyek perusahaannya. Seperti mendapat angin segar, selama itu pula Maya dan Dev sering bertemu di luar. Mereka berdua semakin akrab. Padahal, di lain kesempatan, Rishi dan Rhea dipertemukan untuk bicara juga masalah rumah tangga masing-masing. Duo R ini sepakat untuk mengakhiri pertengkaran mereka dengan pasangannya. Namun, hubungan Maya dan Dev sudah melangkah terlalu jauh.. jauuhhh (tidak usah saya jelaskan sampai mana jauhnya, saya harap Teman ReeNgan mengerti). Di saat duo R sedang berusaha memerbaiki hubungan rumah tangganya, perselingkuhan (hadeh.. enggak enak bilangnya) antara Maya dan Dev diketahui oleh Sam dan Kamal. Sam terkena serangan jantung dan sempat berujar pada Maya untuk meninggalkan Rishi, anaknya, kalau memang Maya tidak mencintai Rishi (hiks...). 

Akhirnya, Dev dan Maya sepakat untuk mengakhiri hubungan gelapnya dan bilang ke pasangan masing-masing tentang hubungan gelap mereka itu. Bisa dibayangkan, kan? Betapa hancurnya perasaan masing-masing pasangan. Mereka akhirnya bercerai dengan pasangan masing-masing, tapi mereka pura-pura bahwa rumah tangganya baik-baik saja. Maya memutuskan pindah negara bagian (syutingnya di Amerika Serikat). Mereka berdua hidup dengan luka hati yang mendalam selama 3 tahun (trus luka hati pasangannya bagaimana? Pediiihhh...). Hingga akhirnya Rishi bisa move on (harus..!!), lalu datang ke Maya memberikan undangan pernikahannya dengan wanita pilihannya dan meminta Maya datang ke pernikahannya. Duhaiiii... disini Rishi betul-betul dewasa banget, dalam hati saya bilang "Nyesel tuh si Maya..!!". Saat resepsi pernikahan Rishi, Rhea bertemu dengan Maya dan bilang kalau dia sudah bercerai dengan Dev, serta bilang juga kalau hari itu Dev akan pindah ke Kanada. Maya yang baru tahu kalau Dev ternyata berbohong, langsung menyusul ke stasiun. Endingnya? Dev juga akhirnya tahu kalau Maya sudah bercerai dengan Rishi lalu melamar Maya. Happy Ending..!!

Di akhir cerita saya melemparkan banyak sekali pertanyaan:
  • Apa yang dipikirkan Maya dan Dev saat memutuskan untuk selingkuh padahal masing-masing sama-sama tahu kalau mereka sudah berkeluarga?
  • Apakah betul-betul harus bercerai? Tidak adakah jalan lain?
  • Kenapa harus happy ending untuk cerita semacam itu?
  • Adakah yang mengalaminya di dunia nyata?
  • Dsb Dsb Dsb....
Sekarang, dari film ini saya mencoba mengambil beberapa hikmah :
  1. Sebisa mungkin curhat masalah rumah tangga ke sesama jenis yang orangnya juga bijak.
  2. Don't be selfish (egois). Kompromi atau saling mengerti dalam rumah tangga itu harus berjalan beriringan dengan cinta. Jadi, kalau salah satunya sedang down, yang lain akan menguatkan.
  3. Selalu komunikasi dengan pasangan.
  4. Berusaha menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, karena kalau dipikir-pikir, pasangan itu saling melengkapi. Enggak ada manusia sempurna.
Seperti yang saya bilang di awal, akting para pemainnya bagus, buktinya saya baru mau nonton film ini lagi setelah 9 tahun kemudian. Namun, isi ceritanya sebisa mungkin jangan ditiru atau sampai kejadian *Na'udzubillah*. Teman ReeNgan ada yang mau nonton KANK? Cari sendiri ya streamingnya ^_^, ini official traillernya.

10 comments:

  1. Berat banget temanya ya Mbak Riski. Dan iya jadi pertanyaan kok bisa happy ending ya? Padahal minimal ada dua keluarga yang hancur ya. Curhat emang kudu ati-ati ya Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu bener banget, Mas Dani. Harus hati-hati kalau curhat soal rumah tangga.

      Delete
  2. pernah nonton ini sekalai dna gk pgn nnton lg mak, suka baper soalnya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cukup sekali saja, Kak Inda.. cukup sekali.

      Delete
  3. Saya ga sabar nonton film India, apalagi pas joget ama nyanyinya
    eh tp itu personal banget sih mbak
    Pdhl kalau diikuti bagus yak
    salam sukses :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yang bagus, ada juga yang enggak. Film-film India sekarang sudah banyak yang minim lagu dan joged, kok Kak Agung ^_^.

      Delete
  4. Sekadar koreksi, Kal Ho Na Ho tidak disutradarai oleh Karan Johar. Karan Johar hanya sebagai produser di film itu.

    Tentang Kabhie Alvida Na Kehna, film ini saya suka karena plotnya berbeda dengan film India kebanyakan. Tapi soundtrack film ini lebih saya terima sih karena lebih enak didengar.

    Filmnya sendiri kurang mendapat sambutan baik di India. Ini karena orang-orang India sangat memegang teguh soal pernikahan dan kesetiaan.

    Tapi film ini di luar India mendapat sambutan yang bagus dan mendapatan pendapatan yang cukup besar.



    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih koreksinya, Kak Hilman ^_^. Sudah saya perbaiki.
      Saya termasuk yang kagum dengan akting dan alurnya, tapi tidak kagum dengan isi ceritanya. Walaupun itu ada di kehidupan nyata.

      Delete
  5. Setuju dgn "Berusaha menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, karena kalau dipikir-pikir, pasangan itu saling melengkapi. Enggak ada manusia sempurna."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap, terimakasih Kak Safruz Zamal ^_^. Suami istri dijodohkan untuk saling melengkapi, bukan untuk menjadi sama ^_^.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...