Sunday, 5 May 2013

Berdamai dengan Warna

Tantangan dari Anging Mamiri minggu ke empat, membuat saya membuka kembali memori lama. Berikut tulisan saya yang diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keempat, tentang "WARNA".

Riski kecil tidak suka warna merah, apalagi merah menyala. Jika melihat warna merah, mata langsung menyerah, dan kepala rasanya mau pecah. Si Riski sukanya warna ungu. Entah mengapa setelah melihat bendera umbul-umbul untuk peringatan HUT RI 17 Agustus yang di pasang di sepanjang jalan kampung, Riski langsung tertarik dengan umbul-umbul yang berwarna ungu. Walaupun tidak suka warna merah, tapi Riski kecil punya buku bersampul merah tua, dan meskipun suka dengan warna ungu, namun Riski kecil tidak mempunyai satu barangpun berwarna ungu.

blokbojonegoro.com
Sekarang Riski kecil sudah menua, dan sudah mulai menata hati dan pikiran untuk menyikapi berbagai macam hal, termasuk warna. Suatu malam, setelah sholat isya, Riski tua (red-saya) memikirkan ulang obrolan sore hari itu. Sore itu, saya dengan teman-teman kos ngobrol ngalor ngidul sampai akhirnya ada yang bertanya tentang warna kesukaan. Tentu saja saya langsung menjawab ungu. Salah satu teman saya bilang, kenapa Allah menciptakan sedemikian banyak warna, tetapi kita hanya menyukai beberapa macam atau bahkan satu warna saja. Malahan ada orang yang sampai terobsesi dengan warna tersebut hingga akhirnya sebagian besar kehidupannya tidak lepas dari warna itu. Iya ya.. warna merah tidak pernah melakukan kesalahan terhadap saya, dan saya pun tidak mempunyai trauma dengan warna merah, mengapa saya sedemikian bencinya. Anehnya, saya sangat menyukai warna ungu, tapi di kehidupan saya saat itu hanya ada 1 benda berwarna ungu, yaitu mata bros saya. Lalu, baju saya didominasi oleh warna gelap karena ada yang bilang bahwa warna gelap itu membuat perempuan terlihat lebih langsing.

Sejak malam itu, akhirnya saya memutuskan untuk berdamai dengan warna. Memasukkan semua warna dalam kehidupan saya. Agar kehidupan saya juga menjadi lebih berwarna. Namun, apakah lantas saya langsung membeli baju berwarna merah mencolok? Tidak, saya secara tidak tertulis mempunyai beberapa aturan warna dalam kehidupan saya.

Sandang yang Melekat di Badan
Saya lebih menyukai semua warna yang berkesan lembut, tidak mencolok mata, dan semua warna yang berkesan gelap.

Barang-barang di Sekelilingku
Warna untuk barang-barang (benda-benda) di sekeliling saya sangat beragam, karena saya tidak memberikan batas warna. Kebanyakan warnanya malah yang cerah mencolok, agar mudah dikenali oleh saya (bahwa benda itu kepunyaan saya).

Gadget
Gadget saya didominasi warna gelap, seperti hitam, abu-abu, merah hati agar berkesan kekar dan sangar. Kecuali untuk modem, warnanya putih campur ungu.

Dinding
Saya hanya menyukai warna dinding yang cerah, seperti putih, hijau pupus, biru langit, krem, kuning. Selain itu, harus difikir dengan cermat lagi dan dicari perpaduan yang cocok.

Kelihatannya tidak bebas sekali ya hidup saya, warna saja ada aturannya. Hal-hal di atas bukanlah aturan baku, hanya saya rangkum dari perilaku saya sehari-hari. Sekarang saya sudah berdamai dengan warna, buktinya sekarang saya mau memakai baju berwarna merah dan kuning. Ya, tidak ada salahnya berdamai dengan warna karena semakin banyak warna di sekitar kita, kehidupan kita tidaklah membosankan. Semua warna mempunyai arti dan dampak psikologis masing-masing, yang saya rasa semuanya berguna untuk kita. Sebab, kondisi psikologis kita tidaklah sama dari waktu ke waktu, juga dari tempat ke tempat. Pengaruh psikologis warna bisa dibaca di sini.


Allah menciptakan berbagai macam warna untuk kita lihat dan kita gunakan sebaik-baiknya. Saya harap, kita jangan terjebak dalam satu warna saja, keluarlah dari lingkaran dan cobalah berbagai warna. Asalkan padu padannya bagus, saya yakin semua warna itu cocok untuk kita. Jadi, sekarang bukan warnanya yang saya benci atau sukai, melainkan dimana warna itu beradalah yang membuat benda berwarna itu cocok atau tidak di mata saya.

Alam, semua warnanya saya suka, walaupun itu merah menyala
Nah, silahkan tanya lagi kepada saya, warna apa yang saya benci dan warna apa yang saya suka sekarang??

Jawaban saya......

HATE : TETAP BAJU BERWARNA MERAH MENYALA
LIKE : BENDA BERWARNA UNGU (tapi kalau kendaraan ungu, NO WAY!!)


6 comments:

  1. wah, banyak yang suka warna merah ternyata :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. suka, tapi bukan baju berwarna merah menyala.. hehehe

      Delete
  2. baju merah menyala aku kurang pede memakainya, kalaupun memakai karena terpaksa dress code misalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama, kalau merah sukanya yg merah tua.. agak adem di mata..

      Delete
  3. kendaraan ungu, NO WAY!!

    Hmmm :)
    Saya jadi penasaran ... mengapa kalo kendaraan jadi no way ya ?

    salam sata Riski

    ReplyDelete
    Replies
    1. ih rasanya dimana gitu pak om (hehehe...) sebetulnya itu hanya masalah selera saja.. :)
      Salam kenal juga...

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...