Sunday, 10 August 2014

Mudik Naik Kereta 1435 H

Ihir.. mudik telah tiba... mudik telah tiba... hore... hore... hore... (Hehehe... lagu ini sudah basi ya :)).

Mudik atau pulang ke kampung setiap Hari Raya adalah fenomena khas di Indonesia. Sebenarnya nggak hanya di Indonesia saja sih, di beberapa negara juga ada fenomena mudik ini. Bagi yang merantau jauh dari kampung halamannya, mudik ini terasa mengasyikkan, walaupun lelah luar biasa mendera. 

Begitu juga dengan saya, sebetulnya saya sudah ikut mudik saat masih kuliah di Semarang. Tapi saat itu kan saya melawan arus mudik dari Jakarta, jadi ya lancar-lancar saja. Nah, sudah sekitar 3 tahun ini saya bekerja di Jakarta (ikut suami sih lebih tepatnya, hehehe), alhamdulillah ini kali ketiga saya mudik ke kampung halaman. Kebetulan kampung saya dan suami ada di satu kecamatan.

Pemandangan sawah dari dalam kereta (dokumen pribadi)
Selama dua tahun saya dan suami mudik dengan menggunakan motor, postingannya ada di sini dan di situ. Tahun ini saya memutuskan untuk mudik menggunakan kereta api. Bukan karena mudik motor itu tidak asyik, tapi lebih karena ingin cepat sampai dan ingin bisa tidur saja selama perjalanan. Tapi suami tidak mau saya ajak mudik naik kereta, hehehe.. dia masih ingin mudik dengan motor. Ya sudah akhirnya saya sendirian, berikut tips mudik naik kereta sendirian ala saya.

Usahakan pesan tiket dari 3 bulan sebelum hari raya.Ya, kalau sudah diniatkan untuk mudik naik kereta, ketika PT KAI sudah membuka pemesanan tiket, langsung ke website PT KAI di http://www.kereta-api.co.id/. Waktu itu saya buka website tersebut sekita jam 01.00 WIB dini hari bro.. hehe maklumlah kecepatan internet saya tidak secepat di Korea Selatan. Tapi kalau tidak bisa jam-jam itu ya bisa ke merchant-merchant PT KAI yang menjual tiket kereta juga. Setelah pesan, usahakan langsung dibayar ya, karena batas bookingnya hanya sebentar. Setelah itu langsung dicetak saja tiketnya di stasiun.

Pelajari rute kereta anda. Ini nih yang tidak kalah penting. Coba buka website PT KAI atau anda bisa tanya teman atau saudara, stasiun tujuan anda itu setelah melewati stasiun apa, atau berapa stasiun yang harus anda lewati. Gunanya adalah agar tidak kebablasan, kan berabe tuh :).

Persiapkan Tiket dan KTP. Usahakan tiket kereta jangan dipisah dengan KTP asli, bisa disatukan dalam dompet. Karena untuk bisa masuk peron dan naik kereta, kita harus check in menggunakan KTP asli.

Datang 1 jam sebelum jadwal keberangkatan. Hal ini dikarenakan adanya proses check in di pintu masuk stasiun. Lihat papan pengumuman di setiap peron arah tujuan anda. Lalu tanyakan kepada petugas, kapan check in untuk kereta anda dimulai. Biasanya sih 1/2 jam sebelum jadwal keberangkatan. Jangan sampai salah antrian ya, petugasnya tidak mau menyetempel izin masuk di tiket anda kalau hal ini sampai terjadi.

Bawa barang dengan bijak. Maksudnya adalah, karena kemarin saya sendirian, jadi saya hanya membawa barang-barang sesuai dengan kekuatan saya saja. Tapi kalau sudah dipacking ternyata masih banyak juga, ya mau tidak mau harus menggunakan jasa porter. Kalau saya hanya membawa satu tas koper untuk baju saya dan suami, satu tas ransel untuk laptop, oleh-oleh dan buku bacaan, lalu satu tas kecil untuk barang yang tidak boleh ditinggal.

Isi penuh semua baterai alat-alat elektronik. Walaupun sekarang di setiap gerbong kereta sudah ada stop kontak untuk listrik, tapi lebih baik jika sebelum berangkat, semua alat elektronik yang kita bawa baterainya sudah full.

Stop kontak ada di setiap baris tempat duduk (dokumen pribadi)
Bawa minuman dan makanan sendiri. Seperti yang sudah kita tahu, kalau makanan di dalam kereta harganya lebih mahal, jadi kalau mau irit ya kita bawa makanan sendiri. Jangan terlalu banyak minum teh, kopi atau minuman bersoda, kalau anda tidak mau sering buang air kecil ya.

Baca doa ketika kereta berangkat. Bersantailah kalau sudah di dalam kereta. Anda bisa memesan bantal untuk sandaran seharga 3000 - 6000 rupiah. Tapi untuk jarak dekat seperti saya, cukup bersandar di bangku kereta saja sudah lumayan mengantuk. Atau bisa bawa bantal leher sendiri kalau memang ingin tidur. Di kereta sekarang sudah lumayan enak, kebersihannya terjaga, lalu ada AC (walaupun kadang cuma Angin Cemilir atau Angin Cepoi-cepoi). Dan tidak terkesan riweuh karena penumpang semuanya kebagian tempat duduk serta tidak ada pedagang asongan yang masuk ke dalam gerbong kereta.

Ada kaka pramugari menawarkan menu makanan (dokumen pribadi)
Alhamdulillah saya tiba juga setelah 6 jam di dalam kereta. Karena tertidur jadi berasanya cepat, dan badan menjadi fresh kembali. Semoga tahun depan saya bisa merasakan momen mudik dan balik dengan kereta, amiiin.

23 comments:

  1. Memang, naik kereta itu mudik ternyaman kalau menurut saya, bisa santai sambil menikmati pemandangan alamnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyap betul, bisa selonjoran, jalan2 antar gerbong, lalu menggalau liat keluar jendela kayak artis2 FTV hehehehe... :)

      Delete
  2. mmaakk samaan kita *toss..
    aku juga kemaren mudik naek kereta dari stasiun tasikmalaya ke jakarta hheuu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. jiaahhh... lega dong, kan lawan arus... :)

      Delete
  3. Aku juga lebih suka naik kereta dibanding naik bis atau kendaraan umum lainnya.
    Di kereta bisa makan dan minum kopi sambil menikmati sawah dan pemandangan yang indah .... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap betul, trus sekarang toiletnya lumayan bersih :) jadi ga usah takut kalau kebelet pipis :)

      Delete
  4. enak mbak naik kereta nggak macet :DD

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kecuali kalo ban keretanya bocor. :) *klasik ya.. hehe

      Delete
  5. Saya kalau naik kereta itu seringnya bingung nyari posisi pewe untuk tidur... Tapi saya akui tidur di kereta sekarang jauh lebih nyaman dibanding pas saya pertama kali naik kereta dulu. Setidaknya, nggak ada tikus yang berkeliaran...

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaaa.... tikus?? hiii... syukur sekarang sdh ga ada ya..

      Delete
  6. kalo saya tdk pernah merasakan sensasi mudik mak... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. asyik banget Mbak, ga perlu jauh2 hari mantengin website tiket kayak saya.. hhuuaaa... :(

      Delete
  7. Memang fenomena ya, Mba. Pesan tiketnya saja H-3 bulan. ><

    Mudik tahun besok bawa boneka atau bantal leher aja, Mba. Hemat 3ribu tuh. Wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, sdh bukan H-7 atau H-3, hehe..
      saya ga pake bantal2an Dah, soalnya saya pelor sih, nempel langsung molor :D

      Delete
  8. Waktu masih di Pekanbaru kadang sengaja nggak ambil penerbangan langsung ke Jogja krn pengin naik kereta. Kadang dari Bandung, kadang dari Jakarta. Atau sebaliknya, dr Jogja naik kereta. Asik memang

    ReplyDelete
  9. Waah kalo di Jawa harus 3 bulan sebelumnya pesan tiketnya kalo mau lancar ya Mak ... Kalo di sini kayaknya belum sebegitu .. eh kecuali kalo mau ke Jawa sih kayaknya mending 3 bulan sebelumnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah enak sekali ya Mak, nggak perlu berpayah-payah.

      Delete
  10. sepertinya asik juga mudik naek kereta ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih tepatnya sih nggak terlalu capek karena bisa tidur :).

      Delete
  11. Hai... kta sama. Saya juga tahun ini mudik pakai kereta setelah berhari-hari mencari info untuk dapat tiket kereta akhirnya dapat juga. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah.. lebih nyaman aja ya.. kecuali keterlambatan keberangkatannya itu yg bikin mules.. :)

      Delete
  12. we alway want go to hometown when we tired that the place can relax and having best time peaceful

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...