Monday, 29 February 2016

Saya & Suami - Berhenti Mengonsumsi Minuman Manis dalam Kemasan

Assalaamu'alaikum... ^_^

Foto oleh Tanti Amelia diambil tahun 2014
Ternyata sudah lama sekali saya tidak posting artikel di blog ini, istilah kerennya, hiatus, hehehe. Hari ini saya hanya ingin bercerita tentang satu komitmen yang saya buat bersama suami, yaitu kami usahakan tidak minum minuman ringan yang manis-manis lagi (sebenarnya semua minuman manis dalam botol dan tetrapack). Alhamdulillah sudah hampir 5 bulan ini kami menjalaninya dengan banyak godaan disana-sini. Teman ReeNgan tahu kan kalau minuman ringan yang manis-manis itu nagih? Oh iya, bukan berarti saya mengajak Teman ReeNgan untuk berhenti mengonsumsi minuman ringan ya, hehehe. Komitmen kami itu ada penyebabnya. 

Awalnya saya melihat broadcast image di beranda facebook saya tentang jumlah gula yang ada di tiap minuman ringan. Saya lihat dan wow banyak juga kadar gulanya. Padahal saat itu, saya dan suami lagi senang-senangnya mengonsumsi minuman ringan. Hampir tiap hari kami membeli sebotol minuman ringan kesukaan kami. Lalu, saat saya sedang belajar untuk persiapan mengajar, saya terpaku pada satu artikel tentang hubungan antara diabetes melitus dengan obesitas. Bahwa ternyata pada tahun 2011, hampir 34% orang dewasa di Amerika Serikat (11% diantaranya berusia 20 tahun ke atas) yang obesitas (BMI lebih dari 30 kg/m2) mengalami diabetes melitus tipe 2. Lalu, saya melihat suami dan saya bisa pastikan dia sudah masuk kategori obesitas.

Kemudian saya menghubung-hubungkan semua yang saya sebutkan tadi, hingga tercetus ide membuat saya dan suami pelan-pelan mulai hidup sehat. Ide pertama ini adalah dengan betul-betul stop minum minuman ringan. Saya bicara dengan suami (sebelumnya saya sudah menyiapkan data-data yang saya temukan tersebut) tentang ide saya itu. Awalnya sih saya inginnya suami saja yang berhenti minum minuman ringan, tapi akhirnya saya berubah pikiran, saya juga harus ikut melakukannya. Minuman ringan apa saja yang tidak kami konsumsi lagi? Macamnya yaitu minuman bersoda, semua minuman manis dalam kemasan (kecuali susu dan yogurt), dan jus dalam kemasan.

Setelah 5 bulan tidak mengonsumsi jenis minuman manis dalam kemasan, ada beberapa hal yang kami rasakan, yaitu :
  • Jarang sakit kepala atau pusing. Sebelumnya kami berdua sering sakit kepala, entah mengapa sejak melakukan komitmen tersebut, kami jadi jarang sakit kepala atau pusing-pusing lagi. 
  • Bau mulut berkurang. Sebetulnya bau mulut tidak disebabkan karena mengonsumsi minuman manis kemasan, tapi karena tidak rajin menjaga kesehatan mulut. Hanya saja, saya merasakan seusai minum minuman manis apa saja, mulut saya akan langsung berasa asam. Dengan mengurangi mengonsumsi minuman manis dan meperbanyak minum air bening, saya merasakan bau mulut saya berkurang.
  • Hemat. Kita tahu bahwa harga minuman manis dalam kemasan itu tidak murah. Minuman manis kemasan kesukaan saya harganya diatas Rp 5.000. Hitung saja jumlahnya dalam sebulan jika tiap hari saya beli sebotol, saya akan menghabiskan uang sekitar Rp 150.000. Uang sejumlah itu bisa saya alokasikan untuk anggaran lain, seperti membeli beras.
  • Mengurangi sampah plastik. Yang ini jelas sekali ya, dengan mengurangi mengonsumsi minuman dalam kemasan apalagi yang dalam botol plastik, pastinya akan mengurangi jumlah sampah plastik.
Kadar gula darahnya bagaimana? Itulah, sayangnya saya tidak mengecek kadar gula darah sebelum melakukan komitmen ini. Sekarang pun kami belum mengeceknya, tapi saya sudah bicara dengan suami, bulan ini kami akan mengecek kadar gula darah biasa dan puasa kami. Nanti saya update lagi blogpost ini kalau saya sudah mengecek kadar gula darah ya.

Sebetulnya, masih banyak hal yang harus kami lakukan agar bisa hidup sehat, seperti mengurangi mengonsumsi gorengan dan berolahraga secara teratur. Ini harus pelan-pelan diterapkannya. Doakan ya Teman ReeNgan, semoga saya dan suami bisa hidup sehat dan konsisten dengan apa yang kami lakukan, aamiin. Teman ReeNgan sendiri, apa yang sudah diupayakan untuk hidup sehat?

Sumber data :
http://care.diabetesjournals.org/content/34/6/1424.full

10 comments:

  1. Masih suliitt. Terutama susu UHt sama yogurt kemasan. Fav aku banget itu mba

    ReplyDelete
  2. efeknya lur biasa ya mbk,,,
    kl saya suka minum air putih

    ReplyDelete
  3. banyak minum air putih, meski ketagihan, tapi efeknya menyehatkan :)
    terima kasih sharingnya ya mbak, salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... ternyata air putih bisa bikin nagih juga ya Mba..

      Delete
  4. Saya juga pengin, Mbak. Tapi suliiiit... Godaan minuman manis itu luar biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap bener, aku juga sering sengaja enggak mau lihat rak-rak minuman manis kemasan.. T_T

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...