Thursday, 1 December 2016

What's In My Everyday Backpack & How I Organize It

Assalaamu'alaikum...!! ^_^


Sebenarnya saya sudah lama pingin bikin postingan tentang ini. Dari saya yang dulu suka pakai shoulder bag (tas selempang kecil), tas sedang sampai beberapa minggu ini pakai standard backpack. Pingin juga sih, beli tas yang baru, tapi tas-tas yang lama masih pada bagus, agak sayang kalau dihibahkan. Misalnya pun dihibahkan, itu tas bukan barang baru dan bukan tas bermerk, jadi enggak enak saja gitu. Akhirnya saya memutuskan untuk dipakai saja sampai rusak nantinya. Kalau enggak salah hitung, saya hanya membeli 2 tas dan 1 pouch dari semua tas yang saya punya. Sisanya adalah pemberian teman, saudara, temannya suami, dan isi goodiebag. Kayak backpack yang mau saya omongin di postingan ini adalah (kalau enggak salah ingat ya ^_^) isi goodiebag waktu ada talkshow parenting bareng Nutrisi Untuk Bangsa (Sari Husada).

Backpack ini adalah backpack paling ringan dari semua backpack yang saya punya. Jadi cocok lah kalau dipakai sehari-hari. Walaupun sudah pakai backpack yang artinya saya bisa bawa barang lebih banyak dari biasanya, saya tetap enggak suka bawa barang banyak-banyak. Yang sekarang saya bawa pun menurut saya kebanyakan.

Ada yang unik dari orang-orang Jakarta, khususnya para pengguna transportasi umum macam commuter line seperti saya. Ketika memasuki stasiun sampai di dalam kereta, backpack tidak diposisikan di punggung, melainkan di depan. Tujuannya adalah menghindari copet dan memudahkan ketika keluar dari commuter line. Jadi untuk Teman ReeNgan yang baru datang ke Jakarta, jangan heran bila banyak yang memakai backpack di depan ya ^_^.

Backpack yang saya pakai ini terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian depan yang mirip pouch berresleting, bagian utama, dan tempat laptop di dalam bagian utama. Kesimpulannya adalah tidak banyak kantong di backpack ini, hehehe. Padahal saya suka sekali dengan tas yang banyak kantongnya, tapi ya okelah enggak apa-apa.

Isi Backpack

Saya pun akhirnya membagi barang-barang yang saya bawa menjadi 3 bagian, yaitu
  • barang-barang yang setiap hari saya perlukan, saya taruh di bagian depan
  • buku, kosmetik, alat elektronik, dan alat tulis, saya taruh di bagian utama
  • payung, dan mukena di bagian laptop (kadang kalau lagi butuh bawa laptop ya saya taruh di sini)
  • HP dan botol air minum biasanya saya tenteng. Kalau sedang riweh, botol air minum saya masukkan ke bagian laptop

ISI BAGIAN DEPAN


Tas bagian ini saya isi dengan barang-barang yang setiap hari saya perlukan dan saya butuh cepat. Seperti kunci, uang transport, kartu commuter line, kartu transjakarta, tissue, & masker. Karena diletakkan di depan, saya jadi tidak perlu membuka bagian utama untuk menemukannya. Contohnya uang transport, ketika akan membayar ongkos angkot, saya tinggak membuka bagian depan lalu mengambil 2 lembar Rp 2.000 an dari kantong uang transport. Hehehe... saya memang sengaja menyediakan uang pecahan Rp 2.000 untuk uang transport biar lebih praktis dan cepat saja. Kartu commuter line juga saya letakkan di depan karena terkadang ketika saya baru sampai pintu stasiun, kereta tujuan saya sudah datang. Dengan meletakkan kartu tersebut di bagian depan, saya tidak perlu mengubek-ubek bagian utama tas ^_^.

Postingan saya tentang : Manfaat Menyiapkan Uang Transport Yang Pas

Isi lain dari bagian depan adalah pouch kecil yang berisi bekas kaleng permen yang sekarang diisi peniti & jarum pentul kalau-kalau ada yang butuh, kantong plastik, gunting kuku, permen herbal, dan tusuk gigi. Sebenarnya saya ingin beli Swiss Knife, tapi belum kesampaian juga. Kantong plastik ini saya pilih yang tebal dan ukuran kecilnya kantong mini market. Tujuan awalnya sih untuk tempat sampah sementara selama saya belum nemu tempat sampah. Tapi kenyataannya bisa untuk banyak hal, contohnya kalau lagi diberi tempe oleh pak Boss ^_^.

Postingan saya tentang : Tempe Goreng Kriuk Tanpa Tepung (tempenya pemberian pak Boss)

Ada pouch kecil lain lagi di bagian depan, yaitu tempat snack, karena saya ini orangnya gampang lapar. Dan kalau sudah menahan lapar terlalu lama, kepala jadi pusing, badan menggigil & perut mual-mual.

ISI BAGIAN UTAMA

Isi di bagian utama ini, barang-barangnya saya bagi-bagi menurut fungsi dari barang itu. Lalu saya masukkan ke dalam pouch terpisah. Kebetulan saya dapat banyak pouch dari goodie bag acara-acara blogger yang saya datangi. Bagian utama ini saya isi dengan
  • tongsis (yang belum pernah saya pakai), 
  • payung (walaupun lagi enggak musim hujan, harus selalu ada payung di tas)
  • buku blogging (fungsinya untuk menulis ide yang tiba-tiba datang menghampiri)
  • buku bacaan (sekarang ini saya mulai membiasakan diri membaca buku lagi kalau lagi daripada melamun)

  • pouch elektronik (isinya charger yang kabel datanya bisa dilepas, headset, power bank yang kabelnya sudah built in, flashdisk, peralatan pendukung tongsis) 

  • pouch kosmetik untuk sekadar touch up (isinya pelembab wajah, bedak tabur, lipstik, lip balm, cermin, dan ada pembalut juga di sini, hehehe)

  • pouch lain-lain (isinya random, mulai dari voucher belanja, buku tabungan, jadwal mengajar di bimbel, notes kecil, pulpen, & marker)
  • dompet (saya tidak menyimpan banyak uang dalam dompet, biasanya hanya ada uang tetap yang diambil waktu keadaan darurat saja, dan uang makan siang saya hari itu. Isi lainnya adalah KTP, ATM, catatan diri, catatan telepon penting macam pemadam kebakaran atau ambulans, & kartu nama)

Postingan saya tentang : Cara Praktis Memesan Kartu Nama Secara Online

TEMPAT LAPTOP


Di backpack ini disediakan tempat laptop, tapi jarang sekali saya isi dengan laptop. Seringnya saya isi dengan mukena. Mukenanya saya masukkan lagi ke dalam pouch sedang yang saya dapat dari acara Ngopi Bareng Nova. Namun, kalau saya sedang pergi ke suatu tempat yang saya yakin bakal ada mukena di situ (dari rumah ke bimbel), saya tidak membawa mukena. Tapi kalau ke mall atau tempat yang saya enggak yakin ada mukenanya di situ atau mukenanya sedikit, saya sempatkan membawa mukena. Mukena yang saya bawa adalah mukena yang sama dengan yang saya pakai di rumah. Alasannya? Hemat cucian ^_^. Kenapa ke mall juga saya bawa mukena, padahal di mall besar pasti ada mushollanya? Ceritanya saya pernah ke salah satu mall di Jakarta, dan mukena dari musholla tersebut dipakai semua sedang waktu sholat saat itu sudah semakin di akhir. Dari situ saya putuskan untuk membawa sendiri saja. Di tempat laptop ini, kadang saya memasukkan buku pelajaran juga.

Isi tas saya, saya sesuaikan dengan besar kecilnya tas dan keperluan saya saat itu. Dulu saya meletakkan semua barang tanpa memisahkannya ke bagian-bagian tertentu. Saya jadi sangat kerepotan saat mencari barang yang sedang saya butuhkan. Kemudian saya terinspirasi saat melihat Nikki di channel youtube At Home With Nikki waktu dia bahas cara mengatur tas kerjanya. Dia membagi barang-barangnya ke dalam pouch-pouch yang lebih kecil. Terimakasih ya Nikki, sekarang saya lebih mudah mencari barang-barang yang saya butuhkan. Untuk pouchnya sendiri, saya sengaja memakai warna yang berbeda agar saya ingat letak barang saya ada di pouch yang mana.

Teman ReeNgan sendiri, pernah enggak kesusahan mencari kunci rumah, motor atau mobil sampai harus mengeluarkan semua isi tas? [] Riski Ringan

21 comments:

  1. rapih banget mba,,,padahal tasnya kecil

    ReplyDelete
  2. hehe samaan , saya juga suka simpen brg2 di pouch2 kecil

    ReplyDelete
  3. Tipsnya kereen, mbak. Perlu mulai ngoleksi pouch kecil ini kaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, terimakasih ^_^. Seadanya pouch di rumah saja, Mba Enny.

      Delete
  4. Keliatan banget mbak orangnya perapih dan teratur. Sesuai dengan isi tasnya yg rapi jali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, Mba Emi bisa saja. Itu biar saya enggak kerepotan cari barang di tas, Mba ^_^.

      Delete
  5. rapih banget wow maisng-masing ada pouch nya lagih. aku mana bisa huhuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa, Mba Maya bisa kok. Mau saya bantuin?

      Delete
  6. saya mbak. tas sling yg blong ga ada sekatnya blas.kudu pake pouch2 ini.

    jadinya frontpack ya bukn backpack lagi. hihi...

    tfs mbak.

    ReplyDelete
  7. Sepertinya tasnya kecil ya.Tapi muat banyak.Enaknya terdiri dari tiga bagian nggak usah susah susah cari barang-barang .Aku nggak pernah pakai backpack.Semua barang nyampur jadi satu.Kalau pas cari kunci jadi susah.

    ReplyDelete
  8. Jadi blogger emang enak za, sering dpt godibag gratis yang beraneka rupa

    ReplyDelete
  9. wah tipsnya membantu (banget), secara aku acak acak banget. Hihiihi..Thanks for sharing Mbak! LAFF!

    ReplyDelete
  10. hahaha, tas taruh depan itu gw sebut dengan "mode kereta" mba.
    kadang enggak sadar udah turun stasiun, lalu cari angkot masih dalam mode kereta XD.

    Iyah bener, kek commuter line, hair cap maupun masker mulut, saya taruh tas depan atau kantong kecil kanan-kiri jadi tinggal "clep" masukin balik tnpa buka resleting. hihihi


    salam kenal mba :))

    ReplyDelete
  11. Suka sama tips dan idenya deh, akupun baru mau melakukan seperti itu biar nda rempong pas cari sesuatu :)


    Btw itu kantong plastiknya awalnya nda ngeh krena sama2 warnanya putih dgn backgroundnya hehe, cara lipet plastiknya sama kayak yang papaku ajarin ke aku mba itu ^_^ Terus lipstik ijonya samaan sama punyaku, dapaet oleh2 dari saudara waktu umroh hehe

    ReplyDelete
  12. wah ternyata pake banyak pouch ya. lucuk2 pouchnya.
    kalo aku pake bag organizer

    ReplyDelete
  13. Lengkap amat mba :D
    ternyata barang sebanyak itu muat ya, padahal tasnya kecil aja. jadi pengen beli backpack juga deh ^^


    ReplyDelete
  14. Pake backpack emang enak ya, karena muat banyak. Aku belum serapi ini sih. Padahal pouch banyak. Baca postingan ini jadi kepikiran untuk memberdayakan pouch-pouch yang ada..

    ReplyDelete
  15. Wahh...komplit bangett! Sejak bahu mudah pegel, isi tas saya nggak banyak lagi. Suka salut sm yg berdiri di kereta tp tetep pakek backpack.. cinta pouch juga :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...