Thursday, 4 May 2017

D.I.M.L #5 : Petualangan Menukar Uang Cetakan Baru

Assalaamu'alaikum...!! ^_^


Masyaa Allah! Sudah lama sekali ternyata saya enggak update postingan Day In My Life (red-sehari bersama Riski ^_^). Terakhir update itu November 2016, sungguh terlaluh! Hari ini saya mau menceritakan pengalaman saya yang terjadi kemarin, Rabu (3 Mei 2017). 

Seminggu ini, jadwal mengajar di bimbel lumayan padat, bisa dari pagi sampai malam. Biasanya, tanggal 28 itu suami saya sudah punya stok uang pecahan 2000 IDR untuk ongkos angkot saya. Namun, hari itu, belum ada uang pecahan tersebut. Lalu saya berinisiatif, bagaimana bila saya sekalian menukar uang untuk ongkos dan untuk persiapan Idul Fitri di Bank Indonesia. Nah, kebetulan kemarin itu saya masuk sore di bimbel, saya langsung dapat ide, bagaimana kalau menukar uangnya hari itu saja, hehehe.

Postingan lainnya : Manfaat Menyiapkan Uang Transport yang Pas

Akhirnya, di pagi hari, saya sudah menghitung dan menyiapkan uang sejumlah yang mau saya tukar. Saya sudah mention twitternya Bank Indonesia, sih. Saya menanyakan apakah di BI bisa menukar uang cetakan baru, tapi belum dijawab. Namun, saya nekad saja datang ke kantor BI di Jakarta (di dekat Monas). Setelah siap-siap, saya baru mencari rute terdekat ke BI. Tadinya mau naik ojek online saja langsung ke sana, tapi entah kenapa kepikiran buat naik kereta saja. Akhirnya saya menemukan stasiun terdekat dengan lokasi BI, yaitu stasiun Gondangdia (berarti saya harus naik Commuter Line jalur Bogor- Jakarta Kota). 
Stasiun Gondangdia, Jakarta
Sesampainya di stasiun Gondangdia, lagi-lagi saya kepikiran pengen naik ojek pangkalan saja. Saya sudah tahu bahwa akan jauh lebih mahal ongkosnya dari ojek online. Salahnya saya, saya hanya menyebutkan tujuan saya saja yaitu Bank Indonesia, tanpa menyebutkan di pintu mana saya harus turun. Fyi, pintu masuk ke gedung tempat penukaran uang ada di Jalan Budi Kemulyaan (di sebelah selatan kantor pusat Indosat Ooredoo). Si Abang ojeknya menurunkan saya di pintu masuk yang di Jalan Kebon Sirih. Saya pikir bakal bisa masuk lurus saja dari pintu itu, tapiiiii ternyata enggak bisa. Saya harus memutar membentuk huruf U. Sebenarnya kalau tidak sedang tergesa-gesa, jaraknya enggak terlalu jauh. Tapi karena saat itu sudah menunjukkan pukul 10.26 WIB, sedang tempat penukaran uang tutupnya jam 11 lebih WIB, maka saya berusaha jalan cepat.

Postingan lainnya : Tempat Favorit Menukar Uang Kecil

Cobaan selanjutnya adalah kartu akses saya tidak bisa digunakan di pintu-pintu penghubung antar gedung. ((sekilas info: jika masuk ke BI dan kita adalah pengunjung, maka di pintu masuk, kita harus menukarkan kartu identitas kepada petugas yang akan diganti dengan kartu akses pengunjung). Untungnya satpam di gedung itu baik-baik, jadi saya bisa melanjutkan perjalanan ke gedung C.

Sesampainya di gedung C, ketika saya bilang keperluan saya ingin menukarkan uang lusuh dan campuran yang tidak lusuh, bapak petugasnya menerangkan begini:
  • untuk saat ini, di sini (kantor BI) hanya digunakan untuk menukarkan uang yang sudah lusuh, uang rusak dan uang cetakan lama
  • untuk penukaran uang dengan cetakan baru kami arahkan ke mobil kas keliling Bank Indonesia
  • untuk jadwal bulan ini bisa Ibu lihat di tabel ini atau Ibu bisa telepon ke (021) 131
  • untuk hari Rabu ini karena minggu ganjil, mobil kas keliling terdekat sedang berada di ITC Roxy Mas dan akan beroperasi sampai jam 13.30 an WIB

Postingan terkait : Cerita Menukar Uang Lusuh di Bank Indonesia

Iyah, lagi-lagi ini karena keteledoran saya, kenapa saya tidak mencari informasi dulu mengenai tata cara penukaran uang itu T_T. Akhirnya, saya pergilah ke ITC Roxy Mas naik ojek online. Waktu itu, mobil kas keliling BInya parkir di pintu belakang Roxy. Saya sudah senang sekali, dengan senyum mengembang, peluh bercucuran dan langkah riang, saya melangkah ke mobil kas itu. Pas sudah sampai di depan mobilnya, Bapak Polisi yang menjaga bilang kalau persediaan uang cetakan baru hari itu sudah habis. Hikssssss....!! Dengan langkah gontai, saya masuk dulu ke dalam ITC Roxy Mas buat ngadem dan minum air dari bekal yang saya bawa. Tadinya mau ke swalayan Hari-hari yang ada di situ, tapi jam sudah menunjukkan pukul 12 kurang sedikit, saya takut terlambat sampai di bimbel.
Salah satu wajah Jakarta di pinggir sungai sebelah ITC Roxy Mas

Lalu saya berjalan keluar menuju angkot yang ke arah Benhil, saya duduk di pojok belakang sambil melemaskan badan dan pasrah dengan apa yang terjadi selanjutnya, hehehe. Dari semua yang saya alami hari itu, ada banyak hal yang saya syukuri, diantaranya saya jadi tahu tentang penukaran uang dan jadwalnya, serta kemungkinan kemarin itu ada banyak lemak yang terbakar dari tubuh saya, YES!! ^_^

Jadwal Kas Keliling Bank Indonesia di Jakarta pada bulan Mei 2017

Sesampainya di bimbel, saya beristirahat sebentar lalu memulai aktivitas yang harus saya kerjakan hari itu. Pulang dari bimbel, teman tentor menawarkan untuk ikut mobilnya sampai di stasiun bareng-bareng dengan teman-teman lain yang searah, alhamdulillah..!! ^_^. Waktu mau dekat stasiun, saya baru ingat kalau malam itu saya ada jadwal privat di Benhil. What!! Lagi-lagi saya pasrah, mem-WA Ibu si anak untuk mengganti hari privat. Saya harus beristirahat.

Teman ReeNgan bagaimana harinya kemarin? Saya menganggap, hari saya kemarin itu AMAZING in a good way! ^_^. Oh iya, btw Teman ReeNgan mudik lebaran enggak tahun ini? Kalau mudik, boleh banget lho kalau mau mampir di postingan tentang mudik di blog ini : http://www.riskiringan.com/search/label/Mudik
Terimakasih ya Teman ReeNgan sudah membaca postingan ini sampai selesai. Love you all deh! [] Riski Ringan

7 comments:

  1. Waduh, kalau aku ada di posisimu kayaknya udah lecek muka, bedak udah luntur sama keringat hahaha... Aku baru punya uang baru yang 5.000an, itu juga pas ada yang setor uang kas nemu itu terus aku tukerin. Mau dibelanjain kok sayang, ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di bimbel aku cuci muka trus touch up make up lagi Teh, hahahahaha. Buat lebaran Teh, lebaran... ^_^

      Delete
  2. penting banget neh tahu infonya sebelum lebaran. Pas banget mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk Kak, sebelum penuh pada mau nukar uang baru... ^_^

      Delete
  3. Pertanyaannya, kenapa harus tukar uang baru ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di postingan tertulis bahwa saya punya banyak uang lusuh, nah karena saya mau nukar di BI, saya pikir sekalian saja nukar uang-uang yang sudah lecek lainnya dengan uang nominal baru.
      Inti dari semua kalimat di atas adalah, "pengen saja Kak" hehehehehe ^_^

      Delete
  4. Jujur ...
    saya baru tau kalau ada mobil kas keliling Bank Indonesia

    Nanti saat hampir lebaran ada nggak ya?
    Pasti laku didatangi orang yang ingin menukar uang untuk salam tempel

    salam saya

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...