Thursday, 29 January 2015

Tempat Favorit Menukar Uang Kecil

Assalaamu'alaikum... ^_^

Semenjak menggunakan sistem amplopnya Dave Ramsey untuk mengatur keuangan pribadi dan keluarga, mau tidak mau, saya lebih banyak menggunakan uang tunai daripada kartu. Walaupun beberapa kebutuhan masih harus menggunakan kartu. Pos-pos kebutuhan yang menggunakan uang tunai diantaranya ongkos transport, belanja harian, makan siang, pulsa, dan isi kartu commet. Nah, dari sinilah akhirnya saya jadi semakin sering menukar uang nominal besar (Rp 50.000 & Rp 100.000) menjadi uang kecil (Rp 2.000, Rp 5.000, & Rp 10.000). Sebetulnya bisa sih nggak ditukar, tapi nanti jadi lama menanti uang kembalian dan bisa-bisa malah jadi boros karena merasa masih punya uang, hehehe.

Berawal dari kebiasaan baru itu, akhirnya saya mempunyai beberapa tempat favorit dengan waktu-waktu yang baik untuk menukar uang kecil.

Bank
Bank adalah tempat favorit pertama saya menukar uang kecil. Ada beberapa kelebihan menukar uang di bank. Pertama, menukar uang di bank itu aman, kita nggak usah khawatir uang yang kita terima adalah uang palsu. Total uangnya pun akan dihitung ulang beberapa kali untuk memastikan kebenaran jumlahnya. Kedua, mereka punya hampir semua nominal uang kecil yang saya sebutkan tadi. Namun, ada juga kekurangannya, yakni terkadang belum tentu nominal uang yang kita butuhkan itu ada, apalagi kalau kita mintanya yang masih baru. Ya, saya memang biasanya datang ke bank saat istirahat siang, jadi mungkin belum ada stok uangnya. Kalau datangnya sekitar jam 14.00, ada nggak ya??.

Pom Bensin
Tempat ini merupakan tempat favorit saya yang kedua, karena kebetulan tempat kerja saya dekat dengan pom bensin. Pom bensin yang punya banyak uang kecil biasanya pom bensin yang dilalui jalur angkot. Seperti halnya ke bank, saya hanya bisa menukar uang saat jam istirahat. Namun, agar tidak mengganggu tugas dari petugas pom bensin, biasanya bertanya dulu, apa bisa menukar uang langsung di situ atau di kantor. Kekurangan menukar uang di pom bensin adalah tidak semua nominal uang kecil ada, dan jumlahnya tidak dapat dipastikan. Malah terkadang kurang selembar. Ya kan, mereka tidak punya mesin hitung uang yang seperti di bank. Lalu, uangnya tidak rapi, hehe. Walaupun begitu, saya tetap suka menukar uang kecil di pom bensin.

Minimarket
Saya tidak selalu menukar uang kecil di minimarket, karena saya tahu mereka juga membutuhkannya untuk uang kembalian. Biasanya saya menukar uang saat minimarket mendekati jam tutup, seperti jam 21.00 atau 22.00. Itu pun dengan jumlah yang sedikit, kurang dari Rp 200.000.

Parkir Motor
Parkir motornya bisa parkir motor profesional, bisa ke tukang parkir motor biasa. Waktu menukar uangnya pun hampir sama dengan waktu menukar uang di minimarket. Dan jumlah uang yang ditukar lebih sedikit lagi dari di minimarket.

Pool Angkot
Jarang kan ya yang menukar uang di pool angkot. Ini pun karena rumah saya dekat dengan pool angkot. Biasanya bila saya lupa menukar uang di bank dan pom bensin yang dekat kantor. Waktu menukar uangnya itu sekitar jam 11.00 atau jam 17.00, saat pergantian sopir dan saat setor ke bos angkot. Biasanya agak lama, karena uang harus dihitung manual dulu, hehe.

Inang-inang
Inang-inang itu orang yang pekerjaannya menjajakan beragam nominal uang untuk ditukar. Mereka mendapatkan imbalan dari jasa menukar uang itu. Makanya inang-inang ini saya tempatkan di urutan terakhir, hehe. Inang-inang biasanya ada di terminal, stasiun, atau di tempat wisata. Untuk wilayah Jakarta, inang-inang ini bisa setiap hari kita jumpai di dekat Stasiun Jakarta Kota, dekat Museum Bank Mandiri. Di hari-hari biasa, kita bisa menawar persentase jasa yang harus kita bayar, tapi ketika mendekati hari raya, kita sudah tidak bisa menawar lagi. Jadi pas mendekati hari raya, jasa mereka dibayar sekitar 10% dari jumlah uang yang mau kita tukar, misalnya mau menukar nominal Rp 2.000 sejumlah Rp 200.000, maka untuk merekanya sebesar Rp 20.000 dan untuk kita jadi Rp 180.000. Biasanya lagi, di inang-inang ini, uangnya sudah satu ikat, misalnya pecahan Rp 1.000 sebanyak 100 buah, Rp 2.000 juga 100 buah. 

Sebenarnya masih banyak lagi sih tempat menukar uang kecil, seperti Bank Indonesia (saya belum pernah menukar uang di sini), di penjaga toilet umum, di pengamen, di warung kelontong kecil di pinggir jalan, dan lainnya. Enam tempat di atas adalah tempat-tempat yang sering saya atau suami saya datangi ketika akan menukar uang kecil.

Pembaca ReeNgan punya tempat favorit untuk menukar uang kecil? Dimana saja? Mungkin bisa jadi referensi saya nantinya.

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...