Friday, 1 March 2013

NGENES

Sa dari kelas 4 SD ingin sekali jadi guru, dan alhamdulillah bisa kuliah juga di program studi pendidikan Biologi. Sekarang alhamdulillah lagi Sa sudah mengajar Biologi di MA (setara SMA tapi di bawah naungan Departemen Agama). 

Tapi sekarang Sa lagi ga mau bahas tentang materi Biologi. Ceritanya kemarin Sa ngadain ulangan harian untuk materi Pengelompokkan makhluk hidup. Salah satu pertanyaannya adalah "Apa peranan makhluk hidup tersebut bagi manusia (yang menguntungkan atau merugikan)?"

Nah salah satu murid Sa mengambil gambar orang utan, trus dia jawab pertanyaan lainnya, sampai pada pertanyaan di atas, jawabannya adalah seperti ini :
Jadi menurut dia, peranan orang utan bagi manusia adalah merusak lahan pertanian. Pas Sa baca jawaban ini, Sa langsung tercenung. Ya Allah, ini Sa yang gagal mengajar atau apakah karena faktor yang lain. 

Memang sering kita melihat koran atau berita di TV dengan judul "Segerombolan gajah merusak lahan pertanian di desa xxxxx" atau "Orang utan turun gunung merusak perkebunan singkong desa yyyy", dan parahnya ditulis dengan huruf besar-besar (namanya judul hurufnya besar).

Mungkin ini bisa disebut pembelaan Sa (terserah teman melihat dari sudut mana). Sa pernah sampaikan ke murid-murid Sa, bahwa gajah atau orang utan itu kenapa merusak kebun warga ya karena sumber makanan mereka di hutan habis. Kenapa habis? Ya karena hutannya sudah dijadikan lahan perkebunan oleh manusia. 
"Berarti manusia yang salah dong miss?" tanya muridku waktu itu.
"Sebenarnya kalau dibuatkan lahan khusus untuk mereka sebelum pembukaan hutan untuk perkebunan, mungkin mereka sekarang tidak akan merusak kebun warga." jawabku

Trus apa hubungannya jawaban siswa tadi dengan judul koran? Yah...karena anak segitu biasanya jarang beli koran, atau baca koran, jadi ketika melihat judulnya mereka langsung menafsirkan saja sesuai judul. 

Ya Allah, orang utan atau gajah itu hewan, mereka hanya punya naluri, dan naluri mereka meminta untuk bertahan hidup, salah satunya adalah dengan mencari makan. Kalau sumber makanan yang dekat dengan mereka habis, ya mereka akan mencari sumber makanan lainnya. Apa mereka tahu kalau sumber makanan baru mereka ternyata kebun milik manusia? Apa mereka harus minta izin dulu sebelum mencabut singkong atau jagung milik manusia? Dan mengapa sumber makanan mereka berkurang? Ya karena manusia juga lah, hutan tempat hidup dan makan mereka dibabat habis untuk dijadikan perkebunan, tanpa memikirkan nasib mereka. "Toh mereka hanya hewan." (Apa itu yang ada di pikiran para tukang babat hutan itu?).

Walaupun mereka hewan, tapi pertama mereka itu sama-sama makhluk ciptaan Tuhan, trus yang kedua mereka juga menduduki posisi penting dalam rantai makanan di dunia ini. Masih ingat peristiwa ulat yang mewabah di Jawa Timur kan? Disinyalir salah satu penyebabnya adalah sedikitnya burung Pipit pemakan ulat. HANYA BURUNG PIPIT, si kecil yang bagi sebagian orang tidak berarti, tapi kalau musnah, seperti itulah dampaknya. Nah bagaimana dengan orang utan atau hewan CRITICALLY ENDANGERED lainnya? Apakah dampaknya? Suatu saat jika mereka tidak ada, pasti manusia akan merasakannya. Semoga mereka terus menerus ada karena diselamatkan oleh manusia yang baik budinya.

JADI, BUKAN ORANG UTAN YANG MERUSAK LAHAN PERTANIAN MANUSIA....... tapi MANUSIA YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ITULAH YANG MERUSAK RUMAH SI ORANG UTAN.

Mari kita semua bijaklah dalam menilai sesuatu, jangan karena mereka kecil lalu kita menganggap mereka tidak berarti apa-apa, THAT'S WRONG!!

bersama kemelut dihati...

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...