Thursday, 28 March 2013

"Sakaw" dan Mandeg Ideku Terobati oleh KOPI


Awal bulan Maret ini saya disibukkan dengan banyak deadline. Siapa saya sehingga punya banyak deadline?? Saya adalah penulis skenario, merangkap salah satu aktor sekaligus evaluatornya, hehe.. saya seorang pengajar. Saya memang bukan penulis novel, cerpen, atau skenario film, tetapi saya penulis skenario pembelajaran, pelaksana skenario itu, dan juga membuat evaluasi dari skenario tersebut. Pusing?? Terkadang iya.

Balik lagi ke deadline, awal Maret ini sekolah mengadakan pendaftaran SNMPTN, try out dan ujian praktek untuk anak kelas XII, dan ujian tengah semester untuk anak kelas X dan XI. Jadi, karena guru mapelnya hanya satu orang per mapel, kami semua pastinya bertanggung jawab untuk membuat kisi-kisi soal, soal try out, UTS dan ujian praktikum, serta kunci jawabannya untuk mapel yang kami ampu. Saat itulah saya "sakaw", kepala pening dan berat, leher kaku, dan tidak enak badan. Hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah pulang ke rumah kemudian menyeduh secangkir kopi. Ya.. KOPI.. bukan yang lain.

Saya pun izin pulang untuk mengerjakannya di rumah. Di rumah saya menyeduh kopi instan yang ada di persediaan bulanan. Subhanallah.... serrrr.. baru semerbak harum kopinya saja sudah mulai mengendurkan saraf-saraf di kepala yang tadinya sangat kaku. Lalu srupuutt....tegukan pertama yang ya Allah sekarang saya sedang menikmati surga dunia, hangatnya memenuhi rongga dada dan perut, lalu TTHEEENG... sarafku pun smakin kendur sekendur-kendurnya, hanya tenang dan nyaman yang saya rasakan saat itu. 
Tapi tegukan pertama rasanya belum cukup, lalu saya teguk lagi dan lagi sampai habis, kemudian saya rebahkan tubuh sebentar. Dan voilla..!!!! Ide-ide itu pun mengalir deras, tidak sampai 3 jam saya sudah selesai membuat kisi-kisi, soal try out, soal UTS, materi ujian praktik, dan kunci jawaban.

Memang beberapa penelitian menyebutkan bahwa minum kopi bisa meningkatkan kerja psikomotorik dan kekuatan otak. Bahkan beberapa atlet juga minum kopi beberapa jam sebelum bertanding agar metabolisme tubuhnya meningkat. Namun, tetap ada batasan kita untuk mengkonsumsi kopi, dikarenakan adanya kandungan kafein di dalam kopi. Tubuh manusia mempunyai respon yang beragam terhadap kafein ini, ada yang cepat menguraikannya dan ada yang lambat. Kafein memang tidak boleh menumpuk dalam tubuh kita, efeknya sangat berbahaya jika terjadi penumpukan, contohnya kanker, stroke, penyakit jantung, dan darah tinggi. Kadar kafein yang bisa diterima tubuh manusia rata-rata sebesar 100-150 mg per harinya. Sedang dalam secangkir kopi rata-rata berkadar kafein 85 mg (id.wikipedia.org/wiki/Kopi). Tapi, jika kita mengkonsumsi kopi hanya secangkir perhari malah dapat menangkal efek dari radikal bebas. Dan ternyata efek negatif dari kafein ini bisa berkurang dengan melakukan proses perebusan pada kopi.

Lalu mengapa saya memilih kopi ketika saya "sakaw" atau mandeg ide? Ya karena kopi sudah saya kenal dari dulu sebelum saya tahu manfaat dan bahaya dari kopi. Nenek saya adalah penjual kopi bubuk homemade, dan dulu bapa adalah pecandu kopi walaupun dia tidak merokok. Kopi pertama saya adalah kopi hitam tubruk. Sensasi aroma dan rasa kopi itulah yang membuat kopi selalu menjadi pilihan pertama saya ketika saya menulis. Makanya saya tidak heran jika kebanyakan penulis selalu ditemani oleh secangkir kopi, apalagi setelah saya tahu efek positif dari kopi. Saya tidak punya kopi favourite, semua jenis kopi saya suka, tapi anehnya saya juga bukan pecandu kopi yang setiap hari harus minum secangkir atau bercangkir-cangkir kopi (inget, bercangkir-cangkir itu kurang bagus ya temans).

Yah... yang jelas saya suka kopi, kopi membuka pikiran saya untuk menemukan ide-ide dalam menulis, kopi juga bisa mempererat tali persaudaraan dan pertemanan, apalagi sesama blogger. Makanya, bagi bloggerwan dan bloggerwati yang diperbolehkan oleh dokter untuk minum kopi, MARI KITA NGOPI..!!! ^_^

LEBIH BAIK LAGI NGADAIN KOPI DARAT SAMBIL NGOPI DI WARUNG KOPI....
Srrruuupppuuuutttt.......aaahhhh....

Tulisan ini disertakan pada GA Lisa Gopar "Penulis dan Kopi"


Referensi:
http://eernawati.blogspot.com/2012/10/manfaat-bahaya-minum-kopi.html 
http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi

14 comments:

  1. aku kok belum suka kopi ya, lebih sakaw ke teh tawar :) good luck ya dnegan GAnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mba kyk suamiku, dia ga suka kopi. Ga papa mba, kita punya "kasakawan" yg berbeda, kan semakin beragam semakin bagus... hehehe makasih mba...

      Delete
  2. suka kopi luwak sachet-an ituhhh ; utk membantu kl lg ngantuk dan malas nulis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waa ktahuan kopinya.. hehe.. sama ka, klo lg berat kepala, daripada dilepas mending minum kopi anget dulu.. jadi seger

      Delete
  3. sarapan ku itu kopi. Langsung berasa kenyang kalo udah minum kopi.

    sekalian untuk pencahar juga hehehe. Pokoknya kalo perut udah begah, harus minum kopi untuk mancing pembuangan. Lancar deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah tau satu lg manfaat kopi nih, tapi sarapannya ya nasi atau roti dulu gitu baru kopi.. hehe.. trimakasih dan salam kenal.. ^_^

      Delete
  4. Terima Kasih Partisipasinya :)
    GOOD LUCK!

    Salam,
    Lisa Gopar

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih jg Mak, sudah ngadain GA ttg kopi :)
      Good Luck juga..!!! ^_^

      Delete
  5. sakaw? wahhh ...
    hihi, saya sukanya kopi luwak, enteng :p

    semoga sukses ikutan GA-nya

    salam manis,
    argalitha.blogspot.com ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. iya sakaw.. kopi luwak yg asli?? wiii mahal kan?? mau donk Mak.. hehe

      Delete
  6. setuju tuh, dari semua kopi paling enak ya kopi darat hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, soalnya bisa ngopi sambil dibayari.. hehehe.. eh ngobrol2 ding..

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...