Sunday, 16 July 2017

Perjalanan Feed Instagram Punya riskiringan Alias Saya Sendiri ^_^

Assalaamu'alaikum...!! ^_^


Lagi ramai bahasan tentang telegram ya akhir-akhir ini, tapi sayangnya saya enggak punya akun telegram, hehehe. Di postingan ini saya sedang ingin kilas balik perjalanan akun instagram saya.

Akun instagram saya adalah @riskiringan, hehehe sekalian promo ya.

Oh iya, tulisan ini saya buat setelah saya melihat beberapa akun instagram yang dibagikan oleh instagram di akunnya. Foto-foto mereka itu outstanding! Sebagian besar mereka menggunakan akun instagramnya ya untuk menyalurkan hobi dan bakat yang mereka punyai. Hampir semuanya sudah membranding akun instagramnya dengan kuat. Bisa lah dilihat dari foto-foto yang mereka bagikan. Setelah itu, saya melihat lagi foto-foto di akun instagram yang saya punya yaitu riskiringan tadi. Hmmmm.... krik... krik... krik. Bukan karena foto yang saya bagikan tidak bagus, semuanya bagus-bagus kok, kalau enggak percaya coba deh Teman ReeNgan lihat sendiri, hehehe. Tapi saya merasa bahwa saya masih kebingungan dengan apa yang mau saya bagikan lewat riskiringan.



Saya sebenarnya sudah lupa kapan membuat akun instagram, tapi dari foto pertama yang dibagikan, kemungkinan saya membuatnya di bulan Februari 2015. Wow, sudah 2 tahun lebih ya! Dan baru beberapa hari ini saya menemukan jati dirinya riskiringan. Baru beberapa hari ini setelah 2 tahun, saya tahu apa yang harus saya bagikan di sana. Telat kah? Enggak dong, enggak ada kata telat.

Kalau boleh dibilang perjalanan riskiringan itu sama dengan kehidupan. Mulai dari bayi yang masih harus banyak belajar, lalu masa remaja yang masih labil, sampai saatnya nanti dewasa. Trus sekarang ini, riskiringan ada di fase apa? Semoga saja sudah di remaja akhir menuju dewasa awal, semoga ya, aamiin 😇😇😇.

Saya cerita saja lah perjalanan riskiringan dari pertama dia lahir 💕💕💕.

Foto-foto pertama saya di instagram

Ketika riskiringan lahir, namanya bukan riskiringan, melainkan riskifitriasari. Tujuan saya membuat akun instagram ini adalah ikut-ikutan biar kekinian, beneran enggak bohong. Lalu setelah saya mengikuti semacam workshop tentang membranding social media, saya mengubahnya menjadi riskiringan. Alasannya agar sama dengan nama blog, nama fanspage di facebook, dan akun twitter saya. Tujuan posting foto di instagram pun mulai berubah, yaitu saya ingin membuat instagram menjadi media promosi tulisan di blog. Sekarang ini, tujuan riskiringan sudah bertambah lagi, bukan hanya sebagai media promosi tulisan blog, tapi juga menyalurkan kesukaan saya memotret.

Temanya sama dalam satu baris (3 foto)

Masih di awal-awal kelahiran riskiringan, karena tujuan membuatnya juga enggak jelas, jadilah postingnya pun jarang-jarang dan seenak hati. Apalagi waktu itu saya masih minder dengan hasil jepretan saya yang hanya dari kamera ponsel. Saya sempat berhenti posting dari bulan April 2015 sampai Agustus 2015. Kemudian mulai aktif lagi di bulan Oktober 2015. Tapi ya itu, masih belum niat lah, masih sekehendak hati mau posting apa dan kapan. Hal itu terjadi sampai akhir 2016. Lama juga ya ternyata. Sampai di Januari 2017, saya mulai rutin update foto sehari satu foto, sampai sekarang (kadang masih kelupaan, hehehe). Apakah ada pengaruhnya pada kenaikan follower? Mungkin ada ya, mungkin. Tapi memang, jumlah follower saya naik signifikan setelah saya posting foto secara rutin sih.

Warnanya seragam

Kemudian cerita soal hashtag. Foto pertama saya enggak pakai hashtag sama sekali. Jadilah yang nge-like hanya 4 orang. Kemudian saya mulai pakai hashtag. Sampai sekarang, hashtag yang menyertai foto selalu saya sesuaikan dengan fotonya dan apa yang ada di dalam fotonya. Kecuali buat foto endorse yang mengharuskan hanya menggunakan hashtag tertentu saja. Apa sih kegunaan hashtag? Yaa biar foto dan pesan yang mau kita sampaikan bisa lah dilihat oleh orang lain yang bukan follower kita. Selain itu, percaya enggak percaya nih, ada perbedaan jumlah like yang  sangat signifikan antara foto yang menggunakan hashtag dengan yang enggak pakai. Lebih banyak orang nge-like foto yang pakai hashtag

Satu tema (di foto sedang tema benda kecil tapi penting)

Lalu saya juga mau cerita soal jenis foto yang saya bagikan. Yang ini yang paling jelas menggambarkan kegalauan saya. Awal lahir, foto-foto di riskiringan itu random banget. Apa saja yang ingin saya bagi ya saya bagi. Lalu saya coba "merapikan"nya dengan mengupload foto bertema seragam dalam satu baris (berarti 3 foto). Kemudian saya lihat masih berantakan, sehingga saya pun mencoba mengupload 9 foto yang punya warna serupa. Tapi trus stok foto saya menipis, hehehe. Lalu ganti lagi menjadi 6 foto dengan tema yang sama (entah warnanya sama, atau punya kemiripan lainnya). Saya masih bosan juga, kemudian saya ganti dengan 2 foto dan 1 quote. Namun itu hanya bertahan sebentar karena saya menginginkan riskiringan hanya diisi oleh foto saja atau quote yang difoto. Jadilah seperti yang sekarang ini. 

2 foto, 1 quote
Saya pun mengubah riskiringan dari yang tadinya personal menjadi akun bisnis. Alasannya ini idealis saya banget, karena saya sudah menerima beberapa tawaran iklan yang harus disiarkan di riskiringan. Sehingga saya ingin lebih mudah saja bila harus mengirim laporannya.

Feed riskiringan terbaru

Hal yang berubah dari riskiringan pertama lahir sampai sekarang adalah caption. Dulu saya hanya memberi caption sekadarnya saja, bahkan sangat singkat. Waktu itu saya berpikir kalau foto saja sudah berbicara kan ya. Namun, semakin ke sini, saya berusaha memberikan caption yang "bercerita", walaupun kadang ada foto yang captionnya masih singkat (karena menurut saya fotonya sendiri sudah berbicara, hehehe). Caption foto itu terserah yang mengupload kok, mau panjang atau pendek. Suka-suka saja, yang penting nantinya jadi ada yang bilang "Saya suka... saya suka!" hahahaha enggak jelas banget nih saya.

Apalagi ya...? Oh iya, isi dari kolom "about me" juga berubah-ubah. Tepatnya saya lupa apa saja, tapi sekarang isinya ya seperti yang bisa Teman ReeNgan lihat di instagram riskiringan.


Sudah ah ya ceritanya, hehehe. Saya tidak mau menghakimi apapun yang Teman ReeNgan bagikan di akun instagram punya Teman ReeNgan karena itu adalah haknya Teman ReeNgan mau membuatnya seperti apa. Bila ada yang berpikiran, "Ah instagramku juga masih acak adul fotonya", jangan kecil hati. Dari yang saya dapatkan di beberapa workshop adalah yang penting brandingnya & fotonya tidak ngeblur parah. Mau fotonya tidak seragam, kalau memang brandingnya seperti itu, ya teruskan saja 😘😘😘😘. Dibawa happy saja mau mengupload apapun di instagram (asal jangan yang menyinggung SARA, pornografi atau pornoaksi, bullying, atau bunuh diri yang disiarkan langsung ini cemen).

Foto di riskiringan yang paling banyak like-nya

Teman ReeNgan punya akun instagram? Boleh lho ditulis di kolom komentar, insyaa Allah saya follow. [] Riski Ringan

3 comments:

  1. wih... akun ig nya termanage dengan baik ya... keren mbak... oh ya jangan lupa kepoin ig ku ya... @nofan_fun . terima kasih... hehe

    ReplyDelete
  2. keren mbak followernya banyak :)
    Salam kenal, oh ya ig aku @mt.maktami

    ReplyDelete
  3. iya, mereka yang direpost sama instagram pusta itu disebut suggested user. sering2 aja liatin foto mereka, makin lama skill dan sense of art kita bertambah

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...