Sunday, 22 December 2013

Ibu, Cintamu Tiada Akhir

Ibu, dulu ketika usia saya masih 5 tahun, saya memanggilnya ibu, tapi panggilan saya padanya berubah menjadi Mama setelah saya 6 tahun. Mengapa? Entah..

Mama adalah sosok yang tegas, menurut saya waktu itu cenderung galak. Beliau sangat keras mendidik anak-anaknya, yang kesemuanya perempuan. Alasannya? Entah, saya tidak bertanya ataupun menganalisanya. Saya pikir itu wajar, karena kami perempuan, jadi mungkin agar kami tidak manja. Hanya itu yang saya tahu.

Saya baru tahu watak Mama setelah saya SMA. Mungkin saya waktu itu mulai berfikir dan menganalisa. Hmmm... dibalik ketegasannya, Mama adalah sosok yang sensitif atau perasa. Kenapa? Saya sering melihat Mama menangis sendiri di kamar, entah karena apa. Saya tidak berani menanyakan. Oke.. sampai sini, mungkin ada yang beranggapan kalau Mama saya adalah sosok yang misterius dan kurang humoris. Tidak kok, Mama adalah sosok yang humoris.

Saya ingat sekali kami sering berdiskusi selepas sholat maghrib, dan Mama sering melemparkan candaan-candaan ringan yang membuat kami tertawa. Pada postingan kali ini saya hanya akan mengingat Mama dari sudut pandang saya saja.

Mama itu tidak bisa memasak, hehehehe... tapi Mama mau mencoba dan berusaha memasak. Ada beberapa masakannya yang menjadi legenda untuk saya. Contohnya, tumis buncis, bening bayam, cah selada, sop sayuran, sayur asem, telur dadar, kue nagasari. Pernah suatu ketika Mama mencoba membuat rempeyek kacang, enak sekali hasilnya, tapi setelah itu tidak lagi, katanya capek. Ya.. Mama memang mudah capai.

Sering saya lihat, sepulang mengajar murid-muridnya di SD dekat rumah, Mama berganti baju, makan siang, sholat, lalu tertidur pulas sampai sore. Sorenya bangun dan melakukan aktivitas rumah tangga. Mama adalah ibu yang bertanggung jawab pada kami anak-anaknya dan suaminya. Mama memang suka marah-marah, tapi setelah itu pasti langsung mereda dan tidak pernah mengungkitnya lagi. Kami maklum, mungkin memang karena stress di sekolahnya.

Oh iya.. tadi saya bilang kalau Mama adalah orang yang bertanggung jawab. Buktinya banyak, saya sebutkan beberapa, Mama sendiri yang mengajari kami sholat, dari gerakan hingga bacaan. Saya ingat saat itu, seharian kami bertiga diajari sholat sampai kami hafal dan paham. Ya tentunya dengan gaya mengajar Mama yang tegas. Walaupun Mama tidak bisa memasak enak, tapi setiap hari selalu ada masakan Mama terhidang di meja untuk kami. Dulu, gaji seorang PNS guru SD tidak seberapa, tapi Mama terus menyemangati kami untuk sekolah dan menyuruh kami untuk tidak ikut memikirkan masalah biaya.

Sewaktu SD,  saya pernah diajar oleh Mama, sewaktu saya kelas 6 SD, guru kelas saya adalah Mama saya sendiri. Saya ingat sekali Mama sangat berdedikasi dan adil dengan semua muridnya termasuk saya. Pernah saya lupa tidak mengerjakan PR, dan Mama menghukum saya berdiri di depan kelas hingga saya menangispun Mama tidak bergeming. Saya sadar itu salah saya, tapi saat itu adalah pertama kalinya saya tidak mengerjakan PR. Hehehehe... malu sendiri kalau mengingat hal itu.

Sewaktu kuliah, saya pernah difitnah oleh seseorang, dan Mama adalah orang yang sangat tidak percaya kalau saya melakukan apa yang dituduhkan kepada saya. Hanya Mama tidak menunjukkannya ke saya, Mama hanya diam dan memberikan sedikit nasihat untuk saya. Mama juga menyuruh saya untuk diam dan menerima keadaan, biar Allah yang membukakan kebenarannya.

Mama tidak pernah mengantarkan saya dan adik-adik ke sekolah, dari SD sampai kuliah. Kami sangat maklum karena Mama juga mengajar pagi dan Mama harus tepat waktu, lagian Mama juga punya mabuk kendaraan yang parah. Itulah sebabnya, Mama tidak pernah mengunjungi kami sewaktu kami kuliah, Mama takut merepotkan kami, kami sering berargumen tentang ini (ahh Mama... padahal kami ingin menunjukkan ke Mama kalau kami bisa mandiri.. :) ). Berkaitan dengan mabuk kendaraan ini, Mama tidak pernah naik kendaraan umum ataupun pribadi sendirian. Sewaktu Bapa terkena serangan jantung, beberapa bulan yang lalu, Mama harus pulang ke rumah untuk mengurus keperluan NUPTK yang tidak bisa diwakilkan (ohh... birokrasi, bisakah anda sedikit mengerti). Dan waktu itu tidak ada yang bisa menemani Bapa selain saya (adik bungsu saya sedang hamil kedua dan anak pertamanya juga sedang sakit, adik saya satunya juga sedang sama-sama mengurus NUPTK). Saya tidak bisa meninggalkan Bapa, tapi saya juga sangat khawatir dengan Mama, karena itu adalah perjalanan pertama Mama sendirian dengan bis. Selain itu, Mama juga belum sembuh dari mabuk kendaraan. Saya mengantar Mama sampai bis Mama berangkat. Walaupun muka ini terlihat biasa, tapi tangan ini kemudian memencet nomor HP adik ipar, saya minta dia untuk menjemput Mama di terminal tujuan.

Ah... Mama, banyak sekali kenangan yang tidak bisa saya tuliskan disini. Mama adalah tempat saya menimba ilmu kehidupan. Saya menjadi sangat sangat sangat hormat setelah saya merasakan bagaimana rasanya melahirkan seorang bayi. Mama, Bapa dan adik-adik, keluarga saya, adalah tempat yang pertama kali akan menerima saya walaupun saya melakukan kesalahan sekalipun atau dituduh sedemikiannya oleh orang lain.

Mama, Selamat Hari Ibu. Semoga Allah selalu memberikan kasih sayang dan barokahnya untuk Mama, Bapa dan adik-adik. Apapun yang orang lain katakan tentang Mama, saya tetap sayang Mama.

12 comments:

  1. Ibu, tempat menimba ilmu kehidupan.. :')

    ah semoga saat aku nikah nanti, masih ada Mama di sisiku :')

    ReplyDelete
  2. Ibu Saya juga jarang bepergian karena mabuk kendaraan juga,, hehee....

    Selamat hari Ibu...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mba, sama, melas kalau harus bepergian naik kendaraan umum..

      Delete
  3. Kalau ibuku dulu paling suka mendongeng selepas maghrib.... , maklum saat itu listrik belum masuk di daerrahku..., jadi sebagai pengantar tidur kami...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama, tapi Mama mendongengnya kalau anak2nya masih rame walau jamnya sdh jam 9 malem.. :D

      Delete
  4. Rasanya tak ada yang mampu dilakukan untuk membalas semua kebaikan dan cinta kasih seorang Ibu terhadap anak dan keluarga. Tak mengherankan kalau sosok Ibu begitu spesial dan sangat layak diberikan satu hari khusus untuk Ibu.
    Selamat hari ibu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... dari mulai mengandung, melahirkan, sampai merawat kita hingga kita bisa mandiri.. Harta melimpah ruah pun tidak akan mampu melunasi pengorbanan ibu. Hanya menjadi anak shaleh dan berbakti serta mendoakannya saja yg bisa kita lakukan... :)

      Delete
  5. selamat hari ibu maaak...bakti dan doa tak putus untuk Ibu, untuk semua yang telah diberikannya kepada kita...btw mak, ikutan GAku yuu...bisa cek di sini jika berkenan ..tentang perjalanan tak terlupakan:D...http://indahnnuria.blogspot.com/2013/11/my-itchy-feet-2-giveaways-for-dear.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya punya banyak perjalanan tak terlupakan Mak.. tapi kebanyakan tidak diabadikan kamera.. hiks.. :(

      Delete
  6. akhirnya, turun dari kendaraan mamanya gimana kondisinya? *penasaran.
    mamamu hebat. meski guru untuk anak sendiri tapi tetap bisa profesional.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kata adik sih biasa saja.. dan hebatnya Mama enggak mabuk kendaraan... fiyuh.. lega banget deh mak dengernya.. :)
      hehehe... iya profesional, saya belajar itu juga dari Mama...

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...