Wednesday, 21 January 2015

#SundaySharing13 - Membranding Twitter Kita

Note: Semua foto yang digunakan dalam postingan ini adalah milik blogdetik.

e-poster Sunday Sharing 13
Hari Minggu (18/1/2015) cuaca pagi itu mendung-mendung menggoda, hawa dingin membuat malas untuk beranjak dari tempat tidur, inginnya menarik selimut lebih rapat lagi, hehehe... Tapi hari itu ada acara #SundaySharing yang harus saya ikuti, habisnya temanya itu menarik banget, "Konsisten dengan Personal Branding dan Dari Ngetwit Bisa Dapat Duit", hehehe.. ada kata duitnya jadi sayang kalau nggak ikut. Akhirnya saya pun meluncur *diantar suami* ke gedung Aldevco Octagon Jl Warung Buncit Raya No.75, lalu naik ke lantai dua, dan taraaaa.... gile Ndroo pesertanya sudah buanyak yang datang.

#SundaySharing kali ini adalah yang ke-13, sesuai dengan angka 13 di belakangnya, maka yang diminta menjadi narasumber ya yang horor-horor yakni Kaka @kisahhorror dan Kaka @putriKPM. Oh ya, @putriKPM ini juga merangkap sebagai ketua kelas #SundaySharing13, dibantu oleh @anjarsetya1 sebagai wakil ketua kelasnya dan blogdetik. #SundaySharing13 dibuka dengan pembacaan puisi dari Grup PEDAS. @putriKPM memulai acara sharing dengan materi pertama yakni "Personal Branding" tapi lebih khusus ke twitter, dilanjutkan Kaka @kisahhorror berbagi cerita dan tips tentang perjalanan twitter @kisahhoror.

Sunday Sharing 13
Pembacaan puisi oleh Grup PEDAS
Sebenarnya apa sih personal branding itu dan mengapa twitter kita perlu dibranding? 
Personal branding adalah proses dimana orang-orang dan karier mereka ditandai dengan merek dan orang lain mengakui merek mereka. Jadi, menurut saya kalau personal branding itu seperti menceritakan siapa diri kita dan hobi kita, lalu yang penting kita menikmatinya. Nah, kenapa twitter kita sampai harus dibranding? Balik lagi ke masalah duit ya, membranding twitter itu agar kita mudah dikenali dan diingat brand/pemilik produk, punya daya jual, dan memudahkan kita memilih apa-apa yang akan dishare karena kita sudah punya niche atau kekhususan.

Bagaimana cara membangun personal branding?
Yang pertama, tanyakan pada diri sendiri "Siapa saya?" Kemudian "Siapa saya menurut orang lain?" Apakah kamu itu seorang yang hobi jalan-jalan, suka parah sama masak memasak, kata teman kamu itu tukang makan, hobi menjahit, hobi cerita-cerita seram, atau suka banget menulis kata-kata motivasi? Renungkan baik-baik, tulis bila perlu, lalu pilih salah satu, kemudian jalankan. Jika di tengah jalan merasa kalau itu bukan minat kamu, ambil lagi "Siapa saya?" dari list yang dibuat tadi, jalankan lagi sampai menemukan niche yang pas dan kita enjoy.

Sunday Sharing 13
Nggak hanya itu saja, setiap hari kita harus ngetwit, tapi jangan asal ngetwit, konten (isi twit)-nya harus diperhatikan dan jangan 4L@y. Konten harus sesuai dengan branding yang dipilih, branding parenting ya kontennya parenting. Jangan brandingnya parenting, tapi tiba-tiba ngetwit cerita horor, nanti follower kita akan bertanya "ini sebenarnya parenting untuk manusia atau untuk... hiiii?". Dalam sehari minimal ngetwit 5 kali, sesekali adakan kultwit. Nah, untuk membuat konten yang menarik, kita bisa mengikuti beberapa acara yang sesuai dengan branding, ikut komunitas dengan branding yang sama, membaca koran, majalah, buku, melakukan survey, melihat twitter-twitter yang satu branding dengan kita, dan yang paling penting peka dengan keadaan seliling dan berita yang sedang hangat (tentunya yang sesuai dengan branding kita).

Cara membangun personal branding yang terakhir adalah konsisten. Kita harus konsisten dengan branding yang telah kita pilih. Caranya, cintai branding kita, jangan latah, dan pilih-pilih tawaran kerjasama (harus sesuai dengan branding kita). Kalau semisal bosan atau lelah, kita bisa berpaling melakukan aktivitas yang berbeda, tapi sebentar saja dan  harus balik lagi ke branding kita. Semacam refreshing otak dan hati agar ngetwitnya lebih yahud lagi dengan ide-ide segar.

Lantas apa manfaatnya kita membranding twitter kita?
Kalau twitter sudah dibranding, dan kita konsisten, kita bisa jadi buzzer, atau bisa berjualan. Jangan takut bila tidak ada yang reply atau RT diawal branding kita. Konsisten terus saja. Eh.. buzzer itu apa? Buzzer adalah orang yang didengarkan opininya, dipercaya, dan membuat orang lain bereaksi setelahnya. Syaratnya menjadi buzzer diantaranya: followernya harus lebih dari 500 atau lebih dari 1000, tergantung dari brand yang akan bekerjasama; ada interaksi dengan follower (bisa saling RT atau reply atau favourite); aktif dan kreatif (sehari minimal 5 kali ngetwit, kadang buatlah tips atau gambar atau kultwit); punya segmentasi follower sesuai branding; dan klout score harus di atas 40 atau sesuai dengan permintaan brand.

Klout score itu adalah nilai interaksi kita dengan follower dan following. Semakin banyak interaksi berarti semakin tinggi nilai Kloutnya.Interaksi disini bisa dengan kita meng-RT atau mereply twit following atau follower kita. Kalau dibalas, apalagi oleh orang yang Klout scorenya lebih tinggi, itu bisa menaikkan klout score kita. Cara tahu klout score itu mudah, kita tinggal buka klout.com lalu masukkan alamat twitter kita.

Sunday Sharing 13
Ketua & Wakil Ketua Kelas mengundi pemenang doorprize
Acara dilanjutkan dengan tanya jawab, makan siang, dan bagi-bagi hadiah. Alhamdulillah saya mendapatkan doorprize sebuah dompet bertuliskan FBI, dan dengan sukses menjadi hak milik suami, hahaha. Senang sekali rasanya karena hari Minggu itu saya mendapatkan banyak ilmu tentang personal branding. Selain itu, dari acara #SundaySharing ini, kita bisa mendapatkan point 100 untuk dimasukkan ke detikconnect, yang nantinya bisa ditukar dengan hadiah sesuai pointnya. Hadiahnya banyak dan nggak tanggung-tanggung.

Mau nggak dapat ilmu, dapat hadiah doorprize, dan dapat hadiah lagi dari detikconnect?

Sunday Sharing 13
Foto bareng @kisahhoror & peserta #SundaySharing13

24 comments:

  1. Makasih sharingnya, Mak. Sekadar share juga, yang ke Singapur ini salah satu aku dipilih karena branding sebagai ibu-ibu dan Twitterku dianggap 'hidup'. Nantinya klien minta aku bangun percakapan via Twitter dengan followers selama di sana. Jadi, branding di Twitter memang penting. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti personal branding itu memang penting banget kan, Mak. Beberapa bulan ini saya belum menemukan brand dari blog dan sosial media yg saya punya. Masih campur2, tapi tahun ini saya berusaha mulai fokus dengan branding blog dan sosial media yg saya punya.. Bismillah.
      Btw.. selamat Maaaakkk... asyiknya ke Singapur gretong.. :) Hati2 & enjoy ya... :)

      Delete
  2. Wew..mupeng..mule fokus kudu branding nih..Bismilah..tx sharingnya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangaat... :) yg penting konsisten.. :)

      Delete
  3. Yg penting fokus Mbak😊 dan terus rutin kuisnya yaaa👌 *masih ngarep dipilih jd pemenangnya*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya fokus.. Bismillah mau mulai membranding dan membenahi blog sama sosmed.. :) Tungguin aja ya kuisnya :)

      Delete
  4. Hiks, hiks, ngetwit aja Bunda gak begitu paham, kapan harus RT, apa yang kudu dilakukan kalo ada yang RT ke kita, trus, banyaklah hal-hal tentang ngetwit yang blom paham. Apalagi kudu nge-granding Twitter kita, huhuhuu....gimanaa tuuh. Postingan di atas menantang banget, Riski... Aah! Bunda kudu rajin (belajar) ngetwit dengan bertanya sana-sini. (Sambil mikir brandingnya tentang apa, ya?)

    ReplyDelete
  5. Saya jarang banget buka twitter, paling kalo pas mau share postingan terbaru aja
    Ternyata penting banget ya branding twitter itu
    Makasi sharingnya Mak
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. iya Mba, twitternya dimanfaatkan. Sehari 5 kali aja dulu ngetwit. Yah.. walopun jarang di RT atau di-reply. SKSD juga sama org2 yg followernya lebih banyak.. :)

      Delete
  6. Paling puyeng kalau ngurus twitter tuh "arusnya" cepet bangeeet :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe.. saya nggak bisa ikut arus twitter.. :) paling twitteran kalo lagi senggang. Tapi, aku selalu ngecek TT sapa tau ada yg sesuai sama branding atau disesuai-sesuaikan.. :)

      Delete
  7. materinya keren nih... berarti blog juga harus punya branding ya mak? kalo blog nya masih gado2 itu gimana ya? soalnya blog saya masih gado2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dilihat segmentasi pengunjungnya Mak.. Dan saya yakin pasti ada postingan terbanyak yang menuju ke satu branding tertentu. :) Semangat Mak... :)

      Delete
  8. wahh bermanfaat banget tips ngetwitnya, jadi tau ya kalo twitter perlu dibranding serius...makasih ya mak sharingnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. saya kemarin itu kagum banget sama @kisahhorror, dia betul2 menjaga banget branding twitternya.. sampai2 kalo mau difoto juga harus pakai topeng horor.. saluut.

      Delete
  9. O..manggut-manggut. Baru tau semakin banyak ngetwit semakin bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semakin banyak ngetwit dan berinteraksi itu yg lebih bagus.. :)

      Delete
  10. waaahh trims Mbak Ika udah tweet. jadi mampir deh di marihh.
    makasih ya Makk infonyaa. lg belajar brandiing biar bisa proaktif, hihihihi

    ReplyDelete
  11. ilmu dari mbak Putri kemaren emang keren banget. Baru mau berusaha diterapin nih, semoga bisa lebih baik. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, emang kereen banget.. Saya juga mulai nerapin.. tapi belum nemu branding yang tepat nih, masih nulis2 "Siapa saya?".. :)

      Delete
  12. jadinya setelah baca ini mau juga membranding twitter hehehe..ini mah latahan mbak kalo ada info beginian akunya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo info kayak gini masuknya ke latahan yang baik Mbak... hehehe

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...