Monday, 19 January 2015

Tips dan Manfaat menjadi "Morning Person"

Assalaamu'alaikum.. ^_^

Saya mau jujur. Selama di Jakarta ini, karena rumah saya yang dekat dengan kantor, maka saya jarang bangun pagi, hehe... Maksudnya bangun cuma buat sholat Shubuh trus tidur lagi sampai jam berangkat kerja. Beberapa bulan yang lalu, sekitar 3-4 bulanan, badan saya remuk redam, cepat lelah, kepala sering pusing, sering diare, dan jantung berdebar lebih kencang. Saya lalu konsultasi dong dengan teman saya yang dokter (enaknya punya teman dokter itu... bisa konsultasi gratis, hehe..). Ternyata setelah ditanya macam-macam, penyebabnya ditemukan... SAYA SERING TIDUR PAGI. Ya itu... kebiasaan tidur lagi setelah sholat Shubuh.

Arrgghhh... ini bagaimana caranya ya? Saya nggak ingin jadi orang yang nggak produktif. Banyak hal yang membuat saya merugi, swear. Pertama, badan cepat capek dan penyakit gampang datang. Kedua, banyak pekerjaan rumah tangga yang terabaikan, akhirnya menumpuk lalu saya malah tambah malas mengerjakannya. Dan yang ketiga, saya jadi boros. Iya, jadi boros, karena saya sering sakit yang artinya sering pula berobat, sarapan yang harusnya bisa masak sendiri eh malah terus beli, baju yang harusnya bisa dicuci pagi-pagi malah di-laundry, dan banyak barang yang tertinggal akibat tergesa-gesa. Padahal kan saya punya cita-cita duniawi ingin jadi tuan tanah. Kalau seperti itu terus kapan coba saya jadi tuan tanahnya? hehe...

Ssaya memutuskan untuk bangun lebih pagi, dan menjadi "Morning Person" atau orang yang bangun pagi. Mungkin banyak yang tersenyum dengan postingan saya ini, hehe.. lha wong kebanyakan orang Indonesia ya biasa bangun pagi, apalagi yang punya anak sekolah. Saya hanya ingin share saja ^_^. Hari pertama, saya gagal. Saya masih melanjutkan kebiasaan lama. Ah.. susah juga ya. Akhirnya saya mulai berfikir lagi penyebab saya tidak bisa bangun pagi, diantaranya:
  1. Saya masih sering begadang, dan tidur diatas jam 24.00
  2. Tidak ada persiapan apa yang akan dilakukan esok hari
  3. Tidak membuat tempat tidur menjadi senyaman mungkin
Hehehe... oke.. lantas saya coba menulis dan merencanakan cara bagaimana biar saya bisa bangun lebih pagi.

Punya tujuan dan alasan mengapa harus bangun pagi.
Ya sudah jelas tujuan saya adalah agar bisa lebih hemat, dan pekerjaan rumah tangga beres. Kalau pembaca ReeNgan pasti juga punya tujuan yang berlainan, ada yang mengejar presensi di kantor, ada yang harus mengantar anak sekolah, ada yang memang kerjanya pagi hari, dan ada pula yang biar bisa jogging. Apapun tujuannya, tetapkan dan konsisten dengan tujuan itu.

Persiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan di pagi hari, pada malam hari sebelumnya.
Misalnya yang sepulang kerja langsung leyeh-leyeh atau mandi kemudian nonton TV atau film, mulai sekarang coba sebelum nonton TV, persiapkan dulu segala keperluan untuk besoknya. Contoh:
Mencuci piring dan gerabah
Menyiapkan pakaian kantor dan atau seragam sekolah anak untuk besok
Menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak untuk sarapan
Kalau saya ditambah, merendam pakaian yang akan dicuci.
Kalau sudah punya anak dan anaknya sudah sekolah, dia bisa diajak bantu-bantu seperti menyiapkan seragam sekolah atau bantu-bantu menyiapkan bahan sarapan. Saya dulu pernah membaca artikel di suatu blog tentang menyiapkan seragam sekolah, yakni bisa dengan foto anak yang menggunakan seragam untuk hari-harinya kemudian ditempel di pintu lemari anak.

Tidur lebih cepat.
Saya biasanya tidur sekitar 7-8 jam sehari. Jadi semakin larut saya tidur, maka saya akan semakin terlambat bangun pagi. Oke, akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi begadang. Sebenarnya saya begadang untuk menulis postingan, tapi ya sudahlah. Tidur di atas jam 23.00 juga bisa menyebabkan kerja hati berkurang. Katanya hati akan maksimal mengeluarkan suatu zat untuk menetralisir racun atau mendetox pada jam 23.00 dalam kondisi kita sudah tidur pulas dan tidak ada cahaya. Selain itu, saya jadi tambah gemuk, karena pasti saya lapar dan akan makan berat (yang ini nih yang membuat tekad saya semakin bulat untuk jadi "Morning Person").

Melakukan persiapan sebelum tidur.
Katanya kalau kita kecapekan, kita akan dengan mudah tertidur, tapi tidurnya harus tetap berkualitas. Hmm.. saya juga pernah baca kalau melakukan stretching sebelum tidur itu bisa mencegah kita dari kaku otot yang bisa terjadi karena walaupun kita tidur, badan kita tetap bergerak. Kemudian, memeriksa pintu dan jendela sudah terkunci, kompor sudah mati, & keran sudah ditutup. Selanjutnya, membersihkan muka dan gosok gigi. Lalu, sholat Isya, selanjutnya merapikan tempat tidur. Melihat tempat tidur yang rapi dan bersih, akan membuat kita merasa nyaman dan mengantuk. Maka dari itu, saya memilih warna sprei yang tidak terlalu mencolok. Warna yang mencolok menurut saya itu seperti biru elektrik, kuning stabilo, dan merah cerah. Daaann.. berdoa sebelum tidur itu penting banget lho.. agar kita merasa tenang ada yang menjaga kita saat tidur dan lega karena saat tidur segala urusan kita pasrahkan pada Allah.

Menghindari minum minuman yang berkafein dan makan sebelum tidur.
Hehehe.. kadang saya masih ngeteh sebelum tidur, tapi sekarang sudah nggak lagi. Minum minuman berkafein dan makan sebelum tidur bukannya membuat kita cepat tidur malah justru membuat kita terjaga. Tapi kalau yang sudah kebal kafein, mungkin ini tidak berefek ya. Lebih baik, sebelum tidur minum air putih dengan suhu kamar atau yang hangat.

Usahakan tidak ada TV dan internet di dalam kamar tidur.
Kalau saya sih memang belum punya TV, tapi kalau soal internet, hadeehhh godaan banget. Tapi untungnya sekarang saya pilih paket yang murah, jadi loadingnya lama yang membuat saya kesal sendiri lantas tidur. Semisal ada internet di dalam kamar pun usahakan tidak berada di tempat tidur, tapi terpisah dari tempat tidur.

Menyetel alarm.
Untuk pemula seperti saya, menyetel alarm 20 menit sebelum aktivitas dan dengan musik yang menyebalkan bisa jadi salah satu alternatif. Tapi, dalam pikiran dan hati kita juga harus menetapkan jam berapa ingin bangun dan memantapkan tujuan kita bangun pagi, InsyaAllah kita akan bangun sendiri di jam tersebut.

Itu saja sih cara saya untuk bangun pagi. Sepertinya simpel ya, lha wong banyak orang yang bisa dan biasa bangun pagi. Sekarang, setelah sekitar sebulanan ini mulai bangun pagi lagi, saya merasakan manfaatnya. Badan jadi fresh, pekerjaan rumah tangga beres, dan tidak boros. Acik-acik... saya bisa jadi tuan tanah dong... ^_^. Minta doanya ya... semoga saya bisa konsisten menjadi "Morning Person"-nya, amiiin.

Kalau pembaca ReeNgan, bagaimana caranya agar bisa bangun pagi? Bangun pagi itu, beneran bermanfaat kan ya??

8 comments:

  1. aku selalu minum kopi mbak sebelum tidur, tapi tetep aja ngantuk...bangun pagi biasanya pukul 4 untuk sholat shubuh habis itu ngeblog dan siap2 berangkat kerja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... Berarti sdh kebal sm kopi ya Mba.. :) Saya juga sama Mba, ngeblog sekarang pagi2, promonya siang.

      Delete
  2. Hmmm saya termasuk yang susah juga bangun pagi. Tapi membaca saran dari teman dokter itu, kayaknya iya sih saya memang sering merasa cepat lelah....
    Dan saya pun penggila kafein... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin dengan dikurangi intensitas begadangnya Mba.. :) Saya kadang juga masih begadang, tapi sekarang paling seminggu sekali. Malah lebih seger tidur dulu, baru jam 3 atau 4 bangun untuk nulis blog :). Tapi, pasti orang-orang punya cara yang berbeda... :)

      Delete
  3. hoho, kalau saya sih sudah terbiasa bangun pagi~ :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiippp... :) bangun pagi itu manfaatnya banyak banget.

      Delete
  4. Waktu sekolah, nenek bilang bangun pagi, bagus untuk belajar. Hu hu anakku belum bisa demikian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tenang Mak, pelan-pelan kalo dibiasakan insyaAllah bisa.. :)
      Cemungudh eaaa... :D

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...