Friday, 9 January 2015

(Commuter Line) Cara Menunggu Commuter Line di Stasiun

menunggu commuterline
Assalaamu'alaikum... ^_^

Seperti yang sudah saya ceritakan kalau beberapa bulan ini, eh sudah hampir setahun ding, saya menggunakan commuterline sebagai alat transportasi saya ke kantor. Kadang saya masih menjumpai beberapa orang yang kebingungan melewati palang masuk elektronik, kebingungan memilih peron dan lainnya. Sebenarnya jawaban dari kebingungan tersebut hanya satu, yaitu bertanya pada petugas. Tapi, bolehlah saya mewakili petugas menceritakan beberapa pengalaman saya menggunakan commuterline.

Setelah membeli tiket/karcis masuk di loket (ini untuk yang tidak memiliki kartu commet atau uang elektronik), kita bisa langsung masuk stasiun setelah mengetap tiket di palang masuk elektronik. Jangan sampai lupa, tiketnya disimpan ya..!! Kemudian menunggu kereta yang akan kita naiki itu datang. Cara menunggunya bagaimana? hehehe...

Tanya Pada Petugas

petugas stasiun commuterline
Yang disebut sebagai petugas adalah mas-mas yang memakai seragam seperti di samping. Biasanya setiap stasiun ada lebih dari 3 petugas. Pertanyaan pertama yang ditanyakan ke petugas setelah masuk stasiun adalah "Kalau saya mau ke stasiun ... (sebutkan stasiun tujuan anda) saya harus menunggu di peron mana?" Selanjutnya yang kedua "Nanti yang disebutkan di pengeras suara stasiun apa saja agar saya tahu kalau itu adalah kereta saya?" Yang terakhir jangan lupa bilang "Terimakasih" :).

Petugas dengan seragam seperti ini juga ada yang di dalam kereta. Kita bisa bertanya atau meminta bantuannya. Tapi pasang muka tembok ya kalau kita meminta bantuan, karena mereka itu tanpa ekspresi, hehe.

Oh iya, mengapa saya memilih bertanya pada petugas, bukan sesama penumpang? Karena saya takutnya penumpang itu juga baru kali itu naik commuterline. Saya pilih aman saja. Lagian mereka kan memang salah satu tugasnya adalah membantu penumpang commuterline. Tapi jangan heran juga, kalau kadang ditanya "Kereta yang mau datang ini, kereta jurusan mana?" Jawaban mereka kadang ngaco. Makanya kalau untuk arah kereta yang mau datang, saya mengandalkan pada pengumuman lewat pengeras suara.

Pilih Tempat Menunggu di Peron

peron stasiun commuterline
Setelah tahu peron tempat kita menunggu, kita bisa memilih tempat duduk yang sudah disediakan. Namun jangan heran lagi ya, hehe. Karena jumlah tempat duduk biasanya sedikit, jadi para penumpang, terutama saat peak hour akan duduk dimana saja yang bersih atau memilih berdiri. Jenis tempat duduk yang disediakan juga bermacam-macam, ada yang bangku taman, palang besi, atau tempat duduk seperti yang di ruang tunggu.

Posisi tempat menunggunya juga ditentukan. Begini, kalau anda wanita dan ingin masuk ke gerbong khusus wanita maka anda harus menunggu di peron ujung-ujung, baik yang di dekat pintu masuk atau yang ujung satunya lagi. Hal itu dikarenakan, gerbong khusus wanita letaknya ada di ujung depan dan ujung belakang kereta (gerbong 1 dan gerbong 8 atau 10). Lain halnya jika anda wanita ingin masuk ke gerbong campuran, anda bisa memilih tempat duduk di sepanjang peron, asalkan bukan yang di ujung-ujung. Kalau pria, memang hanya boleh masuk gerbong campuran (gerbong 2-7 atau 2-9). Selain itu juuga, pilih tempat duduk yang agak dekat dengan pengeras suara, agar pengumuman yang dibacakan bisa jelas terdengar oleh kita.

Selama menunggu, ada banyak hal yang bisa kita lakukan, contohnya membaca AlQur an, membaca koran, membaca majalah, membaca email, membaca pesan, membaca status teman, membaca surat cinta, membaca bon #eh, isi TTS, bermain permainan di HP, berdandan, atau bengong.

gerbong wanita commuterline
Gerbong wanita, biasanya warna pink atau ungu
Dengarkan Baik-baik Pengumuman

Semua kereta yang akan berhenti di stasiun tersebut akan diumumkan lewat pengeras suara. Biasanya yang dibacakan oleh petugas adalah stasiun akhir dari kereta tersebut atau stasiun besar dan stasiun transit yang akan dilewati oleh kereta. Contohnya seperti ini "Commuterline tujuan Jakarta Kota, keretanya masuk stasiun Pasar Minggu" atau "Commuterline tujuan Tebet, Manggarai, dan berakhir di stasiun Jakarta Kota, keretanya berangkat stasiun Lenteng Agung" atau lagi "Commuterline tujuan Manggarai, Tanah Abang, Duri, Jatinegara, stasiun Angke melintas langsung stasiun Angke melintas langsung, saat ini keretanya masih tertahan di stasiun Pasar Minggu".

Nah, karena yang mengumumkan itu berbeda-beda dengan intonasi dan pengejaan yang berbeda, maka lebih baik kita dengarkan dengan seksama. Jangan khawatir kalau pada pengumuman pertama, kita belum begitu jelas, pengumuman itu biasanya diulang lagi, bisa sekali bisa dua kali tergantung petugasnya.

Menunggu Di Belakang Garis Kuning

di belakang garis kuning commuterline
Alhamdulillah... keretaku telah tiba.. keretaku telah tiba.. hore.. hore.. hore.. hehe. Kalau anda mendengar pengumuman kereta anda akan tiba di stasiun, segera bersiap-siap berdiri ya. Lalu menunggu di bibir peron, tapi posisi berdiri anda usahakan berada di belakang garis kuning. Itu adalah batas aman yang dimaksudkan untuk keselamatan anda. Hal itu karena karena bibir peron di stasiun sekarang hampir sejajar dengan bagian pintu masuk kereta. Akhirnya ada sepersekian badan kereta yang melewati bibir peron. Kalau berada di depan garis kuning, takutnya akan tersenggol kereta. Bayangkan, kereta dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam itu menyenggol sesuatu, hiii... 
Setelah kereta berhenti dan pintu terbuka, silahkan anda bisa masuk kereta. Perjuangan menunggu kereta usai sudah, berlanjut ke perjuangan di dalam kereta selama perjalanan. Selamat ber-commuterline ria, semoga selamat sampai tujuan ^_^.

Eits.. belum selesai, ada pesan nih dari saya, hehe...
tempat sampah di stasiun commuterline
Tolong buanglah sampah anda atau sampah orang lain di tong sampah!! Jangan sampai mengotori image dan penampilan anda dengan membuang sampah sembarangan!! Kalau tidak sempat membuang sampah di stsaiun keberangkatan, simpan sampahnya dan buang di tong sampah di stasiun tujuan.Terimakasih ^_^.

8 comments:

  1. wih lengkap banget ya mbak, eh yang terpenting buang sampah pada tempatnya mbak karena masih banyak orang yang belum sadar akan hal ini..padahal ini adalah hal sepele ya...tempat sampah udah ada dimana-mana tapi orang masih sempat buang sembarangan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... Hanya share pengalaman aja Mbak.

      Delete
  2. akhir2 ini banyak yg nulis tentang comuter line,pingin banget,penasaran aja hehehe.makasih ya mak sharingnya^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh masa Mba? Hehe.. Nanti saya share ketika di dalamnya deh.. :) Bagi pemula, biasanya naik commuterline itu nggak terlalu asyik, apalagi di peak hour.

      Delete
  3. Aku belom pernah naik commuterline. Pingin ngerasain deh. :D

    Btw, ada wana gerbong khusus ternyata, ya. Baru tau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo sini Dah, main ke Jakarta.. kita keliling2 naik commuterline.. :)

      Delete
  4. nggak pernah naek commuterline, di jakarta dulu aku blm tahu kereta api :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. berarti itu duluu banget ya, pas masih KRL ekonomi itu. Dulu saya juga ogah naik KRL itu... penuh sesak..

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...