Tuesday, 22 April 2014

Don't Judge Too Quickly, Positif Negatifnya

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah video di akun FB 2Pac Thug Life berjudul Don't Judge Too Quickly. Dalam video ini, banyak kejadian-kejadian menggelitik hati tentang : manusia itu kebanyakan akan berfikir dan mengambil keputusan tentang adegan yang pertama kali dilihatnya, sedikit yang kemudian sampai menelusuri urutan kejadian tersebut, sebabnya apa, dan endebre endesvre. Saya sendiri, yaaaa terkadang seperti itu :D. Dan berikut opini (pendapat) saya pribadi tentang hal itu ^_^.


atau
Inti dari video itu adalah berfikir positiflah tentang apa yang terjadi di lingkungan kita atau dalam diri kita sendiri. Jangan langsung menghakimi bahwa orang lain melakukan kesalahan tanpa mencari bukti-buktinya dulu. Berarti kita harus kepo dong dengan urusan orang lain? Hmmm... kalau tidak harus kepo ya minimal kita berfikir positif saja terhadap peristiwa tersebut. Kok tidak HARUS kepo? Ya kan ada masalah atau kejadian yang terkadang harus kita cari penyebabnya, seperti kasus pencurian, masalah rumah tangga sendiri, atau kasus kenapa assisten rumah tangga saya agak malas ya, itu kita butuh kepo. Namun, jika masalahnya adalah masalah aib orang lain, menurut saya, tidak usahlah kita kepo, cukup diambil hikmahnya saja.

Sebetulnya "Judge Too Quickly" itu ada bagusnya juga lho. Jadinya masyarakat itu tahu bagaimana harus bersikap. Contohnya seperti ini, ada anak perempuan naik motor boncengan jam 11 malam pakai celana pendek sekali (paha kelihatan). Pasti orang yang melihatnya banyak yang akan "Judge Too Quickly" kalau "eh itu cabe-cabean kali ya", "itu perempuan enggak bener", "itu orang tuanya tidak becus mendidik anak" dan lain-lain dan lain-lain. Padahal mungkin si anak sedang terburu-buru karena lupa ada PR yang harus dikumpulkan besok pagi, sedangkan bukunya ada di rumah temannya, atau terburu-buru membeli obat untuk adiknya yang sedang sakit. Nah, dengan adanya sebagian masyarakat yang "Judge Too Quickly" inilah maka si anak perempuan itu lain kali akan berfikir lagi tentang pakaian yang akan digunakannya untuk keluar rumah saat jam itu. Masih banyak contoh lainnya, etapi bukan berarti kita harus selalu memikirkan semua kata tetangga ya.. yang penting kita sudah melaksanakan norma-norma yang berlaku, serta yang paling penting melaksanakan hal baik yang diperintahkan oleh Allah.

Terkadang Don't Judge Too Quickly juga membawa dampak negatif lho ya. Contohnya: saya pernah membaca berita tentang perampokan di sebuah rumah disiang bolong. Para tetangga berfikiran kalau si pemilik rumah sedang pindah rumah, karena ada mobil box dan ada orang-orang seperti pekerja yang mengangkut barang. Setelah si pemilik rumah pulang kemudian dia histeris, barulah para tetangga sadar, kalau yang mereka sangka pekerja itu adalah maling. Jika situasinya seperti ini, barulah kita boleh "Judge Too Quickly". Langsung telepon si pemilik rumah, apa betul sedang proses pindah rumah.

Inti dari tulisan saya yang panjang lebar itu adalah...

"Don't Judge Too Quickly" lah pada saat yang TEPAT


^_^

8 comments:

  1. Kadang kl kelepasan suka lgsg suudzon g pikir2 jg baru kl dah tahu sbnarnya baru deh mikir...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. tergantung peristiwanya sih mba, kadang suudzon itu dibutuhkan, tapi jangan keseringan... :)

      Delete
  2. hmm.. pake feeling juga kali yah, trus ga cuek amat ama sekitar ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya ya memang seperti itu Mak Neng... :)

      Delete
  3. pokoknya jangan pakai emosi kalau kita mau nge-judge. Mending turunin dulu emosinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali... :) istilahnya hati boleh panas kepala tetap dingin

      Delete
  4. Replies
    1. sama2 mak, saya jg diingatkan oleh video itu

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...