Thursday, 17 April 2014

Empati

Itu ya yang sekarang lagi bikin hati para ibu memanas, sebuah celotehan seorang penumpang CommuterLine tentang haknya dalam memperoleh kursi. Namun, dia menyampaikannya dengan kata-kata yang kasar dengan menghujat wanita yang hamil.

Hmmm... saya berusaha melihat dari sisinya dia dan sisi wanita hamil. Pastinya sebagai wanita hamil, kita akan marah dihujat seperti itu. Saya yang belum hamil saja marah, kok tega dia menulis seperti itu. Apakah dia sebetulnya sedang mencari perhatian, karena kurang diperhatikan orang di sekelilingnya? Ataukah dia memang sedang menstruasi? Kalau dari sisi dia, mungkin memang dia sedang capek sekali, sehingga dia sudah tidak tahan untuk menulis hal seperti itu. Ah.. saya tidak tahu, tapi yang pasti dia tidak pantas menulis seperti itu.

Sebetulnya peristiwa seperti itu banyak sekali terjadi di sekeliling kita, seperti seorang laki-laki muda yang pura-pura tidur ketika ada seorang kakek yang naik bis. Beberapa anak sekolah yang asyik bercanda di kereta, sedangkan di depannya ada ibu dengan bayinya yang sedang berdiri.

Karena selama ini saya sering menggunakan angkutan umum, jadi saya sudah lumayan banyak melihat kejadian itu. Empati yang berkurang. Kenapa? Menurut para psikolog yang ikut berkomentar tentang hal ini, ini disebabkan karena banyak hal, ada yang karena pergaulannya, dan didikan di rumahnya yang tidak mengajarkan empati. Empati itu apa? Suatu perasaan untuk merasakan apa yang sedang dialami oleh orang lain kemudian berusaha membantunya semampu kita.

Kalau alasannya seperti itu, bismillah saya sebisa saya akan mengajarkan empati kepada saya sendiri dan orang-orang di sekitar saya dengan cara yang halus. Mungkin pendidikan moral sudah saatnya dimunculkan lagi ya di sekolah, tidak hanya menjadi bagian yang dimasukkan dalam semua mata pelajaran melainkan satu mata pelajaran tersendiri tentang moral terutama moral Pancasila.

Dan, jangan salah ya, jangan karena orang satu itu lantas kita memandang bahwa rasa empati bangsa ini sudah sangat memudar. Orang seperti dia itu sedikit yang saya lihat, jarang-jarang. Masih banyak orang yang memiliki empati yang saya lihat di jalan atau angkutan umum. Masih banyak.

2 comments:

  1. anak-anak muda sekarang harus belajar berempati ya mbak. Sebenernya kalau tidak memungkinkan kita memberikan tempat kepada orang lain bicara jujur saja dan minta maaf pasti di menegerti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya pikir-pikir lagi sih Mak, si anak muda yang berceloteh ttg ibu hamil itu dia agak2 pengecut ya, ngomong di belakang ibu2 tsb, mengundang teman2nya yg sealiran agar berasa didukung, dan kemudian menyampaikan sejuta alasan agar dia dimengerti dan dikasihani.. :) dia bukannya tdk punya empati sih setelah saya pikir lagi... :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...