Saturday, 5 April 2014

Renungan : Apakah Saya Pernah Korupsi?

Dengan memilih judul tersebut, mungkin ada yang mengira kalau saya sedang demam kampanye Pemilu. Hehehe.. bukan, bahkan saya kurang tertarik dengan kampanye partai, saya sudah punya caleg yang akan saya coblos nanti di Pemilu Legislatif.

Tulisan ini dimaksudkan sebagai pengingat untuk saya, jadi ya kalau ada yang tersinggung silahkan saja, saya tidak melarang :). Mengapa pengingat mesti ditulis di blog? Alasannya adalah karena kalau saya nanti melanggar dan kemudian membaca postingan ini, maka minimal hati nurani saya bakal malu semalu malunya.

Menurut http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/kbbi/, korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain; korupsi waktu cak adalah penggunaan waktu dinas (bekerja) untuk urusan pribadi; me·ngo·rup·si v menyelewengkan atau menggelapkan (uang dsb). Sesuai dengan pengertian tersebut, berarti saya sudah pernah melakukan korupsi. Kalimat ini akan berdampak banyak untuk saya, mungkin ada anggota KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang membaca blog ini lantas menyelidiki saya, #ditohokpembaca. Atau ada yang akan berpendapat bahwa saya sudah pernah melakukan dosa (tentunya semua manusia sudah pernah melakukan dosa, hmmmm... ini juga masih mungkin). 

Berikut korupsi yang sudah pernah saya lakukan :
  1. Menggunakan komputer kantor untuk berselancar di media sosial pribadi pada saat jam istirahat. Kalau alasannya kan jam istirahat jadi boleh dong pakai komputer kantor untuk hal pribadi, nurani saya bilang: "Situ kan punya laptop sendiri, lagian emang itu komputer situ yang beli?"
  2. Memakai telepon kantor untuk mengobrol dengan suami saat jam istirahat kantor. Lagi-lagi nurani saya berkata: "Lha HP bagus-bagus kok ga ada pulsa? Kalau ga punya pulsa, ngobrol di rumah kan bisa."
  3. Mengobrol hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan dengan teman saat jam kerja. Nurani kembali berkata: "Yelah, situ magabut ya, ngobrolnya ntar aja Ne' pas jam istirahat."
  4. Bilang "Paijo, aku pinjam tip-ex kamu ya" Lantas memakai tip-ex tersebut untuk menutupi kesalahan tulis, kemudian mengembalikan tip-ex itu ke Paijo. Nurani : "Kalau pinjam itu berarti mengembalikannya juga dalam keadaan seperti saat kamu meminjam, dan tidak kurang barang sedikitpun. Lha itu tip-ex sudah dipakai 0,000001 ml kok ya kamu bilang pinjam itu bagaimana to le' le'".
  5. Mencicipi sebiji kelengkeng di supermarket dimana jelas-jelas dipasang tulisan tidak boleh mencicipi. Nurani: "Itu supermarket perasaan ya menerima pembelian buah dalam jumlah berapapun, jadi kalau kamu mau banget itu kelengkeng ya beli dong walaupun satu buah."
  6. Parkir motor di tempat parkir sepeda. Nurani : "Kalau parkir motornya sudah penuh, mending cari bangunan terdekat yang masih ada tempat parkir motornya. Lagian jalan sedikit apa salahnya, sekalian olahraga kan?"
  7. Menulis absen mengajar di lembar absen, padahal masuk kelas jam 15.10 (kelas seharusnya jam 15.00), tapi tetap ditulis jam 15.00. Nurani : "Itu gaji kamu yang 10 menit berkah ga yaaa...???"
  8. Tidak langsung menyisihkan uang untuk sedekah ketika menerima gaji. Nurani : "Padahal dalam kekayaan kamu, ada hak-hak dari kaum dhuafa lho. Toh kekayaan kamu tidak akan berkurang secuil pun, sudah banyak buktinya kan?"
  9. Telat datang ke kantor dengan alasan yang dibuat-buat. Nurani : "Korupsi waktu lagi kan?"
Sebetulnya masih banyak lagi tentunya... Silahkan untuk para pembaca untuk menambah jumlah dan jenis korupsi yang mungkin saya lakukan, walaupun kecil dan terlihat sepele, tapi seperti kata pepatah: "Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit".

Bismillah, saya meminta doanya dari teman-teman semoga saya bisa memperbaiki diri saya, dan menjadi pribadi yang tidak korupsi, aamiiin. Emmm... kalau golput itu termasuk korupsi tidak ya?? Soalnya kan dia tidak menolak ketika didata untuk menjadi pemilih lalu dapat kartu pemilih (modalnya dari pajak rakyat), lantas dapat hak satu kartu suara dan setetes tinta (modalnya juga dari pajak rakyat)... hehehe... #teuteup :)

22 comments:

  1. yang ngegosip pas jam kerja itu akupun sering.. tapi sambil kerja jugak, jadi multitasking gt, atau pas krjaan udah kelar #alesyaaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. multitasking waaa... itu yg saya ga bisa,paling menyapa atau becanda sedikit pas ketemuan di jalan biar ga bosen.. :)

      Delete
  2. Sstt..takut dibaca kapeka kalo kadang aku sibuk cari artikel penting untuk kepentingan umat, hihihi, jgn bilang2 ya, ini kalo lg ga sibuk aja *membeladiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... pas istirahat kantor? pake komputer sendiri? atau anda wiraswasta di rumah?? hehehe...

      Delete
  3. dari sembilan catatan itu..rupanya ada juga yang pernah saya lakukan......jleb....plak...aku seperti ditampar ...jadi malu.......terimakasih sudah mengingatkan ya.....Keep happy blogging always…salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu semua pernah saya lakukan.. hiks... saya mau tobat..

      Delete
  4. Aku sering melakukan yg no.4 *malu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu saya juga sering, pas tau lalu mengganti kata2nya pertama terkesan kaku dan kepanjangan, tapi daripada nanti ditagih di akhirat... :)

      Delete
  5. paling banyak korupsi waktuuuuuu -______-

    ReplyDelete
    Replies
    1. waktu di tempat kerjaan itu = uang, berarti korupsi waktu = korupsi uang... waaaaaa... :(

      Delete
  6. kayaknya saya juga pernah melakukan :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiks Mak... itu terkesan sepele tapiiiii.... :(

      Delete
  7. Bagian yang atas saya sering melakukannya, tapi kalau dipikir-pikir negara ini terkadang juga menggunakan tenaga saya tanpa ganti rugi yang sesuai. Ya, jadi saya pikir impas lah. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. impas ya mas.. tapi kalau menurut sy sih ya (bukannya membela kesewenangan)... tetep korupsi lho.. :)
      walaupun katanya impas, tapi gimana ya... hehehe...

      Delete
  8. Meneliti diri, harus dan penting yaa... terimakasih ulasannya...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus Mba, biar kita tidak terlena dengan kesenangan dunia.. jadi kita tau "oh setelah dipikir lagi, ternyata itu ga bener ya" soalnya banyak sekali yang mencari pembenaran dari kesalahan kecil yang sebetulnya dia tau kalo itu salah, tapi tetep dilakukan dengan seribu satu alasan.. :)

      Delete
  9. waktu kerja aku pernah mbak pakai komputer kantor untuk chat hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah sekarang sdh bisa chat sepuasnya dg komputer sendiri di rumah ya Mak.. :D
      mmm... tapi kalau tau temen kita sedang kerja trus kita chat ga penting dg dia jg bisa dianggap ikut andil dlm korupsi waktu ga ya Mak... :D (aku pernah soale.. :( )

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...