Friday, 18 April 2014

Menyikapi Pertengkaran Anak

Homefront, sebuah film laga dibintangi oleh Jason Statam yang berperan sebagai Phil Broker, seorang mantan intel bagian narkoba. Dia mempunyai seorang anak perempuan, dan menginginkan hidup tentram di suatu desa.

Suatu hari, si anak -Maddy Broker- bertengkar dengan teman sekolahnya hingga menyebabkan temannya itu berdarah. Masalahnya, ya biasa lah karena saling ejek. Ibu si anak marah besar dan sepertinya tidak terima dengan perlakuan Maddy kepada anaknya. Dia lantas menghubungi kakaknya yang ternyata gembong narkoba untuk membalas perlakuan Maddy. Si kakak dengan liciknya mengajak pimpinan gembong narkoba untuk balas dendam setelah mengetahui tantang Phil yang dulunya intel narkoba. Hingga terjadilah baku hantam, tembak menembak, dan tentu luka serta kematian. Sedang apa yang terjadi dengan Maddy dan temannya yang sempat berkelahi itu? Mereka sebelum baku tembak, sebetulnya sudah baikan dan bermain lagi seperti biasa.

Poster Homefront (kredit)
Ouch.. film itu saya tidak tahu sukses atau tidak, tapi pelajaran penting dari yang saya ambil dari film itu adalah anak pasti akan bertengkar dengan temannya suatu saat nanti. Bagaimana menyikapinya? Teman saya bilang, sebagai orang tua, memang kita akan merasakan sakit berkali lipat ketika anak kita terluka, tapi kalau masalahnya adalah bertengkar, yang paling penting adalah komunikasi. Bertanya kepada anak kita dengan baik rentetan kejadiannya sehingga dia bertengkar, lalu sianak dihadapkan dengan lawan bertengkarnya itu dan minta dia untuk bercerita dengan sejujurnya (dengan lembut ya, jangan membentak, kalau membentak, ga akan dapat pernyataan jujur dari anak). Kalau masalahnya tidak terlalu berat, beri mereka alasan kenapa mereka harus mempertengkarkan hal itu, hal yang seharusnya tidak dipertengkarkan. Lalu mengajak mereka untuk berdamai. Jadi, intinya jadi orang tua itu harus sabar, kata suami saya, anak itu bertengkar paling lama 1 jam, setelah itu mereka akan baikan lagi seperti tidak ada kejadian apa-apa... :)

Gampang sekali sepertinya ya, tapi teman saya itu ya memang seperti itu, walau anaknya salah atau tidak salah, pasti disuruh minta maaf duluan, baru di rumah dia menjelaskan alasan kenapa si anak harus meminta maaf duluan. Hmmm.... nanti semoga saya bisa seperti itu.

Contoh yang paling sering membuat anak bertengkar biasanya karena ejek-ejekan nama ayah atau nama ibu (kenapa ya?). Sabar ya para orang tua, kalau si anak sudah mulai bertengkar dengan temannya. Kalau semisal ada hal yang "istimewa", misal sudah mulai memakai senjata dalam bertengkar, sudah mulai melukai yang berlebihan ketika bertengkar, dan yang ekstrim lainnya. Nah, itu baru disikapi dengan luar biasa, yakni, bawa anak tersebut ke psikiater atau ustad. Mungkin ada cara lain? Yuk share di sini, atau di blog teman masing-masing :)

2 comments:

  1. aku dari rumah selalu mengingakt tidak mengejek nama orang tua, mudah2an selalu diingat

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...