Thursday, 10 July 2014

Ini Kebutuhan Bukan Ya.. ??

Keinginan saya itu banyaaaak banget. Ada ingin beli TV, kulkas, buku seabreg, beli ini, itu, inu. Contoh nih ya, kulkas.

Suatu hari saya bertanya pada teman saya, "Mbak, menurut Mbak, saya sudah perlu kulkas belum sih?" (Lha urusan rumah tangga saya kenapa saya tanya ke orang lain ya.. :)).

"Lha Mbak Riski sering masak nggak? Trus kalau nggak ada kulkas jadi berantakan dan mahal nggak hidupnya?"

"Sik bentar saya mikir dulu. (sedetik kemudian) Nggak Mbak, kalau nggak ada kulkas hidup saya nggak berantakan :)"

"Jadi kalau begitu, Mbak Riski nggak usah beli kulkas dulu. Nanti saja kalau memang mendesak sekali, seperti punya anak, atau usaha, atau Mbak Riski masak setiap hari."

Oke, itu sekelumit cerita saya di suatu siang. Kadang saya memang membutuhkan pandangan dari orang lain tentang keinginan saya itu. Jadi, ngobrol tentang kebutuhan. Kalau menurut ilmu ekonomi yang dulu pernah saya dapat sambil ngantuk-ngantuk di kelas, kebutuhan itu ada 3 macam, kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kalau kebutuhan primer itu ibaratnya begini, kalau itu tidak dipenuhi kita akan sangat menderita (sadis ya..), contohnya sandang, pangan, papan. Sandang itu pakaian, pangan itu makanan dan minuman, papan itu rumah atau tempat tinggal. Kalau kebutuhan sekunder itu ya pelengkap kebutuhan primer contohnya perabot rumah tangga. Sedangkan kebutuhan tersier itu lebih untuk kesenangan.

Seringkali kita sulit membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Contohnya seperti saya tadi, saya pikir saya butuh kulkas agar bisa belanja sekalian banyak, tapi setelah di kroscek lagi ternyata itu adalah keinginan saya saja. Mendekati hari raya Idul Fitri ini, semakin tidak jelaslah batas antara kebutuhan dengan keinginan. Kalau di lemari pakaian kita masih banyak sekali baju yang sangat pantas pakai, lebih baik tidak usah memaksakan diri membeli baju baru. Kan uangnya bisa untuk keperluan lain. Ya bolehlah setahun sekali beli baju baru, namun baju yang sudah 6 bulan tidak disentuh baiknya disumbangkan saja. 

Sebenarnya menurut saya, punya keinginan itu ibarat kompor kehidupan, agar saya semakin giat bekerja. Tapi balik lagi, keinginan-keinginan itu saya seleksi satu persatu berdasarkan situasi dan kondisi saya saat itu. Saya butuh tidak untuk mewujudkan keinginan saya. Kalau memang saya membutuhkannya, maka akan saya wujudkan, tapi kalau hanya sekedar keinginan, lebih baik disimpan dulu untuk diwujudkan pada saat yang tepat, hehehe...

Rumput tetangga memang akan selalu terlihat lebih hijau, tapi walaupun rumput kita kurus dan tidak terlalu hijau, rumput kita lebih lezat saat dinikmati dan disyukuri. :)

2 comments:

  1. Kalo kulkas di aku udah jadi kebutuhan, mba. Soalnya masak tiap hari dan sayurannya bisa buat jatah 3 harian, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia, kalau sudah masak setiap hari, kulkas itu sdh menjadi kebutuhan. Karena bisa belanja sekalian banyak & lebih ngirit ya Mbak.. :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...