Sunday, 16 November 2014

Buang Sampah Di Tempat Sampah

Assalaamu'alaikum, selamat malam :), semoga semuanya sehat selalu ^_^

Sering kan ya, kita melihat tagline "Buanglah sampah pada tempatnya" atau "Terimakasih tidak membuang sampah sembarangan" atau yang lebih kece "Buanglah mantan pada tempatnya" *eaaa *yang terakhir tolong abaikan. Tagline itu saya lihat ada di mana-mana, di stasiun, di bus, kereta, sekolah, toilet umum, di jalan, dan di rumah ibadah. Sepertinya sepele ya, tapi kok saya lihat banyak yang masih menyepelekan tagline tersebut. Mungkin mereka pikir, "Yaelah, cuma sampah kecil gini doang. Ntar juga disapu oleh tukang sapu. Toh, kalau nggak ada sampah berserakan lantas mereka kerjanya apa coba?" *sebel banget waktu dengar ada yang ngomong begituan :(.

Sekarang ini sudah banyak lho ide-ide brilian dari orang-orang hebat dalam pengelolaan sampah. Ada yang konsisten merecycle, ada yang mendirikan bank sampah, bahkan ada asuransi sampah. Saya pribadi mengakui belum bisa sampai segitunya. Namun, saya berusaha untuk mengurangi jumlah sampah yang saya hasilkan dan mengurangi jumlah sampah berserakan di tempat umum. Ada beberapa contohnya, yang PASTI bisa teman-teman tiru :)

Membawa tas belanja sendiri.
Dulu orang tua kita kalau ke pasar selalu membawa tas belanja atau karung kan? Nah, sekarang saya memanfaatkan kantung goodibag yang saya dapatkan ketika acara offline untuk berbelanja. Bahkan ada supermarket yang memberikan diskon kepada pelanggannya yang membawa kantung reusable sendiri.

Tidak meminta kantung plastik ketika belanja dalam jumlah sedikit.
Walau biasanya minimarket memberikan kantung plastik secara cuma-cuma, tapi kalau belanjaannya hanya minuman sebotol, saya tidak mau jika minuman itu dibungkus kantung plastik.

Menggunakan kembali kantung plastik yang ada.
Walaupun saya usahakan untuk membawa tas belanja, tapi ada saat-saat tertentu ketika saya akan mengonsumsi kantung plastik. Contohnya saat belanja bulanan. Suami saya sudah paham, ketika belanjaan saya tata, kantung-kantung plastik itu akan dilipatnya. Kantung-kantung plastik yang agak besar, biasanya saya gunakan di tong sampah. Dan yang kecil, akan saya bawa di dalam tas untuk menampung sampah-sampah yang saya hasilkan selama di perjalanan.

Membuang sampah di tempat sampah
Kelihatannya sepele, tapi manfaatnya besar. Coba kalau semua orang membuang sampah di tempat sampah, maka saluran air akan lancar dan tidak akan terjadi genangan air selesai hujan. Selain embawa kantung plastik untuk tempat sampah sementara, sampah-sampah itu akan saya buang jika menemukan tempat sampah. Di rumah saya pun ada beberapa tempat sampah, ada yang untuk sampah basah dan sampah kering. Di luar rumah pun saya sediakan tempat sampah untuk yang mau membuang sampah di situ, agar pelataran rumah saya tidak kotor oleh sampah. Dulu, saya suka nggak enak ketika menegur orang yang membuang sampah di tempat umum, sekarang saya cuek saja menegur mereka. Atau kalau saya sedang malas menegur, saya akan langsung memungut sampah mereka dan membuangnya di tempat sampah yang terdekat dengan mereka.

Jadi sekarang, kalau melihat ada sampah dan saya bisa mengambilnya dengan kedua tangan saya, akan saya ambil dan saya buang di tempat sampah. Jadi, yuk, buang sampah di tempat sampah, dan jangan malu menegur orang yang membuang sampah sembarangan! :) Buang sampah di tempat sampah itu nggak ada 5 menit kok, tapi manfaatnya bisa dirasakan lebih dari 5 menit, bahkan selamanya :).

20 comments:

  1. Nah ini dia, hal-hal yang banyak dianggap klise kebanyakan orang padahal sangat berguna jika dijalankan mulai dari diri sendiri, hmmm......Riski, dirimu adalah idolaku jika menyangkut kepedulian terhadap sesama :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mmmmm.... rasanya berat jadi idola, hehehe.. Teh Ani juga idola saya dalam hal profesionalitas kerja dan keramahan :)
      Memang sering Teh hal2 seperti yg saya sebutkan di atas itu dianggap klise bagi sebagian orang. Kebanyakan dari orang2 tsb pada dasarnya malas repot (menurut mereka), padahal kalau sudah dilakukan, suer itu tidak merepotkan sama sekali. :)

      Delete
  2. mau buang sampah ahh di depan mba Riski, hehe biar di colek :) Hadeuuhh, tagline awal, buang mantan di tempatnya, bikin makjleb mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... boleh, ntar saya colek2 pakai sampah yg dibuang Mba Desi ya... wkwkwk. Itu tagline yang paling tepat deh kayaknya buat mantan :D

      Delete
  3. dari beberapa pemaparan di atas, kalau lia sepertinya masih susah tuh kalau membawa belanja sendiri, masih ngerasa ribet, untuk kedepannya akan dicoba membiasakan bawa tas belanja sendiri.

    terima kasih mba atas idenya, senangnya kalau kita berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dicoba aja Lia.. :D. Tas gudibek itu kan bisa dilipat2 jadi kecil, trus dikaretin, masukin tas deh.. :)

      Delete
  4. Aha! Ima ngelakuin itu semua. Senang ada yang melakukan hal yang serupa, uwooow... pasti banyak Riski-Riski yang lain, bumi tampaknya bisa bernafas lega. Yeaaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan kalau ada Ima-Ima yang lain juga, bumi bisa tersenyum bahagia :). Semua yang bikin bumi bahagia, InsyaAllah bisa lebih bahagia lagi :)

      Delete
  5. sepertinya tips yang bagus sekali . terimakasih ya ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih bagus lagi kalau kita lakukan secara nyata dan konsisten :D

      Delete
  6. *Ngikik baca 'Buanglah Mantan Pada Tempatnya* Btw, just share, aku suka ide Pak Ridwan Kamil bikin tempat sampah yang lucu-lucu. Beliau juga mencanagkan program 30 Menit Pungut Sampah yang dilakukan sebelum orang-orang masuk kerja dan masuk kelas. Yang terlibat ada pelajar, guru, PNS, TNI, dll. Masih ada lagi ide-ide lain blio. Tfs ya, Ris. Postingan ini menjadi pengingatku. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, idenya brilian sekali ya Kang Emil itu. Boleh dicoba itu Mak, selama perjalanan ke kantor, sekalian olahraga juga :).

      Delete
  7. memang kecil tapi kalau yang buang banyak jadi numpuk ya sampahnya. progam RK harus di terapkan diberbagai tempat nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya kota-kota lain juga bisa meniru programnya Kang Emil itu. Masih ingat beberapa tahun yang lalu saat kota Bandung menjadi kota lautan sampah.. Sekarang sudah bersih dari sampah di jalan-jalan :)

      Delete
  8. Andai semua bisa disiplin buang sampah pada tempatnya ya mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya saya nggak mau berandai2 Mba hehehe.. Sekarang dari sayanya dan orang terdekat saya saja dulu yg membiasakan buang sampah di tempat sampah :) Yuk kita sama-sama Mba :)

      Delete
  9. Nice artikel. Aku paling sebel kalau liat orang buang sampah sembarangan apalagi dengan seenaknya buka kaca mobil lalu menyampakkan bungkus makanannya ke jalan. Gak banget kan itu. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yg kayak gitu biasanya kalau bisa kekejar, saya pelototin orang dalam mobilnya. Punya mobil masa nggak bisa beli tempat sampah.

      Delete
  10. Ya betul lah mba.. klo dibuang ke jalan kan kasihan juga yang selalu lewat jalan. nice artikel mba..

    ReplyDelete
  11. Klo dibuang ke sungai, mah dholim atuh mba.. :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...