Friday, 14 November 2014

Saya Masih Mahluk Sosial

Assalaamu'alaikum... selamat pagiii... semoga semuanya sehat selalu.. ^_^

Kata orang kalau selalu bilang selamat pagi, maka semangat kita terus menyala, karena pagi identik dengan hari baru dan semangat. Padahal posting ini malam-malam, hehehe... :). Maklumlah, pulang kerjanya sudah malam.

Sudah beberapa bulan ini saya bekerja di bimbingan belajar sebagai staff dan tentor Biologi. Jam kerja saya tidak menentu. Kadang bisa pulang cepat, kadang juga bisa lama. Sesampai di rumah, biasanya saya langsung beristirahat dulu. Jarang sekali ada kesempatan untuk ngobrol dengan tetangga. Kadang saya merasa bersalah juga, saya tidak mau dikira sombong atau memisahkan diri. Biasanya saya hanya ngobrol saat sedang menjemur baju, belanja sayur, menyapu halaman, atau hari libur. Itupun tidak lama. Memuliakan tetangga itu penting, karena kalau ada apa-apa di rumah, tetangga lah yang lebih dulu tahu. Karena saya tidak mempunyai banyak waktu untuk mengobrol gayeng dengan tetangga, maka saya harus ramah tiap kali berpapasan dengan mereka. Saya pikir, minimal saya tidak menggunjing tentang mereka.

Selain itu, saya ini masih mahluk sosial kan :D, saya tidak bisa hidup sendirian. Saya juga membutuhkan orang lain, untuk saling tolong menolong, untuk mendapatkan pelajaran hidup, untuk saling tenggang rasa. Saya pun ingin menolong sesama, selain karena saya mahluk sosial, dalam ajaran Islam, menolong sesama untuk kebaikan itu wajib. Harta kita pun, tidak semuanya milik kita, ada hak orang-orang yang tidak mampu dalam harta kita.

Banyak lho, cara yang bisa dilakukan untuk menjalin hubungan sosial dengan sesama.
  • Bertetangga. Walaupun tidak ngobrol ngalor ngidul nggak jelas, dari tetangga biasanya kita tahu tentang si A, si B. Kalau mereka memang betul-betul butuh bantuan kita, dan kita sanggup, maka bantulah. Dengan bertetangga juga, kita bisa ikut kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti pengajian, posyandu, penggalangan dana, senam dan lainnya.
  • Bazis atau organisasi nirlaba lain. Sudah banyak juga kan organisasi penggalangan dana untuk yang membutuhkan. Kita bisa memilih yang betul-betul terpercaya, atau bisa juga disalurkan melalui perkumpulan keagamaan.
  • Volunteer. Kita bisa kok mencari di internet, organisasi-organisasi yang membutuhkan volunteer.
  • Ikut komunitas. Komunitas di sini bukan komunitas nggak jelas yang kerjanya hanya bikin kerusakan :). Ikuti komunitas-komunitas yang baik, kalau bisa yang sejalan dengan hobi atau ketertarikan kita.
  • Jalan-jalan. Kenapa jalan-jalan? Saya dan suami sebulan sekali berkeliling kota, selain melihat-lihat, kami juga mengamati, kemudian singgah untuk makan siang, dan kadang berinteraksi dengan pedagang atau orang yang juga ikut makan siang.
Poin-poin itu menurut saya masih sangat sedikit sekali untuk bersosialisasi. Yang jelas sih menurut saya, walau waktu yang kita punyai hanya 24 jam, tapi kalau dimanfaatkan sebaik-baiknya, 24 jam itu akan terasa cukup. 24 jam itu bukan hanya untuk memikirkan "bagaimana saya" tapi juga memikirkan "bagaimana mereka". Terutama "mereka", orang lain yang ada di sekitar kita, atau yang membutuhkan bantuan kita, atau yang mempunyai hak atas sebagian kecil harta kita. Karena sekali lagi, manusia adalah mahluk sosial.

7 comments:

  1. wah jadi inget bagaimana aku bertetangga karena sama kekgitu juga hihi pas jemur baju, pas belanja di warung dll tapi alhamdulillah kalo tingkah laku kita positif di lingkungan maka setiap orang yang kita sapa sepanjang jalan mau berangkat ke kantor insya Allah akan tersenyum dan juga membalas sapaan kita ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak Jul, selama kita tidak menyakiti hati mereka dan tetap ramah, tersenyum dan menyapa kalau mereka lewat.

      Delete
  2. iyah mba walau cuman tegur sapa ditambah senyum tapi penting dilakukan dengan tetangga.

    suka neh dengan kata-katanya bukan bagaimana kita tapi bagaimana mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, kita pun kalau disenyumi atau disapa, akan merasa "Oh, aku ternyata dianggap ada di sini :)" Lalu hatipun bahagia :D. Mereka juga sama.

      Delete
  3. tegur sapa sama tetangga itu memang penting banget ya mak, walaupun di komplek itu sudah jadi 'barang langka' :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget Mba, kadang orang yg cuma lewat pun tetap saya tegur atau senyum :)

      Delete
  4. memuliakan tetangga, iya kadang kalau lagi capek berat, belum ada problem di kantor pulang malam-malam, tep kudu senyum de ngan tetangga ya kalau pas ketemu, meski dengan perjuangan beraaat...hehee

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...