Wednesday, 5 November 2014

Uang Elektronik, Uang Kartu, atau Kartu Uang ?

Assalaamu'alaikum, selamat pagii, semoga semuanya sehat selalu... ^_^

Semenjak saya tinggal di Jakarta, banyak hal baru yang terjadi dan berubah secara cepat. Padahal saya baru 3 tahun di Jakarta lho :). Selain jalan dan gedung-gedung yang bertambah, ada lagi yang menurut saya baru, yaitu alat pembayaran. Kalau dulu nih, saya paling anti pakai kartu-kartu, entah itu kartu debit, atau kartu member, apalagi kartu kredit, ooo no.. no.. no.. no.. *bilangnya seperti 2NE1 lagi nyanyi*. Satu-satunya kartu yang tidak saya tolak adalah kartu ATM yang isi saldonya banyak *muahahaha.

Sekarang-sekarang ini, kok saya semakin butuh kartu ya. Pertama saya mendaftar menjadi member di beberapa mini market, agar saya mendapatkan diskon jika belanja di situ, minimal mendapatkan poin. Nah, sekarang ini, setelah beberapa tahun di Jakarta, kok jumlah kartu saya semakin banyak. Tidak hanya kartu member, tapi juga kartu uang (uang elektronik). Sebabnya sih simpel, di tempat itu saya hanya bisa membayar dengan kartu uang atau bisa menghemat waktu kalau saya pakai kartu uang. Menghemat waktu ubek-ubek dompet karena mencari beberapa lembar uang diantara selipan nota, hehehe. Kartu uang (uang elektronik) adalah sebuah kartu yang dikeluarkan oleh bank dan dipakai sebagai pengganti uang untuk alat pembayaran. Tentunya hanya bisa dipakai di merchant/toko tertentu yang sudah bekerjasama dengan pihak bank, dan mempunyai alat baca kartu tersebut. Kita hanya diminta mengisi saldo kartu, karena saldo kartu uang ini terpisah dari saldo rekening kita di bank. Satu lagi, kartu uang tidak bisa dipakai sebagai kartu ATM.

Contoh kartu uang / uang elektronik
Sebetulnya tidak usah banyak-banyak juga punya kartu uang. Pilih kartu uang yang sesuai kebutuhan dan bekerjasama dengan banyak merchant/toko. Namun, kadang kala kartu uang atau mesin pembacanya tiba-tiba error. Seperti pengalaman saya, dulu saya hanya memakai flazz untuk naik KRL dan transjakarta, tapi ada beberapa waktu pernah mesin pembaca tidak bisa membaca kartu saya atau terjadi salah baca. Ahh.. agak BeTe juga, pas kereta sudah datang, eh saya masih stuck di mesin pembaca karena kartu uang itu tidak bisa dibaca. Setelah diproses oleh petugas, baru kartu uang saya itu bisa dibaca, tapi kereta keburu berangkat dan saya pasrah menunggu kereta di belakangnya yang berjarak lumayan jauh. Akhirnya, saya membeli Commet yang memang kartu KRL, alhamdulillah sampai sekarang belum pernah ada kejadian aneh-aneh. Namun, Commet ini tidak bisa dipakai untuk membayar tiket transjakarta, uhhh..

Saya membeli kartu Jakcard sekitar tahun 2013, dan hanya dipakai sebentar saja. Penyebabnya adalah waktu itu sistem e-ticketing belum digunakan di seluruh koridor transjakarta. Malas juga, akhirnya saya berikan cuti untuk si Jakcard itu. Sekarang Jakcard sudah bisa saya gunakan untuk membayar tiket transjakarta, karena semua koridor sudah memakai sistem e-ticketing (silahkan klik di sini untuk membaca pengalaman saya tentang e-ticketing transjakarta). Kartu-kartu uang itu juga bisa dipakai sebagai alat pembayaran di toko-toko atau restoran yang sudah bekerjasama dengannya. Silahkan cek sendiri di google ya :). Tentunya kartu-kartu uang itu tidak bisa saya pakai untuk membayar sayur di tukang sayur atau pasar tradisional, saya mesti tetap menyediakan uang yang sebenarnya :).

Nah, kalau misalnya anda sedang di Jakarta dan ingin menaiki transjakarta/busway, bolehlah anda membeli kartu uang yang dikeluarkan oleh beberapa bank. Anda tinggal datang ke loket pembayaran, lalu bilang ingin membeli kartu (sebutkan merk atau dan banknya), kemudian bayar seharga Rp 40.000 (harga kartu = Rp 20.000 dan saldo uangnya = Rp 20.000), dan taraaa.. anda akan mendapatkan satu kartu uang yang anda inginkan :). Tapi hati-hati ya, kartu uang ini tidak bernama dan tidak memiliki catatan kepemilikan di bank, jadi jika kartu ini hilang kita tidak bisa mengklaim kepemilikan kartu tersebut. Kalau saldo habis, anda bisa ke banknya, minimarket yang bekerjasama, ke loket transjakarta untuk mengisi kartu anda.

20 comments:

  1. jadi pingin ke jakarta,pingin naik trans hahahaha....asik ya mak,g ribet gitu ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... kalau sudah biasa sih nggak ribet Mbak. Oh ya, kalau mau yg enak busnya, naik transjakartanya yg koridor 1 ya, Blok M-Kota. Di koridor itu, busnya banyak masih bagus :).

      Delete
  2. aku sampai beli dompet khusus kartu mbak :) saking banyaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mbak, saya juga beli dompet khusus kartu, hehehe. Walaupun belum penuh, tapi masih lebih praktis dripada di dompet. Jadi di dompet sekarang isinya cuma nota belanja sama foto dan kartu2 yg gede2 :)

      Delete
  3. Replies
    1. Nggak papa Mak, sesuai dengan kebutuhan saja. Kayaknya ada baiknya punya 1 deh Mak. Buat jaga2 aja. :)

      Delete
  4. Pake kartu indomaret bs buat naik transjakarta mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di iklan transjakarta yg sekarang belum ada kartu indomaret Mbak. Mungkin nanti kalau sdh kerjasama, bisa. :).

      Delete
  5. Waduh...keren sekali inih banyak kartunyaaa...
    Kalo aku mah selain kartu ATM, paling juga kartu timezone doang lho...hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku malah nggak punya kartu timezone.. :(

      Delete
  6. Aku punya 3 skrg... Indomaret card, flazz dan yang utk di food court gitu (flazz juga ini), enaknya praktis dan gak ada minimal pembelian.. Gak enaknya suka gak ke-detect.. Huhuhu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah! Itu sama seperti yg saya rasakan dan alami. Kita senasib :).

      Delete
  7. Punyaku yang BRIzzi, Mak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya nggak punya yg Brizzi.. hehehe.. nanti kebanyakan kartu, sayanya bingung.. :)

      Delete
  8. Kok perasaan kita sama ya, Ris? Aku juga merasa semakin hari kartuku semakin banyak. Belanja di minimarket, ada kartu membernya. Belanja di toko furnitur, bikin juga kartu membernya. *halah halah* Sama kayak Lidya, aku punya dompet khusus kartu ini itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mak, tadinya kartu2 itu bisa muat di dompet, tapi lama2 kok dompet jadi makin tebal ya.. hehehe. Akhirnya beli juga dompet khusus kartu :)

      Delete
  9. haduh aku mesti beli kartu buat naik transjak dong hiks hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Veny ada rencana atau mau sering naik transjakarta sih menurut saya mending beli deh. Yang bisa untuk tiket transjakarta dan KRL, biar nggak banyak kartu, :)

      Delete
  10. Kartu itu bikin nggak terasa. Tau2 duit udah habis aja hahahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama kayak waktu saya baru pertama kali pakai paspor BCA Mak. Kan dia bisa debit tuh, jadi waktu ke C4, saya bayarnya tinggal gesek. Eh, pas nilik ATM, kok duitku samene tok kie piye... hehehe.. akhirnya saya memutuskan untuk pakai sistem amplop :).

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...