Saturday, 15 June 2013

Hadiah Dari Kakak Untukmu "Adik"

Seperti yang saya tulis di bawah profil saya, kalau saya adalah pengajar Biologi di sebuah Madrasah Aliyah (MA), setara dengan SMA. Alhamdulillah saya juga didapuk untuk menjadi wali kelas XI IPA. Kelas XI biasanya rame ya anak-anaknya, karena sedang mengalami masa transisi dari kelas X menuju ke kelas XII.

Salah satu foto mereka di Facebook (tidak mau dicantumkan link nya)

Di awal pertemuan saya dengan kelas XI, saya mengadakan semacam temu wicara.. hehehe.. membahas tentang susunan organisasi kelas, negosiasi peraturan-peraturan, daaaannn kegiatan apa saja yang mau diadakan oleh kelas. Ya.. saya ingin anak-anak wali saya itu aktif dan kreatif. Kebanyakan dari mereka memilih kegiatan jalan-jalan di akhir semester. Lalu ternyata dari anak-anak yang rame itu tercetus ide untuk mengadakan kegiatan bakti sosial tiap akhir semester. Saya kagum dengan mereka, akhirnya saya menyetujui usul-usul mereka itu.

Bakti sosial itu alhamdulillah sudah dilaksanakan dua kali ini. Yang pertama di akhir semester ganjil, mereka mengumpulkan pakaian dan sembako untuk disumbangkan ke Panti Asuhan (maaf untuk yang satu ini saya tidak ceritakan detail). Yang kedua baru dilaksanakan pada akhir Mei 2013 kemarin, yaitu "menghadiahkan" peralatan sekolah ke anak-anak kurang mampu yang mau bersekolah.

Di setiap kegiatan bakti sosial, saya tidak pernah campur tangan terlalu banyak, anak-anak sendiri yang menjalankan hampir semua prosesnya, saya hanya mendampingi dan hadir saja. Seperti halnya pada acara "menghadiahkan" alat tulis ini, anak-anak sendiri yang membentuk kepanitiaan. Lalu menabung selama sebulan untuk mengumpulkan dana sebesar Rp 50.000/siswa. Kemudian mereka sendiri yang berbelanja alat tulisnya di pasar. Terakhir mereka sendiri juga yang membungkusnya. Tugas saya hanya mengirimkannya ke alamat yang mereka berikan kepada saya, ada yang di Jakarta, di Lampung, dan di Pati. Ada yang unik di kegiatan ini, yaitu di setiap paket terselip selembar surat dari mereka untuk penerima paket. Berikut kutipan surat dari salah satu siswa (karena dia membacakannya keras-keras saat membuat surat, hehehe...) :

"Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuuh"
Perkenalkan, nama saya Re**** dari MA RPI Jakarta. Saya ingin memberikan hadiah yang tidak seberapa ini untuk adik. Semoga adik bisa memakainya dengan baik. Semoga hadiah ini juga bisa menyambung tali silaturahmi kita menjadi lebih erat. Amiiiin.
Selamat belajar.. ^^
Semoga cita-citanya tercapai, usahakan jangan putus asa karena Allah pasti memberikan jalan bagi kita yang berusaha. Kakak juga minta doanya semoga urusan belajar kakak di sini dilancarkan, amiiiin.
"Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuuh"

Itulah kurang lebihnya kutipan surat yang saya ingat. Dia tidak menyebut pemberian atau amal, dia menyebut itu adalah hadiah. Katanya ini adalah hadiah karena mereka telah mau belajar walaupun ekonomi mereka kurang mampu. Murid-murid saya bahkan tidak mengenal siapa penerima hadiah itu. Mereka hanya mencari dari orang tua mereka, dan sebagian saya bantu. Namun, dengan tulusnya mereka berdoa untuk adik si penerima hadiah melalui selembar surat.

Kegiatan packing hadiah di hari Sabtu

Melalui kegiatan tersebut, seorang anak sedang berusaha menyemai cinta untuk teman-teman sesamanya yang juga sedang belajar. Semoga pengalaman ini terus membekas di hati dan pikiran mereka, bahwa cinta tidak hanya kepada seorang pacar, bahwa cinta juga bisa disemaikan untuk semua manusia dan makhluk Tuhan lainnya. Tanpa kita harus mengenal, bertatap muka, atau sekedar minta di kenang.

Anak-anakku, ide itu datang dari kalian, kalian juga yang menjalani, dan InsyaAllah nanti kalian juga yang akan menerima berkahnya, amiiiin.






Note : tulisan ini tidak dimaksudkan untuk riya, makanya saya tidak menyertakan foto 
              penerima hadiah dan bluring foto pemberi.

22 comments:

  1. Bagus ya kegiatannya. Saling berbagi. Salam kenal. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya itu anak-anak ada saja idenya... Salam kenal juga ^^

      Delete
  2. wah, sangat bermanfaat kgeiatan nya mbak, tiba2 muncul ide di kepala saya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ide apa nih Mas?? sharing2 yaaaaaa.... :)

      Delete
  3. Subhanallah...
    mengharukan, jika saja mau menyemai cinta pada sesama tanpa mengenal kasta atau statusnya tentu akan indah kehidupan ini, tentu meringankan beban KPK ya mbak

    Semoga sukses GAnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kang Insan, seandainya tidak ada orang yang rakus harta dan kekuasaan, seandainya semua bisa saling berbagi kebahagiaan... ahhh indahnya dunia...

      Delete
  4. Anak-anak yang sudah mau berbagi bagi sesama sesungguhnya merupakan teladan juga bagi para orangtua ya jeng.
    Apik artikelnya.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul PakDhe, saya saja sampai ikut tersentil pas mereka mengajukan ide tersebut... semoga sikap itu bisa bertahan selamanya di diri mereka ya PakDhe.. amiiiin

      Delete
  5. Kegiatan bagus mba :)
    Senang sekali membaca ceritanya.

    ReplyDelete
  6. Memakai kata hadiah dan bukan amal atau pemberian, menimbulkan semangat. Kita kan senang kalau diberi hasiah, jadi bisa menambah semangat belajar.

    Terima kasih partisipasinya, sudah tercatat sebagai peserta :)

    ReplyDelete
  7. dari kecil sudah terbiasa berbagi mudah2an besarnya maki banya lagi berbagi. good luck ya

    ReplyDelete
  8. datang berkunjung...
    kegiatan yang sangat bernilai positif itu, aku dukung dengan doa, semoga keduanya, penerima dan pemberi hadiah, mendapatkan manfaat dari kegiatan ini.... :)

    ReplyDelete
  9. aq dari Pati ikut merasakan kebahagiaannya ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin.. semoga selalu bahagia setiap saat.. :)

      Delete
  10. Selamat, mbak Riski. Artikel ini memenangkan GA Menyemai Cinta.
    Mohon segera mengirimkan data-datanya.
    http://forgiveaway.blogspot.com/2013/07/pemenang-ga-menyemai-cinta.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Artikel ini memang layak untuk menang...sangat inspiratif
      Selamat ya mbak Riski, salam untuk murid2nya
      pasti mereka bangga punya guru seperti mbak Riski

      Delete
    2. Terimakasih Mak Niken.. saya enggak nyangka bakal masuk daftar pemenang, semoga isi dari artikel ini bisa menginspirasi banyak orang amiiin.. Minta doanya juga, semoga saya dan murid2 saya bisa terus melaksanakan kegiatan2 serupa... amiiiin..

      Delete
    3. Terimakasih mas Insan.. InsyaAllah saya sampaikan salamnya untuk murid2 saya... :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...