Thursday, 19 June 2014

Letters To Aubrey, With Rubella

Buku Letters to Aubrey (dokumen pribadi)
Deskripsi Buku :
Judul Buku : Letters To Aubrey
Penulis : Grace Melia
Penerbit : Stiletto Book
Cetakan ke : I, Mei 2014
Tebal Buku : 272 halaman
ISBN : 978-602-7572-27-0
 
Seorang anak adalah anugerah yang sangat berharga. Kedatangannya ditunggu-tunggu oleh semua anggota keluarga, tidak hanya Ayah Bundanya. Namun, apa jadinya jika ternyata anak yang ditunggu-tunggu itu adalah anak yang "istimewa", yang perkembangannya tidak seperti anak normal lainnya? Bagaimana orang tua menyiapkan hati, jiwa dan raga mereka untuk si buah hati?

Begitu pula dengan Grace Melia, seorang ibu muda yang dikaruniai putri cantik bernama Aubrey Naym Kayacinta dan dipanggil Ubii. Kebahagiaan karena lahirnya sang buah hati seketika harus berganti kekhawatiran karena Ubii kecil tidak menangis saat dilahirkan, sampai harus dicubit dulu oleh dokter. Pun setelah itu, cobaan belum berhenti karena Ubii ternyata dinyatakan mempunyai kelainan jantung. Lalu setelah pemberitahuan itu, jahitan sesar Grace mengalami infeksi sehingga harus rawat inap di rumah sakit dengan terpaksa membawa Ubii yang masih berumur beberapa hari. 

Apakah cobaan selesai sampai di situ saja? Ternyata tidak -menurut Grace, Tuhan begitu baik memberikan berbagai cobaan padanya- karena perkembangan Ubii sangat lambat dan dia tidak merespon suara. Oke, singkatnya, berbagai tahap perkembangan yang harusnya sudah bisa dilakukan oleh anak seusia Ubii, ternyata Ubii belum bisa melakukannya.
Bagaimana perasaan sepasang Papi Mami baru, yang anak pertamanya baru saja lahir kemudian harus dihadapkan pada kenyataan itu?

Semua perasaan Grace, dia tuangkan lewat tulisan di blognya yang diberi nama letters to aubrey with rubella. Ya, ternyata Ubii terserang virus rubella semenjak dari kandungan, karena Grace dulu pernah terkena campak Jerman. Semua cerita tentang pergolakan batin, ketakutan, kecemasan, dan optimisme Grace dan suaminya dalam merawat Ubii tertuang dalam blog tersebut dalam bentuk surat dari Grace kepada Ubii.

Buku Letters to Aubrey ini sebetulnya adalah kumpulan blogpost dari blog tersebut di atas, yang dituangkan dalam bentuk buku. Di dalam buku ini (maaf sedikit spoiler), selain berisi tentang curahan hati seorang Mami Grace, juga berisi kisah pahit manisnya perjuangan mereka merawat Ubii, pengetahuan tentang Rubella, berbagai terapi untuk anak yang terkena Conginental Rubella Syndrom, dan tempat-tempat yang dijadikan rujukan untuk jenis penyakit Rubella dan teman-temannya. Dalam buku ini kita bisa melihat perjuangan dan gejolak batin seorang manusia biasa yang tiba-tiba dihadapkan pada kenyataan bahwa dia memiliki anak yang istimewa, hingga dia bisa membuktikan kalau Anak itu Memang Betul-Betul Anugerah dari Tuhan.

Saya sangat terharu dan tergugah hati setelah membaca buku ini karena terus terang, dulu calon anak saya (sebelum keguguran) didiagnosis menderita Hidrocephalus. Perasaan saya adalah antara ragu-ragu, syok, dan cinta. Bagaimana saya harus bersikap saat itu, saya tidak tahu, saya hanya diam. Jadi minimal saya sedikit bisa merasakan perasaan dari Grace. Namun, ada beberapa kekurangan dari buku ini, yaitu tidak disertakan pencantuman tanggal, karena biasanya kalau berbentuk surat pasti ada tanggalnya untuk mempermudah melihat alurnya. Selain itu adalah penggunaan bahasa Inggris yang sangat panjang tanpa diimbangi dengan penulisan artinya. Itu saja, selebihnya saya merekomendasikan buku ini untuk semua wanita dan bapak-bapak yang akan mempersiapkan kehadiran seorang anak, atau untuk saudara dan tetangganya. Serta, ternyata sebagian dari keuntungan penjualan buku ini akan disumbangkan ke Rumah Ramah Rubella yang mempunyai misi menyebarkan informasi tentang virus TORCH, bahaya dan vaksinasinya kepada seluruh keluarga di Indonesia.

Grace Melia sebagai Kartini Next Generation 2014 (foto courtesy Grace Melia)

Twitter Grace : @gesgeesges

12 comments:

  1. Waduhhh ,,, persis kayak yg dialami saudara/anggota keluarga kami deh ... putri ke-3 yg jaraknya jauh dari anak pertama dan kedua, juga kelainan jantung (gk bisa mimik susu banyak ,,, akan kecapean ,,, keluar masuk rumah sakit terus ... kasihan deh / ortunya dapat cobaan lumayan ruarrr biasa ... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. coba dikonsultasikan ke dokter tuh.. :)

      Delete
  2. Mak Grace Melia emang keren banget ya mak. Doi sering dpt penghargaan karena perjuangannya utk kampanye Rubella. Salut deh. Semoga mak Riski insyaAllah segera mendapatkan jundi-jundi Allah yang shalih-shalihah dan sehat selalu! Amiiiin....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin ya robbal'alamiin.. iya saya juga salut dan termotivasi dg semangat dari Grace.. :)

      Delete
  3. Replies
    1. Wah senang juga mendapat kunjungan anda.. :)

      Delete
  4. Grace dan Ubii selalu menginspirasi. Salut dengan semangat Grace

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Ika, saya juga salut dg mereka bertiga.. :)

      Delete
  5. Replies
    1. iya, Mak Ges, Ubii dan suaminya hebat2.. :)

      Delete
  6. Hai Mak Riski, aku kemarin coba komen lewat hape, failed terus. Mungkin koneksiku. Akhirnya bisa lewat lappy juga :D
    Tengkyu review nya ya Mak. Makasi juga udah mau baca buku nya Ubii :')))
    Salam hangat cipok dari Ubii :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah mampir Mami Ubii.. :) Semoga bukunya laris manis ya.. :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...