Monday, 9 June 2014

Lagu dan Musik

Eyyaaa... hari Senin ngomongnya musik. Tidak tahu mengapa, sedari pagi ini mulut saya sering menggumamkan bahkan menyanyikan lagu. Lagunya apa? Apa saja. Musiknya jenis apa? Apa saja. Saya sudah pernah bilang di postingan saya yang ini, kalau saya suka semua jenis musik yang menurut saya nyaman di telinga saya. Bahkan walaupun itu musik rock, asalkan tidak terlalu bising dan liriknya bagus, saya suka (saya bahas di postingan Mak-Mak Suka Rock).

Tapi saya tidak sampai keTER-LA-LUan dalam menikmati musik dan lagu-lagu. Daripada mendengar lewat headset, saya lebih suka mendengarnya tanpa headset. Tentu volumenya tidak sampai bikin kaca jendela tetangga pecah, atau bikin tetangga sakit telinga. 

Nah, musik yang paling saya suka itu sebetulnya musik yang dihasilkan oleh alam, contoh nih musik dari sahut-menyahutnya katak dan jangkrik di sawah ketika akan hujan, suara gesekan daun bambu, deburan ombak, gemericik air mengalir, suara tonggeret di hutan, dan yang kemarin baru saya dengar ketika di Pulau Umang-Umang adalah suara kerang dan karang mati yang berdentingan ketika ombak surut. Itu indaaaaaaahhhh sekali. Bahkan suara air dari galon pun indah kan?

Pulau Sebuku Kecil (sumber gambar)
Makanya ketika ada satu dua murid saya yang langsung memakai headset setelah pelajaran saya selesai, headsetnya langsung saya ambil, dan saya bilang "Jangan sia-siakan telinga sempurna yang Allah berikan ke kamu, coba dengar suara alam dan suara-suara manusia dengan berbagai emosi. InsyaAllah berguna untuk kamu dan lebih indah dari suara musik di music player ini". Sesekali saya memang mendengarkan musik dan lagu buatan manusia, karena saya kagum dengan keahlian pembuatnya, bisa indah gitu ya. Tapi seimbang lah antara mendengar musik dan lagu buatan manusia dengan musik dan suara alam.

Oh ya OOT, ngomong-ngomong masalah musik dan lagu, setiap pagi jam 8, ada abang odong-odong pelestari lagu anak yang mangkal di depan rumah. Ada beberapa lagu yang menurut saya bagus tapi sebaiknya jangan diputar lagi pada masa sekarang, seperti "Si Kancil anak nakal, suka mencuri ketimun, ayo lekas DIBURU, JANGAN DIBERI AMPUN". Sekarang Kancil itu hewan Indonesia yang LANGKA lho ya. Seumur-umur saya baru melihat sekali di TMII dekat akuarium air tawar. Lalu ada lagi yang lagu itu genrenya adalah 17+, yaitu "Ayo Mama jangan Mama marah beta, dia cuma, dia cuma PEGANG beta, ayo Mama, JANGAN Mama MARAH Beta, LAH ORANG MUDA punya BIASA." Kan, liriknya bukan untuk anak-anak di bawah umur. Saya mendukung sekali si Abang Tukang Odong-odong ini dalam melestarikan lagu anak. Tapi mungkin bisa dibekali dulu ya, lagu-lagu yang boleh diputar dan tidak cocok diputar. Namun, alangkah lebih baiknya kalau ada genre yang jelas dan juga diatur secara tegas (oleh pemerintah) pada setiap musik dan lagu ya.

"Api asmara yang dahulu pernah membara,
semakin hangat bagai ciuman yang pertama
detak jantungku seakan ikut irama
karna terlena
oleh pesona
alunan KOPI DANGDUT"
^_^

14 comments:

  1. Waaww.. pulau umang. Hmm... cantik yaa. Aku kira dr fotonya ini tulisan 5tg perjalanan. Gatainya musiik. Aku jg suka loo dengar musik dr alam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum bisa donlod foto dari dropbox.. kan kemarin insiden HP rusak sama kepala charger lupa dibawa hehehe... :)

      Delete
  2. memang, alunan musik alam ntu tiada duanya, bikin tentram hati, adem pikiran :)

    ReplyDelete
  3. Hihihi...
    tukang odong2 di komplek rumah ku juga pemilihan lagunya suka gak banget lah ituuu...
    Langganan si Fathir tuh...

    Ya udah nanti aku usulkan si Mang pake kopi dangdut aja deh yah...hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh2, lagu dangdut memang harus dilestarikan... #mulaingaco
      Semoga ada yg mau nyumbang VCD lagu anak utk Abang Odong2 seJakarta?

      Delete
  4. Iyaaaa, aku setuju. Ada lirik lagu-lagu lama yang nggak pas buat anak-anak :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap betul, padahal Abang Odong2 itu adalah agen penyelamat dan pelestari lagu anak2 lho..

      Delete
  5. kebanyakan sih asal stel lagu aja ya mbak tukang odong2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. sebetulnya saya ingin banget bisa ngasih VCD lagu2 anak asli ke para tukang odong2, tapi harus ngirim proposal ke siapa?

      Delete
  6. karena yang menikmati lagunya si tukang odong2. Itu masalahnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu dia... hmmm.. saya bener2 mikir deh buat bikin proposal itu.. soalnya tukang odong2 itu bener2 efektif lho membuat anak2 jadi hafal lagu2..

      Delete
  7. Untung bu guruku dulu bukan Mak Riski *lantas buru2 jejelin ujung ear phone ke kuping xixixii... metaaaalll buuuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. eeeiiitttttzzzz itu earphone sini sini... ga boleh pake keseringan ya Mbak Uniek.. sini earphone nya..!! #pasang muka jutek#

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...