Saturday, 21 June 2014

Tentang Nikmat

"Dan nikmat Tuhanmu mana lagi yang engkau dustakan"

Hari Jum'at kemarin, saya pergi ke dokter karena sudah seminggu lebih ini setiap kali selesai makan saya mual-mual. Saya kira itu adalah tanda-tanda yang sudah saya tunggu, tetapi kemudian saya menstruasi. Berarti bukan tanda itu, melainkan betul-betul ada yang kekurangan atau kelebihan dalam tubuh saya.

Setelah periksa ke dokter saya baru tahu kalau ternyata asam lambung saya naik. Saya heran padahal waktu makan saya teratur pagi, siang, dan sore. Saya baru tahu penyebabnya setelah diberi sepucuk surat cinta dari dokter yang isinya adalah makanan pantangan saya. Oke, ternyata ini toh penyebabnya. Ya, akhir-akhir ini setiap hari saya selalu minum kopi, makan pedas atau asam, makan mie instan, dan kurang minum air putih.

Dulu sewaktu kecil, saya memang sering maag karena waktu makan yang tidak teratur, rasanya itu perih seperti disayat sembilu. Tapi yang sekarang rasanya mual-mual jadi wajar kalau saya tidak sampai berfikir maag saya kumat lagi.

Sebetulnya saat membaca surat cinta itu saya menarik nafas panjang berkali-kali. Kenapa? Itu semua adalah makanan kesukaan saya, kecuali alkohol dan puyer sakit kepala. Nah sip, sekarang sudah bisa bicara kan kalau nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang engkau dustakan?

Hari pertama saya masih nakal untuk makan pedas dan asam, lalu mual lagi. Hari kedua sampai hari ini alhamdulillah sudah tidak makan yang ada di pantangan, berharap saya cepat sembuh dan bisa makan makanan yang ada di pantangan itu lagi (kecuali alkohol dan puyer sakit kepala), walau sekarang porsinya berkurang sangat banyak. Dan dari peristiwa ini, saya jadi lebih sering berfikir, maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang engkau dustakan Riski?

Ya Allah, terimakasih sudah memberikan saya sakit, sehingga saya tahu sampai batas keberapa tubuh saya bisa mentolerir makanan yang masuk. Bismillah semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bersyukur, amiin.

2 comments:

  1. Saya juga maaaghh, Mak. tp tetap saja bandel mengkonsumsi makanan yg dilarang, sperti kopi, goreng2an dan pedas-pedasan, tapi bukan cabe-cabean, hehehe..Tuk mengakali minum kopi, misalnya, maka saya harus isi dulu perut dg nasi atau roti, baru minum kopi/teh. Kalau perut kosong, trus dihajar kopi, walaah bs lsg ngambek lambungnya. Susah ya kalau sdh kena sakit...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.. iya nih, harus makan nasi dulu baru bisa minum kopi.. skarang kalo makan pedas cuma bisa level setengah aja.. hiks..

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...