Saturday, 28 June 2014

Bungkus Rokok yang Baru

Tanggal 24/6 yang lalu saya membaca salah satu iklan layanan masyarakat di salah satu koran nasional langganan saya. Iklan itu adalah tentang ROKOK, tepatnya tentang peraturan pemerintah bahwa mulai tanggal itu, perusahaan rokok wajib mencantumkan bahaya merokok dalam bentuk gambar. Ini nih iklannya.
Rokok itu memang bahaya untuk kesehatan manusia. Dalam satu batang rokok itu mengandung ratusan racun. Apa saja racun itu? Silahkan gugling sendiri ya, hehehe. Dulu saya pernah melihat tayangan TV semacam film dokumenter tentang bahaya rokok. Ada seorang wanita (saya lupa namanya) berusia sekitar 25 tahun yang masuk rumah sakit karena terkena kanker paru-paru stadium 3. Penyebabnya setelah ditelusuri oleh dokter adalah asap rokok. Yang jadi masalah adalah, si perempuan itu tidak merokok, lalu kenapa penyebabnya bisa asap rokok? Ternyata eh ternyata semua laki-laki di rumahnya adalah perokok berat. Jadi dia sudah terpapar asap rokok sejak dalam kandungan, karena para ayahnya tetap merokok walau di dekat anak perempuannya itu. Si perempuan itu adalah perokok pasif.

Cerita itu saya ceritakan kepada murid-murid saya tentang bahayanya menjadi perokok pasif. Lalu mereka bilang ke saya dengan polosnya, "Berarti miss, lebih baik jadi perokok aktif dong, sakitnya kalau sudah tua". Hehehe... sama saja, akhirnya sama-sama sakit. Tapi jangan salah, perokok aktif yang sudah sakit karena rokok, saat masih muda pun banyak kok.

Contoh cerita adalah almarhum penjaga SD tempat saya sekolah dulu. Beliau itu adalah seorang perokok aktif, yang betul-betul aktif sekali merokok. Beliau pernah bilang ketika mengobrol dengan Bapa saya kalau beliau lebih baik tidak makan sehari daripada tidak merokok sehari. Weitzzz... Yah, akhirnya beliau terkena penyakit paru-paru, awalnya hanya flek, tapi semakin lama setelah dirontgen ternyata paru-parunya sudah menghitam sebelah. Naudzubillah... Beliaupun akhirnya menghembuskan nafas terkahir setelah berjuang dengan sakit paru-parunya itu, diusia 40 tahunan. Termasuk masih muda kan ya.

Semoga dengan adanya gambar penyakit itu di bungkus rokok, frekuensi perokok semakin berkurang. Kalau saudara atau orang terdekat atau anda sendiri adalah perokok aktif, saya minta dengan sangat tolong jangan mengepulkan asap rokok anda di dekat ibu hamil, anak-anak atau orang-orang yang tidak merokok. Nikmatilah rokok dan asapnya itu untuk anda sendiri saja ya, agar lebih nikmat :). Hidup tenggang rasa itu lebih nyaman kok, saya tidak masalah anda masih merokok, tapi akan menjadi masalah kalau sudah ada larangan seperti ini di suatu tempat, tapi anda masih tetap merokok juga di tempat itu. 


6 comments:

  1. Mudah2an pada sadar dan akhirnya berhenti merokok biar tidak banyak jatuh korban

    ReplyDelete
  2. gambarnya serem... smoga ada pengaruhnya :)

    ReplyDelete
  3. semoga berpengaruh ya mak,ngeri banget kalo lhat gambarnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin semoga berpengaruh, jadi berkurang bahkan tidak merokok sama sekali

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...