Tuesday, 3 June 2014

Buta Huruf atau ... ??

Tadi pagi seperti biasa, saya pergi kerja naik commuter line. Alhamdulillah lancar, mungkin karena bukan peak hour ya, orang-orang yang baru berangkat kerja sudah sedikit. Sambil menunggu kereta saya datang.. #eciee.. kayak anaknya yg punya kereta saja :), saya menebar pandangan ke segala penjuru stasiun. Tapi jangan salah paham dulu, bukan berarti saya mau mencuri hati salah satu petugas di situ ya :). Tiba-tiba.. terendus bau yang sangat saya kenal dan terus terang saya tidak suka kalau itu langsung masuk ke hidung saya :), bau rokok. Saya cari dong asal muasal bau itu.. eh ternyata dari sebatang rokok yang dihisap oleh seorang pemuda di samping saya.. IYA DI SAMPING SAYA.

Kalau DI SAMPING SAYA, berarti dia juga sedang ADA DI DALAM STASIUN kan? Saya mengedarkan pandangan ke seluruh stasiun lagi. Kali ini sedang mencari tanda larangan merokok, dan KETEMU, BESAR-BESAR, dan BANYAK. Bahkan DI DEPAN MUKA si pemuda itu juga ada tanda itu. Dalam hati saya berkata, "MasyaAllah... ini anak muda cakep-cakep tapi kok ya buta huruf ya". Saya mau menegur, eh kereta saya sudah datang #alesan.

Ya saya berbaik sangka saja dengannya, kemungkinan dia itu buta huruf dan buta simbol, jadi tidak tahu apa yang tertulis di poster itu dan tidak tahu arti simbol dalam poster itu. Tapi, anehnya gini, kalau dia buta huruf dan simbol kenapa saya lihat sepintas dia sedang mengeluarkan HaPe berlayar talenan ya, kulitnya putih bersih, dan bajunya bagus sopan. Hehehe...

Itulah makanya saya sangat merekomendasikan sekali adanya pendidikan moral dan etika di sekolah dan di rumah. Saya sangat setuju pemberlakuan Undang-undang dengan tegas tanpa memandang siapa orangnya. Ah.. terkadang orang-orang yang tahu juga ada yang merasa tidak enak untuk menegur, ada juga yang masa bodoh, petugasnya juga kadang diam saja. Makanya saya acungi jempol kalau ada yang berani menegur orang-orang seperti itu... saluuut.

Ini pot tanaman dikira tempat sampah kali ya (dokumen pribadi)
Begini ya.. memang ada becandaan seperti ini "Peraturan itu dibuat untuk dilanggar" lucu banget ga sih?? -___- Tapi coba deh lihat sekeliling kita... SEMUT SAJA PUNYA PERATURAN YANG TIDAK PERNAH DILANGGAR, BAHKAN MONYET PUN PUNYA PERATURAN YANG TIDAK BOLEH DILANGGAR, padahal mereka itu jelas-jelas buta huruf dan buta simbol. Sadis ya omongan saya ini... :)

Ya, sadis dan gondok gitu, bukan hanya masalah tanda dilarang merokok saja sih, tapi ketika ada beberapa rombongan yang mendaki gunung lalu membuang gelas bekas air mineral yang diminumnya begitu saja di tanah gunung itu. Padahal sudah dibilangin oleh jagawananya.. "Ini Taman Nasional ya Dek, jadi tolong jangan membuang sampah, sampahnya dibawa kesini lagi, nanti dibuang di tempat sampah yang sudah kami sediakan"
Berarti itu yang buang sampah gelas plastik bekas air mineral yang diminumnya selain BUTA HURUF, BUTA SIMBOL, mungkin juga TULI kali ya.

Yuk ah.. kita patuhi peraturan yang ada, toh peraturan seperti di atas tidak merugikan kita kan? Justru kita jadi bisa menghargai orang lain dan alam yang sudah sangat baik dengan kita :). Toh pemerintah pun sudah berbaik hati menyediakan "Smoking Room" ya di beberapa stasiun dan menyediakan tempat sampah serta tempat pembuangan sampah akhir kan? Mau menyalahkan siapa lagi coba?
Untuk Kementerian Pendidikan sepertinya perlu digalakkan lagi program pemberantasan buta aksara, dan kali ditambah dengan program pemberantasan buta simbol.
Untuk Kementerian Kesehatan mungkin bisa mencanangkan program cek mata dan telinga gratis.
Bismillah... semoga saya termasuk orang yang tidak melanggar tulisan ini.. amiiin.

NB : Alhamdulillah doa saya terjawab, gini ternyata ada call center untuk pengaduan masalah merokok di tempat dilarang merokok, berikut call centernya :
  1. Telepon : 021 - 32881818
  2. Call center :021 - 5228694
  3. Twitpic ke @smokefree_jkt
  4. Email ke dki[at]jakarta[dot]go[dot]id
  5. Sms ke 1708
Tapi dengan syarat harus ada bukti yang kuat ya.. :) Senangnya hatiku.. :D
Sebetulnya saya tidak terlalu masalah dengan rokok dan orang merokok, hanya saja kalau anda ingin sakit, tolong jangan ajak-ajak orang yang tidak bersalah ikutan sakit seperti anda :).

8 comments:

  1. Setuju mbak riski. Saya beberapa kali menegur orang yang merokok di dalam angkot. Selain buta huruf, buta simbol, dan tuli, menurut saya mereka juga lupa bawa otak dan perasaan, maaf ;)

    ReplyDelete
  2. Kalau kondisinya memungkinkan, aku akan tegur, Mak. Apalagi kalau di sekitar situ ada anak-anak dan bumil. Tapi, kalau tidak, terpaksa, seng waras ngalah. :)

    ReplyDelete
  3. Hai Mbak Riski,
    Sebenarnya masalah ini tergantung penegakan hukum ya. Di negara lain, orang ketahuan merokok di stasiun bakalan kena denda. Dendanya kira-kira hampir sama dengan biaya makan selama sebulan. Makanya orang di negeri sana disiplin nggak mau merokok di stasiun, karena ngeri sama dendanya. Lha di negara kita?

    Sepertinya nungguin aparat hukum bertindak. Mungkin mereka lebih senang mengawal kampanye capres daripada menahan perokok-pengganggu-ketertiban-umum, hihihi..

    Sebenarnya ada saran sih, Mbak. Perokoknya dipotret aja pake kamera. Terus sebarin fotonya pakai Twitter, terus ditulisin "Nih contohnya sampah masyarakat".. Pasti ada yang nge-retweet, mbak. Dan muka si perokok pun tersebar ke mana-mana.
    Percaya deh, Mbak, di negara ini, dipermalukan adalah sangsi yang lebih efisien daripada sangsi denda atau sangsi penjara..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu dia polemik bangsa ini, kalo hal itu disebarkan di media sosial, nanti malah penyebar yang dijerat UU ITE.. bingung kan? Makanya seringnya sih saya tegur langsung..

      Delete
  4. gimana kalau nanti buta huruf beneran ya mbak :) heran kenapa teraturnya kalau ada yang menjaga ya tapi bukan kesadaran diri sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, makanya itu Mbak, saya sangat setuju dan mendukung kalau ada pendidikan moral lagi di sekolah dan di keluarga.. karna dari situlah pondasi dibangun.. Ketegasan aparat juga penting.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...