Sunday, 12 October 2014

Apa Kabar Dengan Amplop Saya?

Bulan kemarin, saya pernah posting tentang tips mengatur keuangan pribadi (ingat ya, pribadi lho pribadi, bukan umum). Postingannya di sini (silahkan diklik). Nah, disitu saya menyebut sistem amplop sebagai salah satu tips mengatur keuangan pribadi. Dengan sistem amplop ini, kita bisa langsung menyisihkan anggaran kita ke pos-pos pengeluaran yang sudah kita catat sebelumnya. Sudah mau 2 bulan ini saya menggunakan sistem amplop ketat, dimana semua anggaran saya tentukan lalu saya masukkan amplop untuk kemudian digunakan sebagai mana mestinya. Sebelumnya sih, saya hanya membagi anggaran/uang dalam amplop sesuai pos pengeluaran, tapi kadang kalau masih kurang ya saya comot dari amplop lain. Sebulan kemarin tidak, jenderal hehehe.

Jadi, cara kerja sistem amplop ini adalah:
  1. Catat semua pengeluaran tunai kita, untuk apa dan berapa. Misalnya, untuk transport dari rumah ke kantor sehari Rp 15.000, itu dikali jumlah hari masuk kantor, misalnya 24 hari. Totalnya jadi (Rp 15.000 x 24) = Rp 360.000.
  2. Langsung tukar dengan uang yang nominalnya lebih kecil. Misalnya untuk transport, sebaiknya menggunakan uang dengan nominal Rp 2000 an. Selain agar cepat ketika membayar ongkos, bisa juga dipakai sebagai sugesti bahwa kita tidak punya uang lebih untuk ongkos transport. Menukar uangnya bisa di pom bensin saat jam makan siang. Biasanya pada jam ini, karyawan pom bensin akan menyetorkan hasil pendapatan hari itu ke atasannya.
  3. Untuk belanja sehari-hari, ongkos transport, atau uang saku anak bisa dibagi jumlahnya perminggu. Jadi misalnya ongkos transport tadi, Rp 360.000 / 4 = Rp 90.000. Kemudian masukkan ke dalam amplop yang sudah ditulis keterangan di bagian luarnya. Contohnya "Transport Minggu 1", "Transport Minggu 2" atau "Belanja Harian Minggu 1" dan lainnya.
  4. Simpan amplop yang lain. Misalnya minggu pertama, kita hanya mengeluarkan amplop minggu pertama saja, amplop minggu kedua sampai keempat disimpan dulu, digunakannya kalau sudah minggunya.
  5. Jangan pernah mengambil dari amplop yang lain. Jadi, kalau uang di dalam amplop minggu pertama habis, jangan ambil dari minggu yang lain. Ini mengajarkan kita untuk disiplin dan siap menerima konsekuensi.
  6. Kalau ada sisa dari amplop minggu pertama, langsung simpan dalam amplop tabungan. Jangan mencampurnya dengan amplop minggu selanjutnya.

Ternyata memang ampuh lho, dengan sistem amplop ini. Alhamdulillah sampai akhir bulan, keuangan saya stabil. Ya.. konsekuensinya adalah saya tidak bisa jajan sembarangan dan semaunya lagi. Dan alhamdulillah sekali lagi, dengan melakukan semua tips di postingan itu, saya jadi bisa menabung walaupun sedikit. Tapi, tetap ya, bagian dari rezeki kita untuk fakir miskin tetap harus dibagikan. Bolehlah keras pada diri sendiri, tapi jangan sampai menyakiti diri dan orang lain :).

Bulan lalu, amplop untuk transport angkot dan keperluan sehari-hari saya beri tanggal, tetapi sekarang tidak. Saya kepikiran terus, "Amplop ini kan bisa dipakai 2-3 kali ya, jadi bisa ngirit beli amplop", hehehehe. Tapi saya sebetulnya kepikiran lagi nih untuk membuat dompet amplop dari perca, kan itu lebih awet dan irit ya. Bagaimana teman, dengan ide saya itu? InsyaAllah akan saya realisasikan secepatnya, tinggal beli kain kerasnya saja. Sebetulnya bisa memakai karton bekas susu UHT sih, cuma kayaknya kurang kaku ya, tapi pakai karton bekas kan juga irit ya. Hmmm... enaknya pakai apa nih? Kain keras atau karton bekas susu UHT?

16 comments:

  1. Pernah mencoba ini,Mak...tapi nggak sampai setahun. xixixi payah yaa... Kalau dateng ke pom bensin sering ketemu orang yang mau tukerin uang juga, dari toko2 swalayan. Saya sungkan ambil waktu kerja mereka untuk keperluan pribadi. Musti cari tempat lain, kali yaa...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.. dicoba lagi yuk Mak. Untuk ke pom bensin biasanya jam makan siang Mak, petugas pom kan gantian tuh, nah cari yg sedang tidak sibuk. Sepanjang saya sering nuker sih, mereka senang2 saja Mak :).

      Delete
  2. Boleh juga ni mak...dulu tmnku ada yg pake metod gini..tp kl aku kyknya agak ribet deh mak..mksh infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dicoba dulu saja Mak.. :) Tapi setiap individu saya yakin punya metode yg berbeda2 dalam mengatur keuangannya :)

      Delete
  3. kalau saya biasanya nuker langsung ke bank jadi pecahan 2000 dan 5000 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itu juga bisa :) Saya pernah nuker ke bank juga. Tapi kadang kala uang pecahan tersebut sedang tidak ada :(

      Delete
  4. sepertinya wajib untuk dicoba, Mak. :D

    ReplyDelete
  5. teorinya mudah, konsistensinya itu susah mak...kalau bisa disiplin, salut angkat jempol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih... semoga saya bisa konsisten :)

      Delete
  6. cara sederhana mengelola keuangan, gak perlu financial planner :))

    ReplyDelete
  7. Pernah nyobain Mak hanya beberapa bulan ....gatot hehe, coba saya praktekin lagi dgn tips yg diatas..Tengkyuh ya mbak Riski Fitriasari

    ReplyDelete
  8. Ahh.. jadi semangat lagi nih ngatur keuangan

    ReplyDelete
  9. nice tip -
    kardus aja mak yg bwt pak2 itu tu lbh keras drpd bungkus susu uht

    ReplyDelete
  10. Mbak Ris... hal seperti diatas sudah pernah kucoba.. tp ternyata gagal, hiks... susah emang menyatukan ide dr dua manusia.. ngertilah yaa hahahha

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...